Arwah Gentayangan Di Desa Kami

Arwah Gentayangan Di Desa Kami-Libur semester pun tiba, saatnya pulang kampung buat melepas kangen sama bapak dan ibu, oy ya perkenalkan dulu nama saya hendra, Saya dari Jawa Tengah tepatnya desa wanadadi, Saya disekolahkan dijakarta oleh orang tua saya karena orang tua saya tidak mampu membayar biaya sekolah, Saya dijakarta ikut paman saya yang sudah lama merantau dijakarta, Alhamdulillah paman saya bersedia menyekolahkan saya.

Saya berangkat pagi dari jakarta menggunakan bus, perjalanan yang memakan waktu cukup lama karena macet alhasil saya sampai dikampung halaman pukul 01.00 Malam, Suasana dikampung benar-benar sangat sepi, Maklum lah karena kampung saya benar-benar dipedalaman. Untuk berjalan dari jalan raya ke kampung saya pun memakan waktu sekitar 1 jam melewati pemakaman umum dan sawah-sawah serta perkebunan kopi.

Arwah Gentayangan Di Desa Kami

Dengan terpaksa saya jalan kaki karena tidak ada ojek dimalam hari, Tak ada rasa takut sama sekali karena saya sudah terbiasa jalan kaki.
Malam itu terasa sangat sepi dan begitu dingin, meski saya sudah pakai jaket sama kaus kaki masih saja terasa dingin.

Tak kusadari perjalanan menuju kampung saja sudah hampir melewati pemakaman umum yang terkenal angker, Sering terlihat penampakan yang tidak wajar seperti hantu kepala buntung, pocong, kuntilanak dan gendurwo. Bahkan gara-gara salah satu tukang ojek ada yang pernah diboncengin pocong pada malam hari akibatnya tukang ojek hanya berani mengojek sampai pukul 9mlm saja.
Begitu kaki saya menapak tepat didepan pintu masuk pemakaman tiba-tiba bulu kuduk saya berdiri, begitu merinding sekali. Saya yang dikenal pemberani oleh teman-teman baru pertama kali ini merasa merinding saat melewati pemakaman umum ini.

Dari arah belakang saya sayup-sayup terdengar suara bapak-bapak memanggil saya, tapi saya tetap jalan pelan-pelan sambil menenangkan hati saya tetapi semakin lama semakin terdengar jelas, sepertinya saya mengenal suara ini.

Bapak-bapak: Tunggu dek, tungguin saya.
saya : Ada apa pak? (sambil menoleh kebelakang.

Ternyata suara itu adalah suara pak bambang, tapi badannya kerlihat kumal, seakan-akan tidak pernah mandi dan agak bau amis, setahu saya pak bambang sudah terbaring sakit ditempat tidur 2 tahun lebih karena penyakit menjijikan yang dideritanya, tapi kok sekarang sudah bisa jalan!!!! apakah sudah sembuh?

Saya : Pak bambang dari mana? kok malam-malam begini dikuburan sendirian?
Pak bambang : Tolong saya dek, tolong saya....

Semakin mendekat bau amis itu sangat terasa membuat saya ingin muntah, Tapi jantung saya seakan-akan copot ketika terlihat jelas muka pak bambang yang penuh dengan belatung, padahal waktu dikejauhan terlihat biasa-biasa saja hanya bau amis yang tercium.
Saya tak bisa berkata apa-apa lagi melihat muka pak bambang yang penuh belatung dan satu per satu bagian-bagian tubuh pak bambang terlepas dari badannya.
Ingin rasanya belari tapi kaki tidak sanggup untuk melangkah, ingin teriak tapi mulut tak sanggup bicara.

Entah apa yang terjadi tiba-tiba saja saya sudah berada dikamar saya dan saat membuka mata sudah banyak orang disekeliling saya yang duduk bersila sambil membaca ayat-ayat suci al qur'an.
Kata bapak saya, saya pingsan 3 hari 3 malam tak sadarkan diri dan saya pun menceritakan tentang apa yang terjadi pada saya.
Ternyata pak bambang yang saya temui memang sudah meninggal 7 bulan yang lalu karena penyakit yang dideritanya.

Tapi saya masih bertanya-tanya tentang perkataan pak bambang yang minta tolong dan kata warga pun arwah pak bambang sering menampakan diri untuk meminta tolong.
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon