Hantu Penghuni Pohon Beringin

Hantu Penghuni Pohon Beringin-Kali ini ada kiriman cerita dari teman admin sendiri yang diganggu hantu saat sedang mencari ikan didekat pohon beringin disungai benjaran.
Silahkan disimak sob.

Perkenalkan nama saya kuswanto, biasa dipanggil kus, sikus, dan ada juga yang seenaknya manggil tikus hehehehehe.
Cerita seram ini saya alami sendiri saat mencari ikan dimalam hari disungai benjaran dekat pohon beringin.
Saya memang suka mencari ikan dimalam hari dengan cara memasang perangkap ikan, kalo didesa saya namanya "Mijahan/Mijah", disungai benjaran itu terdapat sebuah pohon beringin yang umurnya sangat tua, bahkan lebih tua dari umur bapak saya.
Pohon beringin itu terkenal cukup angker, banyak warga didesa kami yang melihat penampakan pocong, kuntilanak ataupun genderuwo dipohon beringin itu.
Entah kenapa pohon beringin itu angker, tapi kata bapak saya, dulunya dipohon itu sering digunakan oleh orang yang mencari pesugihan (a’udzubillahi min dzalik), apalagi waktu jaman nomor togel merebak dimasyarakat, banyak warga yang mencari nomor togel di pohon beringin tua itu.
Meski saat ini sudah tidak digunakan untuk hal yang musyrik, tapi nuansa mistis dan penampakan hantu disekitar pohon beringin itu masih terjadi.

Biasanya saya memasang jembakan ikan disore hari dan memanen hasil jebakan dimalam hari, biasanya saya mengambil ikan sendirian tapi saat itu tidak seperti biasanya, saya agak ragu untuk kesungai sendirian karena saya memasang jebakan ikan didekat pohon beringin angker itu dan saat saya hendak mengambil hasil jebakan ikan tepat pas malam jum'at kliwon, karena saya agak ragu untuk sedirian makanya saya mengajak teman saya (andri) untuk menemani, Kami sepakat untuk berangkat pukul 1 malam.
Pas pukul 1 malam sesuai dengan waktu yang kami tentukan, kami berangkat menuju sungai dimana tempat jebakan ikan itu dibuat, pohon beringin angker itu kira-kira jaraknya 10 meter dari tempat jebakan ikan itu dibuat.

Sesampainya disungai, suansa sangat berbeda sekali, angin berhembus cukup kencang dan dingin, suasana disekitar pun sangat gelap, kami hanya berbekal senter kecil sebagai penerangan dan tidak lupa membawa kopi dan rokok untuk menunggu ikan-ikan itu masuk ke jebakan yang telah kami buat.
Meski agak takut, tapi kami memutuska untuk menunggu ikan-ikan masuk kejebakan dibawah pohon beringin tua itu, selain mudah untuk memantau ikan, disekitaran pohon beringin tua itu memang ada tempat pesugihan yang cocok untuk duduk-duduk, kira-kira 20 menitan kami menunggu ikan-ikan masuk ke jebakan, saya melihat adanya gerakan seperti ikan yang banyak sekali masuk kejebakan, sontak saja saya dan andri langsung menutup lobang jebakan dan berusaha menangkap ikan-ikan itu, tapi anehnya tak ada satupun ikan yang tertangkap ketika air dalam jebakan itu surut.

Saya : Ndri, perasaan tadi banyak sekali ikan masuk kejebakan, kok gak ada satupun sih?????
Andri : Iya kus, gw juga liat tadi, makanya tadi gw ikut lari ma kamu buat nangkap ikan.
Saya : Aneh, kemana ya ikan-ikan itu?
Andri : Ya udah, pasang lagi aja jebakannya, mumpung belum pagi, kita nunggu sambil ngopi ma ngrokok kus.

Dengan rasa kecewa, saya dan andri kembali memasang jebakan dan kembali duduk-duduk dibawah pohon beringin itu, tapi baru 5 menit saya duduk-duduk sambil ngopi, tiba-tiba saja terlihat lagi gerakan air yang seperti banyak ikan yang masuk ke perangkap, saat kami coba ambil ternyata tidak ada lagi, hal itu terjadi tiga kali, membuat andri mengumpat dengan kata-kata kasar.

Andri : Woiiiii njing, kalo loe setan, jangan ganggu kami woi, gw cuma cari rejeki disini.
Saya : Ndri, jangan ngomong kasar.
Andri : Biarin,,,,,,,, Gw dah kesal, ini pasti ulah penunggu pohon beringin itu kus.

Kami memang sangat kesal sekali dengan kejadian itu, tapi kami juga tak ingin tidak membawa hasil tangkapan saat pulang nanti, makanya kami coba menunggu lagi dibawah pohon angker itu, saat sedang asik-asik menghisap rokok, tiba-tiba saya melihat sosok hitam yang juga sedang duduk disamping andri. Langsung saja saya menepuk tangan andri sambil menunjuk sosok hitam yang ada disamping andri, tapi tiba-tiba sosok hitam itu sudah hilang.

Andri : Ada apa kus, kamu nunjuk-nunjuk kearah samping gw?
Saya : Gw tadi liat sosok hitam disamping loe ndri? makanya gw langsung nepuk tangan loe.
Andri : Mana?????? Gak ada tuh?
Saya : Iya, tapi tadi ada ndri, tapi kok dah gak ada ya sekarang.

Saat itu saya benar-benar takut sekali, saya merasakan ada hal yang aneh yang sedang kami alami, saat sedang melamun dengan kejadian-kejadian tadi, tiba-tiba terdengar seperti benda jatuh yang sangat keras dari arah atas pohon beringin ke dekat jebakan yang kami letakkan.
Kami saling memandang dengan wajah yang keheranan.

Saya : Suara apa tuh ndri??
Andri: Gak tau gw kus! coba loe liat,
Saya : Bareng yuk.

Kami memutuskan untuk bersama-sama mencari asal suara benda yang jatuh disekitar jebakan ikan menggunakan senter yang kami bawa.
Setelah mencari kesana-sini, saya melihat benda bulat seperti buah kelapa, bahkan bisa dipstikan itu adalah buah kelapa.
Kami sangat heran sekali, padahal disekitar tempat kami tidak ada satupun pohon kelapa yang tumbuh tapi ditepian sungai ada buah kelapa yang tergeletak disamping jebakan yang kami buat.

Hantu Penghuni Pohon Beringin

Dengan rasa takut, saya coba mendekati buah kelapa itu. Andri hanya menunggu dari kejauhan karena ketakutan. pelan-pelan saya coba mengambil buah kelapa itu, tapi saat buah kelapa itu saya balik, terlihat wajah yang mengerikan dari buah kelapa itu, matanya tidak ada dan mulutnya seperti tersenyum,
Langsung saja saya melempar sejauh mungkin buah kelapa itu sambil berteriak da berlari kearah andri.

Saya : Setaaaannnnnnnnnnnnnnn,
Andri : Ada apa kus, mana setan mana?????

Tanpa menjawab pertanyaan andri, saya langsung mengajak pulang, kayaknya malam ini bukan rejeki untuk mendapatkan ikan yang banyak.
Pas kami hendak siap-siap pulang, kami mendengar suara cekikikan dari atas pohon beringin tua itu, bulu kuduk kami langsung berdiri, kami tidak berani menoleh kearah atas pohon itu, sudah dipastikan bahwa suara itu adalah suara kuntilanak.
Andri memperingatkan dengan isyarat untuk tetap tenang, jangan lari, tetap pulang dengan berjalan tapi baru saja andri memperingatkan untuk jangan lari tiba-tiba andri berteriak setan-setan sambil berlari, otomatis saya pun ikut berlari sekencang-kencangnya. Sepertinya andri melihat sesuatu yang membuat andri malah kabur.
Sesampainya dirumah, andri bercerita kalo dia melihat pocong dibelakang saya saat kami hendak pulang.
Sejak saat itu, kami tidak berani lagi untuk mencari ikan "Mijah" disekitar pohon beringin yang angker itu.

*****************SEKIAN****************


























Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon