Kuntilanak Penghuni Rumah Tante Ira

Kuntilanak Penghuni Rumah Tante Ira--Salam kenal sob, nama saya rifki dari cianjur, saja mau berbagi cerita angker yang pernah saya alami sendiri waktu tinggal dirumah tante didaerah jogja.
Saat saya lulus smk dan berniat melanjutkan kuliah, saya memilih untuk kuliah di kota jogja, sebuah kota yang terkenal dengan nama kota pelajar itu membuat saya berkeinginan mencari pengalaman dikota lain.
Kebetulan saya mempunyai tante (ira) yang tinggal dijogja dan siap menerima saya tinggal dirumah tante selama saya kuliah.

Tante ira hanya tinggal bersama anak semata wayangnya yang masih kecil serta seorang pembantu, suami tante ira baru meninggal beberapa bulan yang lalu
Setelah suami tante meninggal, tante memutuskan untuk pindah rumah.
Pertama kali saya menginjakkan kaki dirumah baru tante, saya sudah mempunyai perasaan yang tidak enak, rumah tante ira terasa mistis, rumahnya sangat luas dan rumah tersebut bergaya kuno sehingga lebih tampak sekali ke mistis-annya.
Dibelakang rumah tante terdapat kebun yang cukup luas yang ditumbuhi berbagai macam pohon-pohon yang lumayan besar.

Tante ira juga sering cerita ke saya, setelah sebulan menempati rumah itu, sering mimpi buruk, mimpi didatangi pocong, mimpi lihat kuntilanak.

Tante : rif, kamu betah-betah tinggal disini ya, rumah ini agak serem soalnya.
Saya : Owhhh pantes saja tante seneng banget kalo saya ikut numpang dirumah tante.

Sudah sebulan saya tinggal dirumah tante, meski ada kejadian-kejadian ganjil yang pernah saya temui seperti melihat seklebatan bayangan, suara anak kecil dimalam hari tapi saya sudah berjanji untuk tetap menemani tante tinggal dirumah tante.
Waktu hari kamis, tante dan anak tante beserta pembantunya pergi kerumah saudara tante, dan saya tidak bisa ikut karena ada kegiatan di kampus.

Sampe malam pun tante belum juga pulang, dan tante kirim pesan whatsapp katanya tante nginep dirumah saudara, dan perasaan saya makin gak enak ketika lihat kalender ternyata malam jum'at kliwon.
Untuk menghilangkan rasa takut saya, saya iseng-iseng browsing internet mencari teman buat ngobrol, saat sedang asik-asiknya chating, tiba-tiba terdengar suara gaduh diruang tv.
Saya berfikir tante pulang, perasaan saya senang sekali, langsung saja saya keluar kamar menyambut kepulangan tante, tapi apa yang terjadi, ruang tv sepi tak ada siapa pun, bulu kuduk saya langsung merinding, dengan tergesa-gesa saya langsung lari kekamar lagi.

Perasaan was-was, deg-degan terus menghantui saya, saya masih tak habis pikir karena tadi terdengar suara gaduh sekali diruang tv tapi setelah dilihat tidak ada siapapun.
Saya menghentikan kegiatan berinternet, sesegera mungkin saya ingin terlelap tidur agar malam ini cepat tergantikan pagi, tapi semakin saya memejamkan mata, semakin membuat saya sudah untuk tidur. ditengah rasa was-was, tiba-tiba saya mendengar suara anak kecil bermain. lagi-lagi, suara itu berasal dari ruang tv, tapi saya sudah tidak berani untuk keluar kamar, saya hanya mengamati suara itu dari balik selimut yang saya pakai.
Setelah beberapa menit, suara itu tiba-tiba hilang, tergantikan dengan kesunyian malam yang makin mencekam.

Karena rasa takut dan was-was membuat saya ingin sekali buang air kecil, ingin kekamar mandi tapi takut, jika ditahan pun entah berapa jam saya kuat menahannya.
Setelah sudah tak kuat menahan ingin buang air kecil, saya beranikan diri untuk kekamar mandi.
Saat melewati ruang tv, terlihat seklebatan bayangan melintas di samping saya, saat itu lampu ruang tv dalam keadaan menyala, saya memang sengaja tidak mematikan semua lampu dirumah ini agar suasana tidak begitu menyeramkan.

Saya tetap melanjutkan untuk ke kamar mandi meski rasa takut semakin menjadi-jadi, saat hendak masuk ke kamar mandi, dari arah belakang rumah terdengar suara benda jatuh yang sangat keras sekali, suara itu benar-benar mengagetkan ku, sampai-sampai keluar keringat dingin karena saking takut dan kagetnya.
Karena penasaran, saya urungkan niat masuk kekamar mandi dan berjalan kebelakang rumah untuk melihat apa yang terjadi.
Perlahan-lahan saya buka pintu belakang dan berusaha mengintip dari balik celah pintu, tapi tak kulihat apa pun, yang ada hanya kesunyian malam ditambah angin sepoi-sepoi yang dingin.
Saya pun beranikan untuk keluar rumah untuk melihat areal belakang rumah, baru saja saya melangkahkan beberapa meter menuju sekitaran belakang rumah, terdengar suara cekikikan dari atas pohon, suara itu tepat sekali dipohon yang ada didepan saya.

Kuntilanak Penghuni Rumah Tante Ira

Bulu kuduk saya sudah merinding sekali, pelan-pelan saya melihat ke atas,  dan benar apa yang ada dipikiran saya, saya melihat sesosok wanita berbaju putih yang agak lusuh sedang duduk didahan pohon yang sedang asik memainkan rambut sambil menggoyang-goyangkan kaki.
kkkkkkuuunnnnttilllllaaaanakkkkkkkkkkkkkkk...
Saya teriak sekencang-kencangnya sambil berlari kearah kamar tanpa sempat mengunci pintu belakang rumah.

Sesampainya dikamar, saya langsung masuk kedalam selimut dan berdoa sebisa saya, dengan rasa ketakutan dan was-was takut kuntilanak itu mengikuti saya, saya mencari HP saya buat minta bantuan teman supaya datang kerumah untuk menemani saya.
Saya bersyukur ada teman (hendro) yang mau menemani saya.
Baru 5 menit berselang, pintu ruang depan ada yang mengetuk, saya senang sekali karena itu pasti hendro yang sudah datang, tapi ada pesan whatsapp yang masuk dari hendro katanya dia sedang beli martabak dulu untuk cemilan.

Otak saya berfikir keras, kalau teman saya masih diperjalanan, terus siapa yang ketuk-ketuk pintu?.
Saya meminta ke hendro, kalau sudah sampai di rumah suruh kirim pesan whatsapp terlebih dahulu.
Selang 5 menit kemudian, suara pintu diketuk pun terdengar lagi, saya semakin takut karena tidak ada pesan whatsapp apapun dari hendro, saya tak menghiraukan suara ketukan itu, saya tetap didalam selimut sambil menunggu kedatangan hendro.
Setelah setengah jam menunggu, ada pesan whatsapp masuk dari hendro yang katanya sudah didepan rumah, saya pun langsung berlari kepintu depan, dan alhamdulillah setelah saya buka pintu depan, ternyata memang hendro yang datang, tapi hendro curiga dengan bau yang menyengat.

hendro : Bau apa yak rif?, kayak bau-bau pesing????...
Saya : hehehehehe... tadi gua kecing dicelana ndro, abisnya gua ketakutan banget liat kuntilanak dibelakang rumah..
hendro : wanjjriittttttttt..... ckcckkkkkk udah gede masih aja ngompol liat kek gituan hahahaahahahaha...

...........BERSAMBUNG.............



Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon