Main Petak Umpet Dikuburan

Perkenalkan nama saya rudi, saya tinggal disebuah desa yang agak terpencil di daerah  cerita angker ini terjadi pada tahun 2013 lalu yang tidak pernah akan saya lupakan kejadian itu.
Saya dan sahabat-sahabat saya sejak kecil (wawan,risdi dan edi) sama sama merantau dan tidak pernah bertemu selama bertahun-tahun, saat saya pulang kampung ternyata teman teman saya juga sudah berada dikampung,  saya sangat senang sekali karena bertemu sahabat kecil saya.
Untuk melepas kangen, wawan mempunyai ide buat main petak umpet di kuburan, dulu memang kami sering main petak umpet dikuburan. selain asik, kuburan juga merupakan tempat bermain kami yang paling nyaman, tak ada keramaian dan saat itu kami belum berfikir hal-hal yang aneh seperti penampakan atau kejadian ganjil lainnya.

Wawan : Sob, kita main petak umpet yuk dikuburan seperti kita kecil dulu???
Saya : Ayoooo, siapa takut!!!!
Risdi : Kurang asik kalo mainnya siang-siang sob!!! gimana kalo malam malam, malam jum'at kliwon??
Edi : Jangan nekat loe ris!! kuburan itu kan sekarang katanya angker!!!
Risdi : Iya juga sih, kata emak gw sering ada penampakan kuntilanak disekitar kuburan umum itu.
Wawan : Bodo amat lah, sekalian buat uji nyali kita!!!
Risdi : Oke lah.

Kami sepakat buat main petak umpet dikuburan yang kata warga sekarang ini angker, hari pertama kami main dikuburan memang tidak ada hal-hal yang ganjil yang kami temui, kami asik bermain petak umpet seperti saat masih kecil dulu, bahkan kami bermain hingga pukul 2 malam.
Hari kedua kami bermain petak umpet pas pada malam jum'at kliwon, saat kami sampai dikuburan umum, suasana dikuburan itu memang agak berbeda seperti kami bermain pertama kali, suasanya dingin dan sepi sekali, pas saat saya memasuki areal kuburan pun bulu kudu saya berdiri, perasaan yang agak aneh pun tidak dialami oleh saya saja, edi pun berasakan hal yang sama, dia malah minta pulang saja karena agak ketakutan tapi teman-teman memaksanya untuk tetap bermain.
Saat pertama bermain, edi dapat giliran untuk jaga dan saya berinisiatif untuk bersembunyu di ruang tempat untuk menaruh keranda mayat, saya berfikir edi pasti tidak berani mendekati rumah keranda mayat.
Baru 10 menit saya bersembunyi diruangan keranda mayat, ternyata edi sudah menemukan saya, dia berdiri tepat didepan masuk ruangan itu, tapi tak ada teriakan dari edi, dia hanya berdiri menatap saja sambil mengacung-acungkan telunjuknya, tapi seketika saja dia menghilang, mungkin dia mencari teman-teman yang lain.
Karena ketahuan, saja keluar dari ruangan itu dan berjalan ke arah tempat edi berjaga tapi saya mendengar teriakan edi dari arah depan katanya saya ketahuan.
Saya binggung sendiri, kan tadi edi sudah menemukan saya waktu bersembunyi diruang keranda mayat.
Saat itu saya sudah mulai merasakan ada hal yang ganjil, tapi saya tidak berani cerita ke teman-teman. karena saya ketahuan pertama kali maka giliran saya yang berjaga, 10 menit saya mencari tempat persembunyian teman-teman, saya meihat edi yang berjalan kearah saya, langsung saja saya teriaki edi kalo sudah ketahuan, tapi dia malah protes, katanya saya sudah menemukan dia saat dia ngumpet di dekat sumur tua diareal kuburan, saya makin heran, biar edi tidak takut, saya pura-pura hanya becanda saja.
Saat saya sedang berbica dengan edi, saya melihat wawan yang keluar dari persembunyian dengan wajah yang agak pucat, tapi wawan diam saja tak mau bicara, dan wawan meminta untuk gantian dia yang jaga.
Saya punya ide untuk bersembunyi di balik sumur tua yang ada dikuburan itu, saat saya sedang asik-asiknya bersembunyi, tiba-tiba ada yang mencolek saya dari belakang.
Saya berfikir yang mencolek saya itu si edi karena tadi si edi bersembunyi tidak jauh dari tempat saya bersembunyi. selang semenit saya dicolek lagi.

Saya : Ed, jangan colek-colek mulu.... diam saja napa!!!!!

Karena tak ada jawaban dari edi, saya langsung menoleh ke arah belakang, ternyata tak ada siapa pun dibelakang saya, bulu kuduk saya langsung berdiri, pikiran saya bertanya-tanya siapakah yang mencolek-colek saya dari tadi.
Karena takut, saya pindah tempat. saya berinsiatif bersembunyi dibalik pohon besar yang sangat tua umurnya, saat saya mendekati pohon tua itu, bulu kuduk saya semakin merinding, pohon itu sepertinya mistis sekali, sangat dingin.
Karena takut ketahuan, saya langsung tongkrong dibawah pohon tua itu, baru semenit saya berada dibawah pohon itu, tiba dari arah atas ada suara panggilan.
suara itu sangat asing sekali karena bukan suara teman-teman saya, karena penasaran, saya langsung melihat ke arah atas.
Astaghfirrlah....... saat saya melihat ke atas, saya melihat sesosok perempuan  berbaju putih sambil tertawa cekikikan saya saya melihat nya, jantung saya benar-benar mau copot saat saya melihat kuntilanak itu, wajahnya pucat dan banyak darahnya.

Kkkkuntiilllanakkkkkkkkkkkkkk.
Langsung saja saya berlari sambil berteriak-teriak, dan saya juga melihat risdi yang berlari di kegelapan malam sambil berteriak pocong.

Risdi : Poccooongggggggggggg, ada poconggggg..

Main Petak Umpet Dikuburan

Saya pun semakin kencang berlari karena saya yakin buka hanya saya yang melihat hantu di kuburan itu, kami berlari sekencang-kencangnya kearah rumah kami yang letaknya cukup jauh, saat sudah sampai dirumah kami menceritakan apa yang kami alami masing saat bermain petak umpet, ternyata benar dugaanku, teman-teman juga melihat penampakan hantu di kuburan tadi.












Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon