Tangisan Kuntilanak dan Penampakan Pocong Di Dapur Rumahku

Tangisan Kuntilanak dan Penampakan Pocong Di Dapur Rumahku-Cerita kali ini adalah cerita angker nyata dari teman sekampungku, cerita ini terjadi saat temen saya baru pindah rumah ke pelosok desa yang rumahnya masih sangat jarang sekali.
Langsung saja sob, berikut ceritanya :

Perkenalkan nama saya rahmat dari desa kranggen, kisah ini terjadi saat saya baru pindah rumah ke desa kranggen yang rumahnya masih jarang, bisa dikatakan dipelosok desa, bapak saya lebih memilih menjual rumah yang dikota dan pindah ke desa karena suasana didesa lebih asri, sejuk, dan tenang.

Bapak saya membeli rumah didesa dengan harga yang lumayan murah, meski ada beberapa warga yang menyarankan untuk membeli rumah yang lain atau membangun sendiri rumah di desa karena rumah yang bapak beli kata warga angker.
Menurut warga sekitar, satu tahun yang lalu ibu pemilik rumah tersebut meninggal didalam rumah itu karena tersetrum listrik dan arwahnya sering terlihat disekitaran rumah itu, bahkan sebagian warga ada yang tidak berani melintas rumah tersebut saat malam hari karena pernah melihat pocong dan kuntilanak disekitar rumah tersebut.

Pertama saya menempati rumah itu memang terlihat agak menyeramkan, apalagi ruangan kamar saya yang agak gelap karena tidak ada jendelanya, Meski agak sedikit takut tapi saya mencoba bersikap biasa-biasa saja, lagian sampai saat ini saya belum pernah melihat penampakan makhluk halus. Dalam hati saya malah saya penasaran sekali dengan yang namanya mahkluk halus, selama ini saya hanya melihat lewat film-film atau sintron genre horor yang menurut saya tidak begitu menyeramkan hehehehe.

2 minggu setelah kami menempati rumah itu, belum ada hal-hal ganjil yang saya temui, tapi kata ibu, mereka pernah mendengar tangisan wanita didapur  dan kelebatan bayangan putih di kaca depan rumah.

Pada hari rabu, tepatnya malam kamis saya ditinggal sendirian dirumah, ibu sama bapak pergi kondangan kerumah saudara, karena jarak yang jauh mereka nginep dirumah saudara.
Jadilah saya dirumah sendirian, sebenarnya saya ikut diajak juga tapi karena malas, saya putuskan untuk tidak ikut.
Entah kenapa, baru pukul 8 malam mata ini sudah mengantuk sekali, belum sempat menutup pintu depan sama belakang rumah, saya sudah ketiduran diruang depan.
Didalam tidur, saya bermimpi melihat sesosok wanita didapan rumah, wanita itu hanya berdiri menatap saya dengan raut muka memelas.
Wanita itu berdiri dibawah pohon rambutan yang letaknya tepat didepan rumah saya, saya hanya menatap penuh tanya ke wanita itu, saya tidak kenal sama sekali dengan wanita yang berbaju putih itu, semakin saya menatap semakin membuat saya merasa takut karena lama-lama wanita itu meringis sambil terus menatap saya.
Saat wanita itu tertawa cekikikan, tiba-tiba saya terbangun dari tidur saya.
Saya melihat kearah jam sudah menunjukan pukul setengah 12 malam, semua pintu rumah masih terbuka. Saya masih terbayang-bayang dengan mimpi yang saya alami barusan, karena mimpi tersebut membuat saya menjadi agak sedikit takut apalagi saat saya mencoba melihat kearah pohon rambutan tempat wanita itu berdiri didalam mimpi saya.

Belum hilang pikiran saya tentang mimpi yang saya alami, tiba-tiba saya mendegar suara sesengrukan seperti orang yang habis menangis dari arah dapur, kontan saja bulu kuduk saya langsung berdiri, rasa takut makin menghinggapi pikiran saya karena hanya ada saya dirumah, terus suara tangisan itu suara siapa?......
Dengan rasa takut, penasaran dan gelisah saya coba mendekati asal suara tersebut. Pelan-pelan saya melangkah kearah dapur asal suara tangisan itu, saya coba melihat keseluruh ruangan dapur.
Dalam remang-remang lampu dapur, saya melihat sosok wanita yang sedang duduk disalah satu sudut dapur, meski saya tak bisa melihat wajahnya karena tertutup rambut yang panjang tapi saya yakin wanita itu sama persis dengan wanita yang saya lihat dalam mimpi saya.

Tangisan Kuntilanak dan Penampakan Pocong Di Dapur

Badan saya langsung gemetaran, detak jantung semakin tak beraturan saat wanita itu menoleh kearah saya sambil meringis dan tertawa cekikikan. sontak saja saya langsung nerlari kearah depan. saya berlari sambil teriak-teriak tapi tak ada seorang pun yang mendengar karena memang saya dirumah sendirian.
Pas saya sampai diruang depan, badan saya langsung berasa lemas sekali saat saya melihat dijendela depan rumah terlihat sesosok pocong sedang berdiri menatap kearah saya, saya sudah tidak mampu berkata apa-apa lagi. kaki serasa berat untuk melangkah hingga tak sadarkan diri sampai ditolong warga dipagi hari nya.

********SEKIAN********


Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon