Cerita Hantu Boneka PUPA part 2

Cerita Hantu Boneka PUPA part 2-Cerita kali ini merupakan lanjutan dari cerita sebelumnya, buat sobat CHI yang belum membaca part 1 silahkan klik link berikut ini Cerita Hantu Boneka PUPA Part1.

Di tanah air dengan warna bendera merah putih. Molly mengunjungi panti asuhan Bina Karya, di sana molly menjumpai banyak anak-anak malang. Molly memberikan senyuman ke setiap anak anak panti, panti asuhan yang terisi dari 150 anak itu di berikan setidaknya sisa boneka dari panti asuhan negara lain.

Cerita Hantu Boneka PUPA part 2

Jumlahnya 500 boneka, semuanya berebutan untuk mengambil boneka-boneka yang lucu, ada satu anak wanita yang hanya diam dengan mimik wajah yang ingin sekali mendapatkan boneka, dari belakang iya di colek Molly, anak itu berbalik arah, molly menanyakan anak itu dengan bahasa inggris. anak wanita yang kira kira berumur 13 tahun itu ternyata bisa berbahasa inggris.
"Siapa namamu?"
"Aku Monika!"
"usiamu berapa tahun sayang??"
"13 tahun minggu depan."
"Oh... sayang. kamu ingin boneka?"
anak itu menunduk serta menganggukan kepala, pundaknya di pegang molly.
"ini untukmu, ini boneka kesayanganku. lihat rambut cokelat panjangnya yang indah. mirip denganmu kan sayang!!"
Anak itu tersenyum lebar.
"benarkah?. aku akan selalu merawatnya."
"Jaga dia!. dia punya nama juga."
"Siapa namanya?"
"Almarhum ayahku menamainya Pupa."
Anak itu memeluk Molly dan memberi ucapan terimakasih yang amat sangat, nampaknya anak itu sangat bahagia, seketika tatapan Pupa menjadi mencekam. Molly pun kembali ke amerika menggunakan pesawat pribadi miliknya, saat posisi masih di langit, pesawat Molly meledak dan menjadi pemberitaan di seluruh dunia.

Monika yang melihat berita menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya yang berisikan 10 orang anak.
salah satunya ada yang iri dengan boneka monika ia mau menukar boneka Pupa dengan boneka Babi, tetapi Monika tidak mau lalu di minta secara paksa, leher monika di cekik dan di beri ancaman, rambut boneka Pupa di tarik kencang oleh anak yang ingin menukarnya dengan boneka babi itu, tetapi mereka heran kenapa rambutnya tidak lepas.
Ia di bantu oleh tiga temannya, sedangkan teman sekamarnya yang lain hanya melihat dan ketakutan, anak yang meminta boneka pupa itu bernama Tika, lalu badan tika melayang dan terpental sampai kaca pecah dan jatuh dari lantai tiga kamarnya ke bawah halaman panti.

Anak anak yang lain hanya terkejut dan tercengang, teman tika yang lain melihat ke arah luar jendela dan berteriak histeris melihat tubuh Tika yang patah-patah dengan tulang keluar merobek kulit, semuanya turun ke bawah, tiga teman tika yang ikut membantu jatuh terguling di tangga, jari-jari mereka patah sampai harus di amputasi salah satunya ada yang kakinya nyaris putus.

Kenapa jatuh dari tangga bisa separah itu, semua pengajar bingung di buatnya, kejadian itu mulai membuat banyak anak panti merasa trauma dengan adanya kasus Tika serta temanya. Demi keselamatan, pemilik yayasan memerintahkan untuk memindahkan semua kamar ke bawah, Kini Monika tidur dengan 40 anak dalam satu kamar yang sebenarnya itu adalah ruang aula.
saat semuanya tertidur pulas Boneka Pupa mengelus kepala Monika yang sedang tertidur lelap, mata monika sedikit demi sedikit terbuka. dia merasa haus dia pun ke arah dapur untuk minum.

Saat berjalan di lorong lorong panti, ia di buat penasaran dengan anak berambut pendek sedang membawa boneka Pupa, dia mengejar anak itu sampai kehalaman taman belakang, anak itu duduk di ayunan dengan memainkan Rambut pupa.
Monika menegurnya. anak itu membelakangi Monika.
"Hey itu bonekaku. kalau kamu mau minjam bilang saja. pasti aku kasih. nama kamu siapa?"
lalu anak itu menghadapkan wajahnya ke arah Monika. wajahnya sangat menyeramkan
sambil mengeluarkan ekspresi sangat menakutkan anak aneh itu berkata memakai bahasa itali.
"ABRIANA. Ini boneka milikku!!!".
Monika teriak sekeras kerasnya, saat sadar ia ada di atas tempat tidurnya dengan di kelilingi guru penjaga dan temannya.
" Mana bonekaku. dia membawa bonekaku."
lalu guru penjaga memberikan petunjuk
"Itu boneka kamu sayang. dari tadi dia ada di kamar saat kamu di bawa kesini. kamu tadi teriak dan pingsan di halaman. ada apa sayang?"
"A..aku melihat anak kecil dengan wajah menyeramkan Bu!!. dia membawa bonekaku sampai ke taman"
"kamu hanya halusinasi sayang. mungkin kamu sangat lelah!,ayo tidur lagi!".

Jam menunjukan pukul setengah dua pagi, lampu pun di matikan, sinar matahari pagi membuat Monika terbangun, saat bangun ia memeluk Pupa erat-erat. Pagi menjadi siang mimpi para anak panti untuk mempunyai orang tua baru, dari halaman terlihat ada 5 mobil terparkir, dua orang dewasa menuju pintu panti asuhan Bina Karya, mereka ingin mengadopsi sala satu anak.

Kedua orang dewasa sebelum saya menjelaskan keperluan saya kemari, saya ingin tahu keadaan anak panti di sini sehat semua kan bu?".
dua orang ini terlihat sangat baik dan ramah wajahnya cantik dan tampan.
"oh, sehat sehat semua bu. lalu."
"Kami ingin mengsuh salah satu dari mereka."
"Oh. Puji Tuhan! tujuan yang mulia".
wajah bu Norma terlihat bahagia, dua pasangan ini tersenyum lebar penuh kegembiraan.
"sebelumnya pernah punya seorang anak ibu dan bapak?".
Mata bu Fera seketika berkaca kaca.
" Ya! saya memiliki dua orang anak sebelumnya. mereka meninggal. yang pertama memiliki kelainan jantung. dan kedua terjatuh di kolam renang."
"oh maaf sayang! mereka di surga, kalian mau lihat lihat terlebih dahulu!"
"Boleh kalo Bu Norma memgizinkan."
"ayo. kita ke halaman."
semua anak anak beristirahat dalam belajar.
Bu Fera melihat Monika yang sedang memeluk Bonekanya sambil berjalan dan memberi Senyuman.
"Anak itu cantik sekali, siapa namanya."
"yang mana bu Fera?"
"yang memegang boneka itu!".
" Oh namanya Monika. dia berada disini sejak umur dua tahun. dia keturunan california dan jawa. orang tuanya kecelakaan mobil."
"oh. boleh aku beebicara denganya?".
" Tentu!! saya panggil dia dulu ya!"
Bu norma menuju arah Monika, Bu Fera berbicara dengan suaminya.
"Anak itu lucu sekali sayang. cantik dan ramah."
"kamu tertarik denganya sayang?. sana ajak bicara dia! aku ingin melihat anak anak yang lain."
bu fera dan monika berbicara di sebuah bangu kayu, suaminya berjalan dengan bu norma untuk melihat anak panti yang lain.
"Siapa nama kamu sayang?".
" Aku Monika".
"boneka kamu cantik sekali sayang! sama sepeeti yang punya."
"terimakasih. ibu juga cantik".
" oh sayang!". Bu Fera memeluk Monika dengan erat, kembali ke ruangan Bu Norma.
dan memutuskan untuk mengadopsi Monika, semua anak panti memeluk Monika dan semua guru Panti mencium pipi Monika, serta memberikan tangisan haru atas kepergian monika untuk di adopsi.

Monika dan orang tua barunya sampai di rumah mewah milik Orang tua barunya, di rumah itu ada dua orang pembantu dan satu satpam.
"Monika kamu mau di kamar atas atau bawah sayang?". tanya Bu fera.
" Di mana saja bu Fera."
jawab monika dengan wajah lugunya.
"Hey Sayang. mulai sekarang panggil aku mamah dan pak david Papah. kami adalah orang tua mu."
"Baik mah." Monika mencium pipi Bu norma.
"ya! sekarang kamu naik di atas ada kamarmu. bibi sudah menyiapkan. besok kamu sekolah ya sayang."
Monika mengangguk bahagia, ia naik ke atas dan menuju kamarnya, monika merebahkan diri ke sebuah ranjang dan meletakan Boneka Pupa Di sampingnya.

Malampun tiba sekitar pukul 12 malam bu Fera mendengar Suara anak kecil menangis, lalu dia menuju kamar Monika dan membuka pintu kamar monika, ia melihat Monika sedang tertidur pulas dan menutup kembali pintu kamar monika.

Saat bu fera turun melewati anak tangga ia melihat boneka pupa milik monika, ia mengambilnya dan meletakan di samping tv, lalu bu fera meraih remot untuk menghidupkan tv, kejadian aneh mulai di rasa kembali, saat itu suaminya sedang ke luar kota tiga hari, tiba-tiba bu fera di kejutkan dengan tv yang gambarnya kabur dan jelas sekali teriakan anak kecil yang memilukan.

Bu fera terkejut dan berlari ke kamarnya dan menutup pintunya, saat di dalam ia menemukan anak kecil berambut pendek acak acakan sedang membawa boneka pupa menghadap ke arah kaca, bu fera menuju ke arahnya dan anak itu berlari kearah pintu sembari memperlihatkan wajahnya yang rusak.

BERSAMBUNG
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon