Cerita Hantu Boneka PUPA Part 3

Cerita Hantu Boneka PUPA Part 3-Cerita berikut ini merupakan lanjutan dari cerita sebelumnya, buat sobat cerita horor indonesia yang belum membaca cerita part pertama dan kedua, silahkan klik link dibawah ini untuk membacanya.
Cerita Hantu Boneka PUPA Part 1
Cerita Hantu Boneka PUPA part 2


Dan anak itu berlari kearah pintu sembari memperlihatkan wajahnya yang rusak, anak itu menembus pintu tetapi boneka pupa terlepas dari tangan anak itu dan terjatuh di dekat pintu karena tidak menembus.
Cerita Hantu Boneka PUPA Part 3

Wajah Bu Fera pucat dan berteriak, semua pembantu masuk kedalam dan menggotongnya ke ranjang, Monika mengangkat Boneka pupa dan kembali ke kamarnya untuk meletakan bonekanya di ranjang kamarnya, monika masuk lagi ke kamar Bu Fera dan tidur di samping Bu fera sambil memeluk bu fera.

pagipun tiba bu fera masih lelap, monika melihat Boneka Pupa di sampingnya ia bingung gimana caranya Pupa di sini seingatnya semalam ia menaruh Pupa di Kamarnya.
bu fera terbangun dan mencium Monika.
"Sayang Kamu sekolah ya hari ini. sana mandi dan bersiap".
"Mamah tidak Apa kan. apa yang sebenarnya terjadi?".
" Tidak Apa Sayang. sana mandi nanti keburu telat loh. inikan hari pertama kamu sekolah."
lalu Monika mandi dan memakai seragam baru.

monika berangkat sekolah, rumah sepi hanya Bu Fera yang ada di rumah, karena bibi sedang libur.
kejadian aneh mulai di rasakan Bu Fera, dari lantai atas iya mendengar suara seperi orang lompat lompat. Bu Fera Keluar dari kamarnya untuk mengecek ke atas kamar Monika, saat membuka pintu kamar bu fera tidak melihat siapapun, dari arah bawah bu Fera kembali merasakan hal aneh, TV di ruang Tamu menyala dengan suara yang sangat keras, ia melihat dari atas tak ada siapapun.
Bu fera terlihat tegang dan hatinya merasa tidak karuan, ia kembali ke bawah untuk mematikan TV lalu Seluruh lampu padam seperti terjadi konslet pada listrik.

Karena kejadian ini terjadi saat siang ia membuka tirai dan gordeng jendelanya, ia berdoa dalam hati supaya tidak jadi hal buruk, Bu Fera masuk kembali ke kamar serta meraih handpone nya dan menelpon suaminya, dari nada telpon terdengar bahwa yang ia telpon Sedang sibuk, pintu kamarnya terbuka dan seketika kepala anak kecil yang semalam ia lihat menggelinding di bawah kakinya sembari tersenyum dan bicara memakai bahasa itali.
"Angkat Kepalaku. dan cium aku ibu."
bu fera teriak sekencang kencangnya sambil melarikan diri untuk keluar rumah, tetapi Pintu terkunci,
lalu ia mendengar suara pintu terbuka dari arah kamar monika, di sana ia melihat anak berambut pendek dengan wajah menyeramkan itu menuruni anak tangga ke arah dia secara perlahan dan tersenyum penuh kejahatan di bibirnya, anak itu ingin memeluk Bu Fera lalu Bu fera menggedor pintu sambil berteriak histeris, rambut bu fera basah karena keringat dingin, ia merasa lemas dan terjatuh kembali.

Monika pulang sekolah dengan bus sekolah sembari melambaikan tangan kepada temanya, Monika melihat dari luar, di dalam gelap. ia mengetuk pintu.
"Mamah. Monika Pulang mah!!"
tidak ada sautan dari dalam.
monika nekat masuk dari jendela dapur. dan memanjat dengan bangku santai di halaman belakang rumahnya, saat sudah di dalam ia merasa sangat aneh, ada suara nada anak kecil menyanyi bahasa itali. Monika hanya terdiam dan berekspresi tegang, karena iya yakin itu suara anak wanita yang ia lihat saat di panti dan membuatnya terjatuh pingsan.

Monika terus berjalan dengan kondisi gelap, ia menuju laci di dapur untuk mengambil sebuah lilin dan menyalakannya.
"Mamah. Monika pulang." sambil berjalan monika tidak melihat siapapun.
seketika dari pintu dapur ia mencium bau busuk. ia melihat Bu Fera berjalan ke arahnya sambil menunduk.
"Mamah!! aku sudah pulang. tadi aku dapat nilai A++"
reaksi bu Fera masih sama dan tiba tiba melihatkan wajahnya yang timbul dengan urat kecil, matanya bewarna putih dari mulutnya mengeluarkan cairan hitam sambil menjulurkan tangannya lalu berlari ke arah Monika, Monika berteriak kencang, seketika lampu menyala dan Sosok Bu Fera yang asli memeluknya.

Ia berdua berlari ke arah mobil dan pergi menemui teman bu Fera, ia berjumpa di sebuah Cafe.
Teman bu fera sangat baik ia memeluk bu fera dan mecium kepala monika, saat di meja bu Fera mulai bercerita dengan penuh ketakutan, Monika di luar melihat jalan sambil menjilat ice cream
"Tessa. gue di ganggu begituan di rumah."
"Di ganggu apaan sih?".
" Mukanya hancur. rambutnya pendek acak acakan."
"Lu kenapa si Fer?."
"Gue gila Tes, Gue Bisa Gila."
Wajah Teman bu fera yang bernama Tessa tercengang sambil melihat ke arah wajah bu fera.
"Tenang. Gue bantu lu!" Bu Tessa memberi ketenangan.
mereka bertiga kembali ke rumah Bu Fera, ia tiba saat sore ingin menjelang maghrib, saat ia membuka pintu dari dalam terlihat boneka Pupa sedang menunggu, monika ingin mengambilnya, Bu Tessa menghalangkan. "jangan sayang!. boneka itu sudah terkutuk."
lalu bu Fera bertanya dengan nada tidak percaya.
" lu sakit tess? itu boneka anak gue. gue makin enggak paham sama hal ini."
bu Tessa memejamkan mata sambil berdoa, boneka pupa melayang dan mengarahkan badanya ke wajah bu tessa, bu Tessa melemparnya. Boneka pupa melayang ke atas ke dalam kamar monika, bu Tesa lari ke atas dan menghampiri kamar Monika, saat ingin masuk pintu terbuka dan anak kecil berambut pendek mendorong bu Tessa. ia terjatuh ke bawah, darah keluar dari mulut bu tessa, ia mati mengenaskan dengan kepala memutar ke belakang.

Monika dan bu Fera teriak sekencang kencangnya sembari menangis, Bu Fera memeluk Monika dengan kuat, suasana makin mecekam situasi menjelang malam, lampu satu persatu pecah, bu Fera memberanikan diri untuk berlari ke atas mengambil boneka pupa dari kamar Monika. Bu Fera merintahkan Monika untuk menyiapkan Korek Dan bensin cadangan di dalam laci dapur.
"sayang kita berdoa. memecahkan masalah ini bersama. ayo ambil korek dan cairan biru yang ada di laci!."
Monika menganggukan kepala sambil berlari ke arah dapur, Bu fera membawa boneka Pupa Ke halaman rumahnya, ia melihat Monika dengan wajah yang berbeda, wajah monika menyeramkan ia memberi senyuman misterius ke arah bu Fera. badan dan rambut monika lepek dan tercium bau bensin yang menyengat, monika menyalakan korek. Bu fera berlari dengan menjatuhkan boneka Pupa dan ke arah monika sambil berteriak.
"Jaaaangaaannn!!!"
Api tidak membakar Monika melainkan boneka Pupa yang terbakar, Monika berteriak seperti kepanasan, lalu arwah anak kecil berwajah mengerikan itu keluar dari tubuh monika dan masuk ke dalam boneka pupa yang berkobar api besar. Bu Fera memeluk kencang Monika yang basah karena bensin, Bu fera terus mencium Monika sambil keluar dari gerbang rumahnya dan menelpon polisi dan pemadam kebakaran.

karena rumput halaman depan rumahnya di lalap api besar, tak lama suara lampu sirene datang dan menyemprotkan api di halaman rumahnya, salah satu polisi berbicara ke bu Fera.
"untung kebakaran ini hanya di depan halaman rumah ya bu!!"
bu Fera mengangguk lemas sambil memeluk Monika yang basah serta gemetar ketakutan, saat api padam semuanya melihat boneka pupa masih mengeluarkan api, sampai air di semprokan banyak ke arahnya, api tidak padam masih membakar boneka.

Bu Fera mencari informasi, ia browsing lewat laptop polisi tentang Boneka pupa, ia menemukan jawaban bahwa pupa berasal dari itali, boneka pupa seketika padam dan bu Fera menyuruh pihak keamanan untuk mengangkat sisa boneka pupa yang hangus ke dalam sebuah plastik dan di bawa ke kantor polisi.

Tidak semudah itu mobil polisi yang membawa sisa boneka pupa hampir celaka dan menemui ajal untung terkendali, suami bu Fera pulang dan mencium kedua orang tercintanya Bu Fera dan Monika. Bu fera menangis kejar sambil memeluk erat suaminya pak david, pak David mengelus rambut bu Fera sambil menggendong Monika, mereka kembali ke rumah dan tidur bertiga satu kamar satu ranjang sampai pagi.

Bu fera datang ke kantor polisi bersama pak david dan monika, ia membeli sebuah peti berukuran Boneka Pupa dan meletakan sisa boneka pupa yang hangus ke dalam peti tersebut lalu mengirimnya ke itali lewat pesawat terbang, Boneka pupa itu di kuburkan ke tempat Negara asal pembuatanya Yaitu Italia.

Monika tersenyum lega, keluarga kecil Bu Fera Dan Pak David berbahagia karena sekian lama mereka menanti bayi kini bu Fera Kembali mengandung Anak, Monika di buatkan Boneka Special oleh bu fera dan ia namakan Sebagai PIAH!.

_The End_
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon