Cerita Seram Diculik Wewe Gombel

Cerita Seram Diculik Wewe Gombel-Dulu waktu aq masih kecil, kisaran masih seumuran anak TK, kira2 tahun 1997 di desaku sedang heboh karena ada seorang bocah yang di gondol wewe gombel.
Kronologinya, si anak yang di gondol wewe gombel ketika hujan rintik2 menjelang sore hari (surup). Si anak ini melihat gerobak bakso lewat depan rumahnya sebut saja namanya Ramono. Nah, anak ini pengen beli bakso, akhirnya minta uang pd ibunya. Namun si ibu malah ngomel2 gak karuan dan si anak malah dapat cubitan dr ibunya. Si anak menangis menjerit. Oh iya anak ini berumur 8 tahun. Karena tangisan semakin keras si ibu malah marah gak karuan, dengan hati kesal, si anak kabur dari rumah alias purek. (Kisah ini di ceritakan oleh ibunya).

Cerita Seram Diculik Wewe Gombel

Si anak lari ke pematang sawah, biasa anak jaman dulu maennya kesawah klo gak ke lapangan. Dia lari terus. Padahal waktu itu hujan rintik2 dan waktu sudah sore. Tiba2 ia bertemu seorang wanita di gubug sawah. Padahal suasana sawah pada waktu itu udah sepi. Para petani udah pulang.
Si wanita melambaikan tangan ke anak itu sambil memanggil2 namanya, lalu si anak ini menghampiri wanita tersebut. Lalu si wanita, menanyai, knp menangis dan sore2 gini main di sawah. Lalu Ramono menceritakan awal kejadian. Maka di ajaklah Ramono ke rmh wanita tersebut. Di sana, Ramono terkagum kagum dengan kemewahan rumahnya. Jaman itu, rumah masih sederhana. Nah ini mewah pokoknya. (Di ceritakan oleh Ramono) di sana Ramono di jamu makanan yang enak2.

Sementara di tempat lain. Si ibu kebingungan mencari anaknya, sementara suaminya masih kerja dan belum pulang. Maka lapor lah ke kerabat terdekat. Hingga mencari ke rumah2 temennya, tapi nihil hasilnya. Hingga adzan maghrib tiba, Ramono tak kunjung pulang. Karena khawatir, pergilah ibu ke rumah orang pintar di temani beberapa sodaranya. Dan menurut penuturan org pinter, Ramono klalap alias di gondol barang alus. Sementara suaminya yang pulang kerja, juga ikut bingung mengetahui hal ini. Org pinter ini menyarankan, agar seluruh warga mengadakan upacara "Bluk Bluk Neng" atau tradisi menabuh bebunyian dari peralatan dapur berupa wajan, dandang, bakul nasi, entong dan lain2.

Akhirnya seluruh warga bergegas membuat bluk bluk neng.

Tepat sesudah isya, warga berkumpul di rumah si korban hilang. Dengan di bimbing tokoh desa. Akhirnya bebunyian itu berbunyi bersahut sahutan meramaikan suasana desa yang gelap. Sambil memanggil manggil Ramono. Akhirnya, tampak suara Ramono terdengar. Para warga mengikuti arah suara Ramono yang sedang cekikikan tertawa.

Hingga akhirnya warga tertuju di hutan barongan, yang di tengahnya ada pohon Ngas yang besar. Pohon Ngas ini mirip pohon mangga.

Suara peralatan dapur di tabuh bertalu talu. Terlihat sesosok gombal (kain), jatuh dari pohon. Warga njenggirat kaget. Lalu terlihatlah Ramono nangkring di atas pohon ngas. dia seperti orang linglung.

Ayahnya pun memanjat pohon itu, dengan di bantu warga. Akhirnya dengan segala rintangan, Ramono selamat dalam keadaan linglung.

Warga terus membunyikan tabuhan peralatan dapur terus menerus. Sementara Gombal (kain) yang terjatuh itu, menggulung seperti bola, lalu menggelinding dan hilang di semak2. Sementara ibu Ramono jatuh pingsan, melihat anaknya kaya gak waras.

Beberapa jam kemudian, Ramono berhasil di bawa pulang. Sesampai di rumah, terlihat ada beberapa ustadz. Dgn bacaan ayat2 Suci. Ramono akhirnya tersadar. Lalu ia menceritakan, hal2 yang terjadi. (Seperti tertulis di atas). Lalu sang Ustadz memberi minuman air putih yang telah di beri doa. Namun alangkah terkejutnya, Ramono seperti orang ayan, matanya mendelik seperti kesurupan. Dan tak bebeapa lama, Ramono memuntahkan semua makanan yang ada di dalam perut. Ternyata isinya kotoran sapi. Warga terbelalak kaget. Sambil nyebut Asma Allah. Jadi kesimpulannya, selama Ramono di gondol wewe gombel, ia di beri makan dari kotoran sapi. Namun terlihat seperti makanan enak di mata Ramono.
Setelah Ramono memuntahkan semua isi perut. Dia tertidur pulas. Ke esokkan harinya, keluarga Ramono mengadakan Slamatan atau Metri. Tak lupa, Ramono juga di bawa ke Puskesmas.

Hingga 1 minggu kemudian. Ramono berangsur angsur sembuh. Dan kembali menjadi anak seperti biasa. Namun teror wewe gombel menghantuinya, tepat saat ia sudah sembuh. Tiap malam Ramono nglindur. Suka Jerit2 sendiri. Kadang ada mimik ketakutan, sambil tangannya menunjuk arah pojok pintu.
Ia seperti melihat wanita berambut panjang, muka pucat, dan (maaf) dengan payudara yang besar hampir menyentuh lantai.
Seorang paranormal bernama Mbok mintarsih,  menyarankan agar tiap sore bakar diyang (urup urup) di taruh depan rumah. Jangan lupa di kasih lirang atau belerang. Dan menjelang sore hari, tritisan (pinggir) rumah di sebar garam.

Hingga akhirnya kejadian aneh pun tak muncul kembali. Dan Ramono kembali normal seprt anak2 yang lain.

SEKIAN
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon