KKN Didesa Terpencil Part 2

KKN Didesa Terpencil Part 2-Setelah beres2 kami berkumpul kembali di ruang tamu karena ini hari pertama kami datang ke desa ini.kami memutuskan utk observasi keliling desa dulu agar tau tentang keadaan desa ini.
Aku pergi bersama indah ferli nindi dan feri karena kami 1 fakultas dan nanti kami akan merencanakan proker individu dan sepakat akan terus saling bantu.tdk ada saingan dalam hal ini.
Desa ini tdk terlalu luas namun karena kebanyakan masih pohon dan hutan seolah2 kami berjalan sudah jauh sekali.
KKN Didesa Terpencil Part 2

Lalu sampai kami diujung desa ..ada pagar bambu yg menyilang ditengah2 nya.dan ada tulisan desa kramat lalu diberi tanda silang merah yg cukup besar.
"Eh,,itu jangan2 desa yg dibilang pak ponidi tadi ya?yg angker gitu..hiiiii"kata feri bergidik ngeri.
"Kayanya sih gitu deh..kok cuma dipalang gini aja ya?masih ada akses keluar masuk dgn mudah donk ini.kalo ada orang gak tau bisa masuk desa tak berpenghuni itu ya. Bahaya bgt sih??"kata nindi ikut ngeri juga.
Samar2 aku melihat beberapa gerombol anak kecil yg diam mematung dgn wajah pucat dan bersimbah darah ada didesa itu.mereka melambai lambaikan tangan mereka kepada kami.
Kulihat teman2ku diam tak merespon.berarti hanya aku yg lihat.
"Udah yuk..balik aja..kita keliling lagi.."ajakku sambil berlalu pergi.
Mereka akhirnya mengikutiku pergi.
Setelah berjalan mengelilingi desa.kami kembali ke posko kami.
Disana teman2 yg lain juga sudah berkumpul.
"Gmn?kalian udah nentuin proker pribadi kalian ?"tanya wicak begitu kami sampai.
"Udah kok.."hanya aku yg menjawab.
Mereka masih mengambil nafas karena kelelahan.
Beruntung indra sering mengajakku lari pagi setiap hari ,sehingga aku terbiasa dgn kegiatan diluar seperti ini.
"Ya ampun..mirip ikan keabisan udara kalian.."ledek faizal.
"Gila..ni desa luas bgt.. Pohon doang isinya lagi.."gerutu feri.
"Lebay lu.."sahutku mengejek nya.
"Kamu gak capek nis?"tanya indah.
"Capek..tapi ya gak segitunya kali..makanya pada dibiasain olahraga.baru jalan segitu aja udah bengek!!"kataku ke mereka.
"Iya,,yg tiap pagi di samperin joging ama babang indra..ngerti deh.."ferli malah balik meledekku.yg lain senyum2 dan menatapku karena aku menjadi diam akibat ferli meledekku.
"Oh iya cak..soal proker kelompok gmn?udah ada ide?"tanyaku ke wicak sengaja mengganti topik.
"Eum...kamu sendiri ada ide apa?aku sih udah ada beberapa ide nis.."dia malah nanya balik.
"Tadi aku liat batas desa ini sama desa sebelah,cuma dipalang bambu gitu aja.asal2an gitu kesannya.gmn kalau kita bikin batas desa juga,biar antara desa ini sama sebelah Jelas gitu batasnya.kata pak ponidi ,desa itu bahaya kan,takutnya ada orang yg nyasar trus malah masuk kesana..kan kasian.."saranku.
"Good idea nisaa..ada lagi gak?"tanya wicak.
"Eumm..itu dulu deh kayanya.paling sama penerangan jln..lampunya dikit bgt.trus juga kurang terang deh menurutku.masa lampu jalan pake bohlam yg warna kuning.redup kan...."tambahku.
"Oke..aku catet nih..mungkin ada lagi yg mau menambahkan?"tanya wicak ke yg lain.
Kami berdiskusi sampai sore.
Dan setelah selesai.aku segera mandi karena rasanya badanku lengket sekali.
Kuraih handuk dan baju ganti,tak lupa peralatan mandiku juga.
Aku masuk kamar mandi yg ada disebelah kanan.soalnya yg kiri seperti nya ada yg mengisi karena pintunya tertutup.
Airnya segar sekali rasanya.aku juga keramas.
selesai mandi ,aku mengelap tubuhku dgn handuk dan segera memakai baju ku juga.tapi tiba2 kaki ku tersangkut sesuatu.
Kulirik ke bawah ada rambut dilantai yg lumayan banyak.
Kuraih 1 helai.
Perasaan rambutku udah lama gak rontok.lagian ini juga kok panjang bgt ya.disini yg rambutnya panjang kan cuma aku.tapi juga gak sepanjang ini deh.rambut siapa ini?
Aku masih berfikir siapa pemilik rambut ini.namun dari arah samping kiriku aku merasakan bayangan hitam yg perlahan turun dari atas.seperti rambut yg panjang sekali.
Kulirik perlahan..
Deggg!!
Aku melihat sosok wanita yg berdiri terbalik dgn rambut hitam ,panjangnya bahkan hampir 1 meter.wajahnya pucat tanpa ekspresi.
Sontak aku panik.namun saat aku akan membuka pintu ,pintu seperti terkunci.
'Braak.braaak.braaak!!!"
"Toloooongggg..bukaaain pintu.....temen2!!!! Bukaaaaaa!!"teriakku sambil memukul2 pintu tak berani melihat kebelakang.
"Nis,,kenapa??"teriak faizal dari luar.
"Ke konci kek nya..gak bisa dibuka..tolongin donk..."pintaku mencoba utk tenang.
"Ya udah,kamu mundur aku dobrak nih.."
"Duh..kok pake mundur sih..."kataku takut.
"Ya mundur nis..nanti kamu kena pintu gmn?pas aku dobrak nanti??"
"Oh iya ya.iya deh..cepet ya zal..."pintaku.
Aku kemudian mundur namun berusaha menutupi wajahku agar tdk melihat sosok yg masih ada disana..
Braaaaakkkkk
Dgn sekali tendangan faizal ,pintu berhasil dibuka.dia ini atlet karate.jadi tdk heran kekuatannya sehebat itu.
"Allaaahuu akbaaar!!"pekiknya setelah pintu terbuka.
Kulihat faizal melihat sosok itu juga.
Aku lari keluar sambil menarik faizal.
"Nis..itu tadi siapa?"tanyanya dgn wajah pucat.
"Mba kunichan... Mau kenalan??"kataku mencoba tenang.
"Hah??kok bisa ada tuh mbak disini ya?"tanya faizal heran.
"Mana ku tau..tadi kamu ga nanya sekalian??"jawabku.
"Ihhh..serem deh..."katanya dgn ekspresi ngeri.
"Eh..gak usah bilang siapa2 dulu soal tadi.tar pada heboh malah berabe.."pintaku.
"Iya,beress.."lalu kami kembali ke depan berkumpul dgn yg lain.
Utk makan malam.hari ini kebetulan bu kades sudah mengirimkannya utk kami,dgn alasan kami baru sampai dan belum mengetahui dimana letak warung penjual sayuran.
Setelah sholat maghrib ,kami bersama2 makan di ruang tamu.
Ruang tamunya luas,jika disekat bisa jadi 2 ruangan ini.
"Eh,,gue penasaran deh sama desa sebelah.kaya apa ya bentuknya.berasa kek di chernobyl ya guys kalo kita masuk kesana.bedanya chernobyl kena radiasi nuklir,desa sebelah radiasi makhluk astral.hehehe"kata lukman ngaco.
"Gak usah macem2 deh pake penasaran sama tu desa.. !!"kata yola judes.
"Kenapa?kamu takut ya??"timpal lukman.
"Ih enggak..ngapain sih kurang kerjaan bgt.kita urus aja kkn kita yg bener,gak usah ngurusin hal gak penting!!lagian mana ada sih setan!!kalo ada sini ketemu aku!!"kata yola sombong.
"Yola!! Gak baik ngomong gitu!!"kataku setengah berteriak.
Brrrraaaakkkk!!
Terdengar seperti suara pintu yg ditutup kencang dari arah belakang.
Kami saling pandang.dan wajah kami berubah pucat karena suara itu.
"Mampus lu..ngamuk tuh setannya..jangan takabur gitu makanya!!" acong menggurui yola.
Dan anehnya yola biasa aja.dia seolah2 benar2 tdk takut.
Wah,keren..
"Eh,gue beneran gak takut!!mau bukti??"tantang yola.
"Ya udah buktiin.."kata acong.
Yola berjalan ke belakang sendirian.memeriksa asal suara tadi.
"Wah,keren tuh bocah.."gumam feri.
"Kalo ada apa2..aku gak ikutan ya.."kataku lalu ngacir ke kamar.
Wicak hanya menatapku diam.
kulihat dibelakang ,sosok tadi yg dikamar mandi sedang berdiri di pintu dapur dgn tenang sambil menatap kami.karena posisi ruang tamu sampai dapur tdk diberi batas apapun.jadi dgn mudah kami dapat melihat kegiatan didapur,begitupula sebaliknya.
"Nis,,tungguinnn."teriak ferli ikut menyusulku.
Indah & nindi juga ikut masuk ke kamarku.
Sedangkan yg lain masih duduk diteras,melihat yola.
"Heh nis!! Ada apa sih?kamu liat sesuatu kan??"tanya ferli begitu kami ada di kamar.
"Iya,,bentar lagi kesurupan pasti tu anak.macem2 aja pake ngomong kek gitu sih?heran!!"gerutuku kesal.
"Terus kalo dia kesurupan gmn nis?sapa yg nolongin donk"ferli khawatir sekali.
"Ada wicak inih..dia bisa kok.."kataku santai.
eh iya gak yah?ah tau ah..
"Masa??"indah tdk percaya.
"Liat aja nanti.."kataku lalu kuambil proposalku dan mulai mengerjakannya.
Tak berapa lama..
"Aaaaaarrrrrhhhhhh"
Terdengar bunyi geraman dgn suara yg berat diluar.
"Nah kan?"kataku sambil menatap mereka.
Indah membuka pintu sedikit lalu mengintip.
"Wah..kacau..yola ngamuk!!"kata indah.
Terdengar bunyi berisik diluar.
Braaak !!
Indah menutup pintu dgn segera lalu menguncinya rapat2.
Dia melotot sambil memegangi dadanya dgn nafas tersengal.
' Duuuk...!!duuuukk!!duuukkk!!'
Pintu kamar kami digedor2.bahkan seperti berusaha di dobrak.
Lalu indah,ferli& nindi menahan pintu dgn tubuh mereka.
"Nis.. Gmn donk ini!!"teriak ferli panik.
"Ga tau...jangan tanya aku donk.."kataku lalu ikut menahan pintu seperti mereka.
Perlahan pintu kami sudah aman.
Terdengar teriakan dari arah luar.sepertinya keadaan gawat.
"Gmn?kita keluar gak nih?"tanya indah menatap kami.
"Terserah kalian deh."aku pasrah kali ini.tdk tega juga mendengar yg lain kesulitan diluar.
Akhirnya kami putuskan keluar kamar,mencoba membantu yg lain.
Diluar suasana kacau.kursi berjatuhan disana sini.dan ternyata yg kesurupan bukan hanya yola,tapi agus juga.
"Nis,,bantuin yola yaa.."pinta wicak yg sedang kewalahan memegangi agus yg ngamuk dan melukai lukman hingga kepalanya berdarah.entah apa yg dia perbuat tadi.
"Ndah,,kamu kerumah pak ponidi coba??minta bantuan..aku takut yg kesurupan makin banyak.."pintaku lalu meraih yola yg berteriak histeris dipojokan .
Indah mengangguk dan mengajak ferli.mereka pergi setengah berlari.
Aku memegangi yola dibantu acong dan nadia.
Kubacakan beberapa doa kepadanya.saat tangan yola lepas dari pegangan acong ,yola hampir mencekik leherku,namun dia seperti kepanasan saat menyentuh kalung pemberian indra.
Aku ,nadia dan acong terus memegangi yola sambil membacakan beberapa ayat suci alquran.
Tak lama pak ponidi datang bersama beberapa warga dan ada seorang ustadz juga.
Kemudian yola dibacakan beberapa doa lalu ustadz seperti menarik sesuatu dalam diri yola.dalam sekejap yola melemas kemudian pingsan.
Lalu gantian agus yg dibacakan doa oleh ustadz dan agus juga tak lama sadar sambil memegangi kepalanya.
Lukman yg terluka langsung kami obati ,beruntung lukanya tdk dalam.hanya robek sedikit saja.
"Lain kali jangan diulangi lagi ya mba.."kata ustadz menasehati yola.seolah tau apa yg yola lakukan tadi.
Yola hanya menunduk menyesali perbuatannya.
Setelah semua tenang,warga kembali kerumah masing2.
Kami pun akhirnya istirahat juga karena lelah akibat kejadian barusan.
Baru hari pertama udah gini sambutannya...

-BERSAMBUNG-
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon