KKN Didesa Terpencil Part 4

KKN Didesa Terpencil Part 4-Setelah kejadian yg cukup membuat jantung kami fitnes, kami kembali ke posko kami. Hari sudah sore,sehingga diposko sudah ada beberapa teman kami yg sudah selesai proker.

KKN Didesa Terpencil Part 4

Aku,feri dan ferli duduk diruang tamu bersama yg lain. Aku masih berusaha mengatur nafasku yg tersengal. Bayangan sosok bapak tadi begitu mengerikan , membuatku terus terngiang akan sosoknya tadi. "Nis,, udah selesai proker kamu?"tanya wicak. Aku yg masih memandangi langit2 ruang tamu tak meresponnya. Sampai ferli menyenggol kakiku keras.
"Apaan sih fer.."gerutu ku.
"Ditanyain wicak noh..ngelamun aja!!"kata ferli lalu beranjak masuk ke kamar.
"Eh..gmn cak?nanya apa tadi?sori aku gak fokus."kataku sambil membetulkan posisi duduk ku.
"Jangan mikirin yayank terus makanya.." ejek acong sinis.
Aku diam saja tdk menanggapinya.nggak penting pikirku.dia hanya ingin mencari perhatianku saja.
"Aku tadi nanya,proker kamu gmn?udah kelar?"tanya wicak.
"Oh itu,udah tadi,sebagian sih cak..besok lanjut lagi.."jawabku.
Tak lama lukman masuk ke rumah.
"Eh..kalian yg tadi bikin keributan deket sungai ya?"tanya lukman yg baru masuk kerumah.
Aku dan feri saling lirik. "Keributan apa emang?"tanya wicak penasaran.
"Tanya aja tuh feri..aku males bhs..bayangin aja bikin aku pusing..aku mandi dulu ah.."kataku lalu meninggalkan mereka.
feri menjelaskan apa yg kami alami barusan ke mereka. Dan aku tdk begitu tau bagaimana reaksi mereka karena aku keburu masuk kamar utk mengambil baju ganti dan akan segera mandi.
Sampai didapur kulihat faizal sedang membuat kopi. "Mau mandi nis??"tanyanya basa basi.
"Iya zal..wah ..seger bgt kopinya.."kataku.
"Mau?"
"Boleh donk.kalau mau bikinin sekalian"kataku sambil senyum.
"Iya deh,sekalian nih.. Kirain kamu gak suka ngopi nis.."
"Kadang kadang aja zal.kalau lagi pengen aja sih.."lalu aku membuka pintu kamar mandi.
Kosong.
Entah kenapa aku masih teringat kejadian kemarin. Semoga tuh mba kunichan gak nongol lagi..
Please ,mba...aku udah cukup spot jantung gegara temen mba nongol disungai. Mba nya jangan ikut bikin jantungku fitnes lagi ya..please...biarkan aku mandi dgn tenang. Kataku dalam hati.
Faizal yg melihat gerak gerikku aneh ikut mendekat dan melongok ke dalam kamar mandi.
"Tuh mbak kunichan gak nongol lagi kan nis?"tanyanya sambil memperhatikan skitar kamar mandi.
"Smoga sih enggak ya zal..eh.. Tungguin donk..jangan kemana2 dulu..takut kejadian kemaren keulang lagi.kan gak lucu kalo aku kekonci lagi didalem..."pintaku memelas.
Faizal menarik nafas panjang dan menghembuskannya dgn berat. "Iya deh.. Aku tungguin disini..tapi jangan lama lama lho nis.."kata faizal.
"Siaaap.. Bentar doang kok.. janji ya zal,jangan ninggalin.."kataku lagi sebelum masuk ke dalam.
"Iya,,bawell.. Udah cepet ah.. Horor juga nungguin disini sendirian..buruuu..."kata faizal.
Aku lalu segera mandi.kali ini aku berusaha secepat mungkin mandi,aku tdk ingin terlalu berlama lama disini.
Ceklekk
Pintu kamar mandi kubuka.dan kulihat faizal masih disini sambil menyeruput kopinya.
"Udah?"tanyanya saat melihatku keluar kamar mandi.
"Udah..thanks ya zal.."kataku.
"Ya udah yuk,kedepan.."ajaknya sambil membawa kan juga cangkir kopi milikku.
Setelah aku menaruh baju kotor dan peralatan mandiku dikamar,aku lalu ikut diteras bersama faizal.disana ada wicak,acong,lukman dan agus juga.
"Eh,ladies pada kemana nih?kok sepi?"tanyaku ke mereka.
"Masih proker kayanya deh..belum balik."sahut agus yg sedang merokok diteras.
"Nis,beneran tadi disungai ada penampakan?"tanya lukman serius.
Aku diam sesaat dan memandang wajah mereka satu persatu. Mereka menunggu jawaban dariku. "Iya, tadi feri udah cerita kan?"tanyaku balik.
"Udah sih.cuma cerita sekilas.lagian tu anak kan suka lebay.."kata lukman sambil menyeruput kopinya juga.
"Ih nyeremin bgt yah..mana kita kudu disini sebulan.masih lama lagi.huft"gerutu agus.
"Nggak usah jauh2 ke sungai,disini aja ada kok.."sahut faizal keceplosan kayanya dia. Ku sikut dia karena aku duduk disampingnya. Dia tersadar lalu menutup mulutnya dgn tangan kanannya.
"Hah?disini juga ada?beneran zal?dimana??!!"tanya lukman penasaran. Aku melotot ke arah faizal,dia malah nyengir. "Keceplosan nis..maap"katanya sambil cengengesan.
Faizal menceritakan kejadian kemarin.wajah mereka menjadi serius sekali.
===== 

Setelah sholat maghrib berjamaah,kami berkumpul di ruang tamu. Lalu nadia tiba2 memegangi perutnya. "Duh..mules..temenin yuk"katanya menatap kami satu persatu. Aku menunduk pura2 tdk mendengar.yg lain pun demikian.gila kali ya,masa malem malem begini ke belakang rumah.kebon semua gitu lho.
"Nis,,yuk ah,temenin"pintanya karena aku duduk disampingnya.
"Duh,na..gak bisa ditahan ampe bsk aja?"kataku menolak nya halus.
"Udah diujung nis..ayok donk"rengeknya.
"Pegang batu aja."kataku asal. Aku pernah denger,ada mitos aneh yg bilang,kalo kita kebelet pup trus kita genggam batu ditangan,bakal bisa ilang rasa kebelet itu.entah bener apa nggak.hahahaha.
"Buset nis.. Percaya aja hal kaya gitu..udah yuk ah.. Bentaran doang..."rengek nya
"Ya udh deh"kataku pasrah. Kasian juga liatnya.
"Yuk,aku temenin juga.."kata acong tiba2.
Duh,kenapa harus dia sih??males bgt aku nya. "Zal..ikut juga yuk.."ajakku ke faizal.
"Hah??duh nis.. Kalian aja napa!!"kata faizal menolak.
"Ya ampun zal..lebih rame kan lebih asik..jadi gak takut"pintaku memelas.jujur aku lebih takut sama acong timbang makhluk astral.
Akhirnya faizal mau juga setelah ku bujuk. Kami berempat ke wc belakang. Saat membuka pintu belakang,angin langsung berhembus menerpa wajah kami.sejenak kami bertiga menghentikan langkah kami karena suasana dibelakang bener bener horor.gelap,hanya diterangi lampu bohlam yg temaram,dan masih banyak didominasi pohon pohon disekelilingnya.
Tapi tdk bagi nadia,dia melenggang keluar dgn santainya. Kalo orang udh kebelet mah,udah gak peduli lagi sekitar. "Eh..ayok..kok berenti!!"gerutu nadia sambil menengok ke arah kami.
Kami bertiga saling lempar pandangan.dan akhirnya kami ikut juga keluar.
"Na,jangan kelamaan lho.."kataku saat dia masuk ke bilik wc itu.
"Iya nis.. Tenang aja..kalian ngobrol2 aja dulu.jangan ninggalin aku lho..awas!!"ancamnya sebelum masuk ke dalam bilik itu.
"Iya ah..bawel bgt!!"gerutu acong.
Setelah nadia masuk,kami menunggu diluar .aku duduk dibatu yg agak besar.sedangkan faizal dan acong berdiri sambil merokok.
Hiiks..hikkkshiikks Terdengar suara wanita menangis,namun samar. "Kalian denger gak?"tanya faizal.
"Nggak usah dibhs "pintaku.
"Nis,,gmn donk nih?"tanya faizal lagi.
"Diemin aja.jangan bhs..ngobrol yg lain aja."pintaku sambil menatap mereka berdua.
"Kamu pacaran sama polisi itu nis?"tiba2 acong bertanya hal ini.
Faizal memadang kami berdua dgn tatapan meledek.lalu senyum2. "Kalo iya kenapa?kalo enggak juga kenapa?"jawabku malas malasan.
"Kalo iya ya gak papa.kalo enggak ya bagus lah.."kata acong cuek.
"Cong.. Elu kan udah ditolak sama nisa?masih aja ngeyel ..hahaha..kaya gak ada cewek lain aja."ledek faizal.
Gak papa deh,bhs ginian dari pada harus bhs yg nangis barusan.
"Usaha kan boleh zal.."kata acong sambil menatap ku.
"Lah,si nuri gmn nasibnya cong?"tanya faizal sambil terkekeh.
Acong menjadi salah tingkah. "Apa sih zal..aku kan gak ada apa2 sama dia.."katanya bohong.
Dikira aku juga gak tau,kalau dia udah jadian sama nuri. dasar playboy!!
"Gue aduin ya bsk kalo pulang kkn.mampus loe!!"kata faizal masih tertawa.
Acong menjadi diam.
Huhuhuhuhu Kali ini suara itu muncul lagi.masih samar samar.
"Duh,,kok bunyi lagi ya.."kata acong menutupi groginya tadi.
"Tenang aja kali cong..suaranya pelan.paling jauh dari sini."kata faizal cuek.
"Jangan salah..bukan berarti yg suaranya samar,itu berarti jauh..justru sebaliknya."kataku dan mampu membuat mereka diam dan wajah mereka pucat.
"Nis,jangan nakut2 in donk.."rengek faizal.
"Na..nadiaaaaa!!udah belum sih??"teriakku.
"Iya udah,,ni bentar.."katanya. lalu terdengar pintu dibuka.
"Lama bener sih na.. "Kata acong kesal.
"Namanya juga mules kali cong.."bela nadia.
Hihihihihihi
Kali ini berganti suara tawa yg masih samar. "Eh,suara apaan tuh"tanya nadia sambil tengak tengok.
"Elu sih ,kelamaan.."gerutu faizal.
"Katanya kalau suaranya kedengeran jauh,itu berarti dia...deket ya."kata nadia membenarkan kata kataku tadi.
"Shiiit!!!balik aja deh..masuk dalem!!"ajak acong.
"Guys...itu apaan .."kata faizal sambil nenatap ke samping kanannya dibalik pohon besar,ada sekelebat kain putih berkibar karena tertiup angin. Aku hanya melihat dari ekor mataku saja ,dan sudah bisa menebak apa itu.
"Lari..."ajakku sambil berlari kencang ke dalam.diikuti mereka dibelakangku sambil teriak2 ketakutan.
Sampai depan pintu,tiba2 pintu tertutup sendiri dan terkunci.
Brakkk..braaak..brakkk
"Buka woiii!!jangan ngerjain donk!!!"teriak acong sambil menggedor2 pintu.
"Eh..cepet..buka!!kalau ampe gue tau siapa yg ngerjain kita,bkal gue abisin!! Buka gak!!!"faizal ikut panik.
Aku dan nadia menunggu dibelakang mereka.
"Nis..."nadia memegang tanganku. Aku menoleh kearahnya. "Apa?"tanyaku.
"Itu dibelakang kita.."katanya berbisik. Aku menengok kebelakang.sosok tadi melayang mendekati kami. Aku dan nadia saling pandang lalu ngusel ke faizal & acong.ikut menggedor lebih kencang dan heboh pasti nya.
"Bukaaaaaa!!!!"teriak kami bersama.
"Iya iya..bentar.lagian siapa sih yg ngunci nih?"kata suara dari balik pintu.sepertinya itu feri.
Klekk . Pintu terbuka.lalu kami masuk berebutan.feri melihat kami heran. "Pada kenapa sih?"tanyanya.
"Tutup..itu..dia makin deket!!"kataku sambil menunjuk luar.
Feri menoleh keluar. "Shiiit!! Ngomong kek dari tadi!!sialan!!"kata feri lalu menutup pintu dan menguncinya rapat.
Kami berebut masuk kedalam dan duduk diruang tamu dgn yg lain. Mereka yg disana menatap heran kearah kami.
"Kalian kenapa?"tanya wicak.
"Tadi...ii..tuu.." Dugg !! Kusikut feri yg mau cerita.lalu ku beri isyarat agar dia diam saja.
"Ada kecoa sama tikus dibelakang cak.."jawab acong yg sepertinya paham maksudnya utk tdk mengatakan pada mereka.
Aku memang tdk ingin mereka ketakutan,jika memang masih ada yg belum diganggu.lebih baik mereka merasakan ketenangan itu.kalau smua takut,bisa2 kkn kami tdk akan lancar.karena kami tdk fokus...

-BERSAMBUNG-
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon