Misteri Rumah Keramat Part 2

Misteri Rumah Keramat Part 2-Saat Gw sedang terdiam merenungi apa yang terjadi pada Gw, Gw melihat seorang laki-laki keluar dari dalam ruang dapur sambil membawa 2 gelas minuman susu dan segelas teh, sepertinya laki-laki itu adalah bapak Gw, Bapak Gw berjalan melintas persis didepan Gw sambil membawa baki yang berisi 3 gelas minuman menuju kearah majikan Bapak Gw yang sedang duduk-duduk disofa bersama kedua anaknya.
"Ini Bu minumannya, silahkan diminum selagi masih hangat" kata bapak Gw ke Ibu majikan. "Terima kasih Pak, nanti sore siapkan air hangat buat mandi anak-anak ya Pak" jawab majikan Bapak Gw.

5 menit setelah Ibu majikan dan kedua anaknya meminum minuman yang dibikin oleh bapak Gw, tiba-tiba saja mereka langsung tertidur, Gw gak tau apa yang sedang terjadi tapi sepertinya bapak Gw sedang melakukan sebuah rencana karena ketika Ibu majikan dan kedua anaknya tertidur, Bapak Gw langsung pergi kearah dapur.

Karena penasaran apa yang akan dilakukan oleh Bapak Gw, Gw mengikutinya dari belakang. Sesampainya didapur, bapak Gw langsung mengambil pisau dan diselipkan dibalik bajunya kemudian berjalan ke ruang belakang yang merupakan ruangan pembantu, Gw terus mengikuti kemana bapak Gw pergi.

Benar saja, sesampainya diruang belakang, bapak Gw langsung mendobrak pintu kamar pembantu, kontan saja pembantu rumah itu yang bernama tuti langsung berteriak.
Tuti : Mau apa bapak kemari??? kenapa pintu kamar tuti didobrak??
Bapak Gw : Kamu gak perlu teriak-teriak Tut!!! Kamu turuti saja kemauan saya!!! Buka semua baju kamu, CEPAT!!!!!!!!!
Tuti : Ibuuuuuuuuuu... tolonggggg Tuti Buuuuu!!!!!
Bapak Gw : Hahahahaha percuma saja kamu teriak Tut!!!! Gak bakalan ada yang mendengar, Ibu sudah terlelap tidur hahahahaaha!!!!! (Sambil mengacungkan pisau yang dibawa kearah tuti).


Tapi mungkin karena obat tidur yang ada didalam teh yang diminum oleh Ibu majikan tidak begitu banyak sehingga terdengar suara dari ruang utama yang berteriak-teriak menjawab panggilan Tuti. Karena panik, Bapak Gw langsung berlari keruang utama sambil membawa pisau untuk mengancam Ibu majikan. Sesampainya diruang utama, bapak Gw langsung mendekap mulut Ibu majikan sambil mengancam akan membunuhnya, tapi sepertinya Ibu majikan tetap melawan dengan mengigit tangan Bapak Gw sehingga Bapak Gw marah dan langsung menancapkan pisau yang dipegangnya kearah leher Ibu majikan.

Tak cukup sampai disitu, Bapak Gw kembali menusukkan pisaunya kearah perut Ibu majikan sambil menarik kearah bawah pisau itu, maka terurailah isi perut Ibu majikan. Melihat kejadian itu membuat Gw berasa ingin muntah, Gw merasakan gemetar disekujur tubuh, Gw tidak menyangka kalau Bapak Gw sekejam itu.

Bapak Gw kembali berjalan menuju dapur, tapi kali ini Bapak Gw mengambil parang yang biasa Bapak Gw pakai buat memotong rumput dihalaman rumah itu, setelah mengambil parang, Bapak Gw langsung berjalan kearah kamar Tuti pembantu rumah itu, sesampainya dikamar, Tuti sudah tidak ada, Bapak Gw langsung mengombrak-ambrik seisi kamar Tuti dan ruangan lainnya sambil berteriak-teriak akan membunuhnya.

Gw terus mengikuti kemana Bapak Gw pergi, akhirnya Tuti ditemukan sedang bersembunyi didalam kamar mandi, Bapak Gw langsung mengancam akan membunuhnya jika Tuti tidak mau menuruti kemauannya untuk melayani nafsu bejatnya, tapi sepertinya Tuti melawan sehingga parang yang dipegang oleh Bapak Gw dilayangkan oleh bapak Gw hingga mengenai kepala Tuti, kontan saja teriakan kesakitan keluar dari mulut Tuti yang sedang menahan rasa sakit, Gw ingin menolong Tuti tapi saat Gw akan memegang badan Bapak Gw tidak bisa, Gw tidak bisa menjamahnya, Gw hanya bisa melihat kengerian yang terjadi didepan kedua mata Gw.

Setelah melayangkan parangnya ke kepala Tuti, kemudian Bapak Gw langsung memenggal kepala Tuti, darah segar mengalir deras ditubuh Tuti, saat itu juga Tuti sang pembantu rumah itu meninggal dunia.

Setelah membunuh Ibu majikan dan pembantunya, bapak Gw juga membunuh kedua anak Ibu majikan yang masih terlelap tidur, kemudian mengumpulkan ke empat mayat diruang dapur, kemudian dengan kejamnya Bapak Gw motong-motong seluruh jazad hingga menjadi beberapa bagian.

Misteri Rumah Keramat Part 2

Airmata tak terasa mengalir dikedua mata Gw, Gw gak menyangka sama sekali jika bapak Gw adalah pelaku pembunuhan dirumah majikannya sendiri, padahal mereka sudah menganggap keluarga kami adalah bagian dari keluarga mereka.

Setelah memutilasi seluruh jazad, kemudian sebagian potongan-potongan jazad itu ada yang dibakar dan sebagian lagi ada yang dikubur bersama barang bukti kejahatan dan berbagai barang mewah lainnya.

Setelah melihat kejadian yang tak berperikemanusiaan itu, tiba-tiba Gw merasa pusing dan terasa lemas sekali hingga Gw tak sadarkan diri. Saat Gw tersadar, ternyata sudah banyak sekali orang yang berada dirumah keramat itu dan samar-samar Gw juga melihat wajah Bapak Gw yang seakan-akan marah dengan tindakan Gw yang memasuki rumah keramat itu.

Begitu tersadar, Gw langsung berteriak-teriak "Pembunuhhhhh...pembunuh" sambil mengacung-acungkan tangan Gw ke arah Bapak Gw. Setelah Gw ceritakan apa yang Gw alami dan Gw menunjukan barang bukti kejahatan Bapak Gw yang dikubur disebuah tempat, akhirnya Bapak Gw mengakui apa yang telah dilakukannya.

Meskipun beliau adalah Bapak kandung Gw tapi Gw harus berkata jujur meskipun kenyataan ini begitu pahit buat keluarga Gw yang pastinya Bapak Gw akan dihukum seumur hidup atau malah diganjar dengan hukuman mati.
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon