Misteri Rumah Keramat

Misteri Rumah Keramat-Perkenalkan nama Gw Iwan dari desa karangrejo propinsi jawa tengah, kisah ini terjadi sekitar 12 tahun yang lalu saat Gw masih duduk dibangku sekolah SMK kelas 3. Didesa Gw merupakan salah satu desa yang sangat terpencil dengan jumlah kk yang sangat sedikit sehingga jarak antara rumah satu dengan rumah lainnya agak cukup jauh.

Misteri Rumah Keramat

Didesa Gw ada sebuah rumah mewah yang sudah lama terbengkalai yang sangat dikeramatkan dan angker, bahkan bapak Gw melarang keras agar Gw tidak sekali-kali menginjakkan kaki Gw kedalam rumah keramat itu.

Bapak Gw emang dipasrahin oleh salah satu pewaris dari rumah itu untuk dijaga, dan dulunya waktu rumah itu masih ditempati, Bapak Gw bekerja dirumah itu sudah puluhan tahun sebagai tukang kebun dan pejaga malam, hingga suatu hari terjadi tragedi yang membuat seisi rumah itu mati terbunuh. Kata bapak Gw, keluarga itu mati dibunuh karena perampokan dan saat tragedi itu terjadi, kata bapak Gw, Bapak Gw berhasil lolos dari pembunuhan masal dirumah itu. Sampai saat ini, pembunuh dan perampok rumah itu belum terungkap karena berdasar olah TKP oleh polisi, seluruh korban dimutilasi dan ada beberapa potongan tubuh yang dibakar dan ada juga yang dibuang entah dimana.
Setelah lulus sekolah, Gw dan teman sejati Gw (Dian) menjadi seorang pengangguran total, hingga pada suatu hari Gw dan Dian berniat untuk memasuki rumah angker yang dikeramatkan itu. Banyak warga yang melihat arwah gentayangan disekitar rumah kosong yang angker itu, oleh sebab itulah Gw dan Dian semakin penasaran tentang misteri rumah keramat yang angker itu.

Dian : Bro, kapan-kapan kita masuk kerumah keramat itu yuk??? BT nih dari pada nganggur terus, mendingan kita iseng-iseng cari tahu tentang rumah keramat itu???
Gw : Bagus juga ide Lo sob??? Gw juga penasaran nih sama penunggu rumah keramat itu, kata orang-orang ada kuntilanaknya, siapa tau kuntilanaknya cantik, kan bisa dijadiin pacar hehehe!!!!
Dian : Becandanya kebangetan loe, orang liat tuyul aja loe langsung pingsan kok??? ehhh.. ini malah kepengen jadi pacarnya kuntilanak??? ntr loe auto dikubur dahh haahaaha.
Gw : Sori sob, cuma becanda doang kok!!! terus kapan nih kita jalankan misi kita masuk kerumah keramat itu????
Dian : Kalo malam jum'at kliwon gimana??? biar tambah serem sob suasananya!!!
Gw : Okey dah, siapa takut.


Pas malam jum'at kliwon pukul 12 malam, Gw dan Dian sudah stanby di pos ronda untuk siap-siap menuju rumah keramat itu, Gw dan Dian berjalan secara sembunyi-sembunyi karena takut ada orang yang mengetahui rancana kami karena jika kami sampai ketahuan pasti akan dilarang untuk memasuki rumah keramat itu.
Suasana malam itu benar-benar sangat sepi sekali, tak ada satupun orang yang terlihat masih berada diluar pada jam-jam segini, apalagi malam ini merupakan malam jum'at kliwon.
Pas kami sudah berada didepan pintu gerbang rumah keramat itu, bulu kuduk Gw tiba-tiba langsung berdiri, Gw merasakan ada sesuatu yang ganjil dibalik pintu gerbang rumah keramat itu.

Gw: Gimana nih? kita masuk apa engga sob??? Gw merinding sekali nih!!!!!
Dian : Katanya loe gak takut bro?? masa baru sampai didepan gerbang aja dah ketakutan kayak gitu???
Gw : Sumpah bro!!!! perasaan Gw gak enak banget nih.
Dian : Bodo!!!!!! yang penting kita harus masuk kedalam titik.

Disaat kami sedang berdebat untuk melanjutkan atau pulang saja, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dari dalam rumah keramat itu yang sangat keras sekali, bahkan saking kerasnya, Gw sampai reflek langsung berlari tapi buru-buru dicegah sama Dian.
Dian : Mau kemana loe??? main kabur aja????
Gw : Gw takut bro, suara benda jatuh itu pasti suara penunggu rumah keramat itu.
Dian : Itu malah tantangan buat kita sob, ayok kita masuk!!!!

Pelan-pelan kami melangkah memasuki area rumah keramat itu, saat kami memasuki halaman rumah itu, Gw sangat terkejut sekali, rumah itu benar-benar sangat besar sekali, halaman rumahnya sangat luas, tapi suasana sangat gelap dan mencekam sekali.
Dihalaman rumah itu terdapat 2 pohon yang sangat besar sekali dan halaman rumah itu sudah dipenuhi dengan alang-alang sehingga menambah keangkeran rumah itu.
Saat kami sedang mencoba melangkahkan kaki kami menuju pintu masuk rumah itu tiba-tiba terdengar oleh Gw suara tangisan seorang wanita yang entah dari mana asalnya.

Gw : Astaghfirrlah.... Astaghfirrlah... Loe denger suara tangisan wanita gak bro? (sambil berbisik ke Dian).
Dian : Engga sob, Tadi malah Gw denger suara anak kecil teriak-teriak kesakitan waktu kita membuka pintu gerbang.
Gw : Kenapa Loe diem aja???
Dian : Ntar malah loe kabur kalo Gw cerita.


Suara tangisan wanita itu benar-benar menyayat hati, tapi Gw sangat takut sekali jika tiba-tiba saja wanita itu menampakkan dirinya. Ditengah kegelisahan itu, tiba-tiba saja terdengar kembali suara benda jatuh dari dalam rumah keramat itu, keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuhku tapi sepertinya Dian malah semakin semangat menyibak misteri didalam rumah keramat itu, Dian langsung menarik tangan Gw agar cepat-cepat memasukki rumah keramat itu. Gw tak sanggup menolak ajakan Dian karena badan Gw sudah berasa lemas sekali.

Saat Dian membuka pintu utama rumah itu, didalamnya benar-benar sangat gelap sekali, tak terlihat apapun didalamnya, tapi setelah beberapa menit pelahan-lahan terlihat isi dalam ruangan depan dari murah keramat itu. Mata Gw langsung tertuju pada meja yang ada diruangan itu, samar-samar terlihat seperti ada sesuatu yang bergerak-gerak diatas meja itu, Gw berfikir itu cuma tikus yang sedang berkeliaran tapi saat pandangan Gw semakin tajam melihat dikegelapan, Astaghfirrlahh...astaghfirrlah, Gw sangat terkejut sekali ketika Gw melihat benda yang bergerak-gerak itu adalah potongan tangan yang sedang merayap pelan-pelan.

Gw : Iiiittttuuuu aa aa aap ppp paaa sobbbb???
Dian : Mana??? Gw gak liat apa-apa nih???
Gw : Iii tt ttuuu taa tangannnn sob.., yuk kita pulang saja sob!!!! (Sambil ketakutan).


Gw coba tajamkan penghilatan Gw lagi kearah meja itu tapi sudah tidak terliat apa-apa diatas meja itu, yang ada hanya piring bekas dan berbagai barang yang berserakan diatas meja itu.
Dian langsung menarik tangan Gw lagi untuk menyusuri isi dari rumah keramat itu. Saat kami sedang melintas disebuah cermin yang cukup besar, tiba-tiba saja Gw melihat sesosok perempuan berada didalam cermin itu.

Melihat penampakan itu, Gw sudah tidak mampu berteriak lagi karena dari tadi sudah ketakutan sekali, Gw hanya memalingkan wajah Gw kearah lain. Tapi tiba-tiba saja muncul perasaan penasaran dalam hati Gw untuk melihat kearah cermin, saat Gw mengarahkan pandangan Gw ke cermin, Gw masih melihat sesosok wanita berbaju putih didalam cermin itu, Gw tatap tajam-tajam sosok didalam cermin itu, kondisi tubuh wanita didalam cermin itu sudah tidak utuh lagi, kedua bola matanya sudah hilang, tangan kirinya pun sudah tidak ada dan yang lebih menakutkan lagi, usus didalam perutnya terurai keluar.

Gw beranikan diri untuk terus menatap wanita itu, tiba-tiba saja wanita itu melambai-lambaikan tangannya seolah-olah meminta Gw untuk mendekatinya.

Entah karena bujukan apa, tiba-tiba saja Gw ingin sekali melangkahkan kaki Gw mendekati cermin itu. Saat Gw melangkahkan kaki Gw mendekati cermin itu tiba-tiba saja suasana rumah itu yang tadinya gelap berubah menjadi terang dan rumah yang tadinya berantakan, kini terlihat rapi, bersih dan indah sekali. Gw benar-benar merasakan seperti suasana siang hari karena diluar rumah terlihat jelas sekali matahari yang bersinar.

Disaat Gw sedang terheran-heran dengan apa yang terjadi, Gw melihat ibu majikan bapak gw dan kedua anaknya yang masih kecil-kecil sedang duduk-duduk disofa sambil melihat kearah televisi, Gw mencoba menyapa Ibu majikan bapak Gw tapi sepertinya tidak mendengar, bahkan saat Gw berteriak-teriak memanggil ibu majikan Bapak Gw pun tak didengarnya juga, Gw tak tahu apa yang terjadi pada Gw, seperti mimpi tapi terlihat nyata, semua dapat lihat tapi tak ada yang mendengar, Dian yang tadinya ada didekatku pun entah kemana???

BERSAMBUNG
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon