Teror kuntilanak Penunggu Villa

Teror kuntilanak Penunggu Villa-Cerita ini terjadi pada tahun 2014, saat itu saya dan kawan-kawan sedang  mengadakan liburan ke daerah puncak bogor, dengan mengendarai sebuah mobil kami berjalan menuju villa tempat kami menginap selama d'puncak. Oh ia nama saya ichsan saya dan 7 teman saya menginap di vila itu terdiri dari 4 laki dan 4 cewe.

Teror kuntilanak Penunggu Villa

Kami berangkat dari jakarta jam 5 sore dan sampai di vila jam 9 malam, sesampainya di vila kami langsung membereskan barang bawaan kami, setelah semua beres barulah kami mulai ngobrol dan berbincang sambil menikmati suasana puncak yang dingin dan tenang.

Kejadian menyeramkan malam itu berawal dari keisengan teman kami yang bernama riki, saat sedang asik mengobrol dia dengan sengaja memetik buah nangka yang masih mentah dari pohon yang ada dihalaman vila itu lalu memotong motong dan dibuangnya begitu saja.

Karena malam semakin larut juga suasana yang semakin dingin kami memutuskan untuk segera tidur, di vila itu ada 2 kamar tidur jadi satu untuk laki-laki dan satu kamar lagi untuk para cewe. Pukul 11 malam kami mulai masuk kamar dan bersiap untuk tidur, belum sampai kami tertidur lelap saya mendengar suara jeritan histeris dari arah kamar cewe, sontak saja saya dan anak laki-laki yang lain berlari menuju kamar para cewe, saat kami masuk kedalam kamar cewe, 2 teman cewe kami sedang kesurupan dan 2 lainnya sedang menangis sambil berpelukan. Kami tidak tau dan bingung bagaimana cara menyadarkan 2 teman kami yang kesurupan itu.

Dan atas inisiatif teman saya, kami memanggil bapak penjaga vila, untungnya bapak penjaga vila itu berhasil menyadarkan teman kami itu, setelah keadaan sudah mulai tenang barulah para para cewe itu mulai berani bercerita, awal kejadian itu ketika para cewe masuk kamar dan bersiap untuk tidur tiba-tiba disebelah kamar terdengar suara anak ayam dan tercium wangi bunga melati yang sangat menyengat, keadaan itu diperparah dengan munculnya sosok wanita berbaju putih dengan rambut panjang terurai masuk kedalam kamar para cewe dengan wajah yang terlihat marah dan mengerikan.

Wanita itu menatap para cewe satu per satu, saat itu 2 cewe teman kami tak sadarkan diri dan 2 lainnya lagi menangis ketakutan. Setelah mendengarkan cerita para cewe, malam itu saya dan teman-teman tidak tidur sampai pagi, pas siang hari pun kami memutuskan untuk pulang ke jakarta.

Sebelum kami pulang bapak penjaga vila berkata "Makanya mas kalau tidak mau diganggu, jangan iseng dan usik merka sambil menunjuk bekas potongan-potongan nangka yang dibuang riki".

SELESAI
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon