Cerita Horor : Mayat

RS Mandiri, Bandung.
- Sore Hari,
Hujan di bulan desember mengguyur kota lautan api.
Kota yang terkenal dengan puncak gunung yang indah.
beralih ke salah satu rumah sakit terbesar di kota tersebut.
terpampang logo Rs.Mandiri.
menuju ke sebuah ruangan para dokter yang bingung akan penjaga kamar mayat yang meninggal karena serangan jantung. 
tak ada lagi penggantinya,
Kepala RS.Mandiri bertanya kepada seluruh staf Rumah sakit di sebuah ruangan yang sedang rapat mengenai penjaga kamar mayat.
"Kita harus segera memiliki Penjaga Kamar mayat, mungkin suster atau dokter di sini punya kenalan untuk bekerja di sini!"
hingga seorang suter bedah,
dia bernama Jihan mendapatkan peminat penjaga kamar mayat.
"Saya punya kenalan, dia mantan pelatih tinju wanita. 
namanya Deby. dia baru saja di pecat karena telah memukuli pemilik tempat ia melatih, 
dia perempuan berani. 
saya rasa dia mau menjaga 
kamar mayat di rumah sakit ini."
para dokter mengarahkan wajahnya ke Suster Jihan.

Cerita Horor : Mayat

Kepala RS  lantas menyuruh suster cantik itu untuk segera menghubungi Deby.
"Hubungi dia sekarang Saja Suster Jihan!"
Suster Jihan Tersenyum
"Baik Dok! Saya akan segera menghubungi dia, saya ke ruangan saya dulu ya!"
semua staf terlihat lega dan mengucapkan kalimat syukur.
memang tidak mudah mendapatkan pegawai yang punya keberanian menjaga mayat.
Suster Jihan masuk ke ruangannya dan segera menghubungi Deby.
Telponnya tersambung ke Deby.
"Hallo Deb, Lu di rumah?".
"Iya!, Jihan gw lagi pusing banget nih. udah seminggu gw nganggur. di rumah gw cuma bisa ngerokok ama minum alkohol"
Suster jihan tersenyum saat Deby bicara panjang di telpon
"Lu bisa kan kalo lagi pusing tuh ngejauhin alkohol !, lagi Bos sendiri Di pukulin"
"iya, Abis Gw mau di Rape sama dia!, gw kan jijik"
"yaudah, di sini butuh penjaga kamar mayat. lu minat gak?"
"Serius?, Mau banget. apapun gw kerjain selagi kerjaan itu halal."
"Yaudah lu dateng aja kerumah sakit tempat gw kerja."
"Baik suster! gw langsung ke sana ya!"
"Gw tunggu di RS.Mandiri ya Deb"
suara telpon tiba tiba mati.
Deby segera merapihkan diri.
berangkat menuju RS dengan mobilnya.
Saat Deby sampai ke RS awan mendung dengan rintikan hujan. 
ia bertemu Suster Jihan dan berbincang bincang sejenak,
Senja berganti malam.
Deby ke ruangan Dr.Roby ia adalah
Kepala RS.Mandiri.
Dr.Roby menanyakan Deby.
"Kapan kamu mulai siap bekerja Ibu Deby?".
deby pun menjawab penuh keseriusan.
"Besok pun saya siap Dokter!."
"Baik Kerja kamu di mulai dari pukul 5 sore sampai 6 pagi. ada yang ingin di tanyakan lagi?"
"Cukup Dok. terima kasih!"
Deby pun berdiri dan menjabat tangan DR.Roby,
dan keluar ruangannya.
Esok harinya ia terbangun tepat pukul setengah lima sore. 
ia mulai merapikan diri untuk segera memulai profesi barunya.
sebagai penjaga kamar mayat,
sesampainya di rumah sakit ia di berikan kemeja lengan pendek berwarna biru muda polos dan di balut cardigan bahan berwarna putih ala dokter bedah.
ia merapikan rambutnya dan menguncir rambut panjangnya.
iya di beri arahan oleh suster jihan.
"Deb. kalo alarm bunyi itu tanda mayat datang, lu segera buka pintu kacanya ya!"
deby mengangguk dengan mimik wajah sedikit tegang. 
ia menggenggam erat jari jari tangannya.
Suster Jihan bertanya.
"Lu siapkan Deb? 
gw yakin nyali lu besar. 
jadi untuk hal begini menurut gw bagi lu kecil."
Deby tak memberi jawaban hanya anggukan kepala.
mereka menuju ruang pendingin yang terletak di dalam kamar mayat.
"kalo lu udah selesai memeriksa mayat. 
langsung taruh ke ruangan pendingin ini yah!
kadang kalo mayatnya sudah busuk terus gk langsung di taruh ruang pendingin, itu bisa meletus loh!"
Deby melototkan matanya sambil berkata.
"Ok Suster jihan!"
Suara alarm tiba tiba berbunyi.
mereka berdua membuka pintu kaca yang terletak di bawah RS.Mandiri.
para Palang Hitam berseragam menggotong kantong mayat ke ruangan.
ia membuka kantong orange.
dan meletakan mayat berjenis kelamin pria ke sebuah meja bedah. 
Suster Jihan dan dua dokter yang baru datang mulai autopsi mayat tersebut.
Deby menyaksikan itu. 
semua memakai masker penutup.
suster jihan berkata.
"Mayat ini sepertinya baru di bunuh beberapa jam yang lalu! karena luka lebar bekas gorokan di lehernya masih hangat,
darahnya juga masih segar."
dua dokter menjahit luka lebar yang menganga di sekujur tubuh mayat. Suster jihan entah mencatat apa,
Deby memperhatikan mayat itu dengan seksama,
ia mengerutkan dahi.
Perasaan debi lumayan takut melihat mayat itu.
tetapi ia mencoba melawan rasa takutnya,
mayat itu selesai di teliti. 
dari mengecek sidik jari,
memfoto wajah serta badan mayat tsb,mengambil sempel rambut di masukan ke wadah kecil. 
dan mayat itu segera di masukan ke ruang pendingin.
dua dokter yang menjahit luka mayat langsung keluar ruangan.
Deby tersenyum ke suster Jihan.
dan suster jihan berpamitan.
"Gw pulang ya!
Selamat bekerja Deby ku sayang!"
sambil memeluknya.
Suster jihan dan deby ke ruang exit.
Deby mengantarnya sampai lift dan memberi isyarat jumpa.
Deby menuju rungannya yang seluruhnya terbuat dari kaca.
ruangan nya terpisah dari kamar mayat.
jam menunjukan pukul 8 malam.
Deby melihat layar cctv ada seorang wanita telanjang berambut panjang masuk ke dalam lift.
Deby segera berlari menuju lift.
tetapi tidak ada tanda tanda org masuk lift.
ia pun kembali ke ruanganya.
saat melintasi kamar mayat ia melihat sekelibat bayangan.
Deby pun membuka pintu kamar mayat dan menyalakan senter sekaligus remot untuk menghidupkan seluruh lampu ruangan kamar mayat.
ia mendengar nada kecil suara minta tolong.
ia pun menengok ke arah belakang.
dan sala satu pintu ruang pendingin terbuka. 
ia mencium bau busuk dari dalam ruangan pendingin itu,
ia pun segera menuju pintu pendingin tsb untuk menutupnya. saat hendak menutup seketika tangan mayat yang ada di dalamnya menjulur keluar. 
kuku dari jari mayat itu terjatuh. 
bentuk tanganya sudah mengerikan.
Deby segera memasang sarung tangan karet. 
dan meletakan tangan dan kuku mayat itu seperti semula. 
lalu menutup pintu pendinginnya.
ia segera berjalan keluar ruangan itu.
saat melangkahkan kaki ingin keluar.
seluruh pintu ruangan pendingin mayat terbuka. 
totalnya ada 57 pintu. 
ekspresi deby sangat terkejut saat menoleh.
ia melihat seluruh tangan mayat menjulur keluar. 
ia sangat ketakutan.
tiba tiba suara alarm berbunyi lagi.
ia pun berlari untuk membuka pintu bawah dan berbicara hal yang barusan ia lihat ke palang hitam yang membawa mayat hanya seorang diri.
"Mas mengangkut mayat sendirian?"
"Tadi ada teman. 
dia mules, jadi saya ke sini sendiri"
"Oh gitu! Mas tolong bantu saya, pintu ruangan pendingin terbuka semua. tangan mayat juga pada menjulur keluar"
"Serius? ayo cepat ke sana!"
Mereka berlari ke ruangan kamar mayat dan meninggalkan mayat baru di mobil itu dengan keadaan sleting kantungnya terbuka.
saat sampai di kamar mayat mereka melihat pintu ruangan pendingin tertutup rapih tak ada apapun yang aneh.
"Suster penjaga baru ya? 
tidak ada pintu yang terbuka satupun!"
tanya seorang palang hitam.
Deby berkata
"Tidak mungkin saya halusinasi!"
"Baiklah, sekarang suster bantu saya mengangkut mayat yang baru saya bawa"
Pinta palang hitam itu.
"Baik!! ayo kita kesana"
mereka kembali ke tempat mayat baru yang di tinggalnya dan apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. 
dengan amat terkejut mereka melihat seonggok mayat wanita yang palang hitam itu bawa sudah terjatuh dari mobil yang mengangkutnya. ia tergeletak dengan mata yang melotot dan urat urat yang menonjol. 
mayatnya sedang di jilat 5 ekor kucing hitam.
Mereka berlari mengusir kucing yang menjilat mayat itu lalu meletakan mayat malang tsb kembali ke kantung dan di giring ke dalam kamar mayat menggunakan meja roda.
Deby meletakan mayat itu di meja bedah.
sedangkan palang hitam memeriksa pintu ruang pendingin.
ia menemukan kejanggalan. 
saat membuka sala satu pintu ruang pendingin.
seekor lebah yang terbang keluar dari sala satu jasad yang sudah  5 hari di ruang pendingin.
Palang hitam itu kaget dan bertanya ke Deby 
"Kenapa ada lebah hidup dari mulut jasad ini?"
Deby terkekeh kecil sambil mengecek mayat di meja bedah.
serta menjawab
"Jangan tanya saya mas! saya aja baru sehari jaga di sini."
"Aneh Ya, merinding saya"
Pintu ruang pendingin yang di buka si palang hitam itu tbtb tertutup dengan sendirinya.
ia terkejut bersama Deby.
Merekapun tertawa untuk menghilangkan rasa takut.
Pintu Pendingin itu terbuka lagi.
mereka semakin terkejut ketika dari dalam mulut jasad wanita yang ada di dalam ruang pendingin itu mengeluarkan banyak lebah serta serangga bersayap. 
si palang hitam seketika menunduk.
Deby dengan cepat mematikan lampu Kamar mayat itu menggunakan remot. 
dan dinyalakan kembali. Binatang itu seketika hilang. dan Deby segera menutup ruang pendingin yang berisikan mayat aneh itu.
* **
Next
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon