Cerita Seram : Berhenti Menyerah Part 1

Cerita Seram : Berhenti Menyerah Part 1-Turis Dari mancanegara berlibur ke daerah Terpencil tepat di kota Chipping Sodbury, dekat Bristol, inggris. Sedikitnya ada tujuh turis, mereka menyewa hotel untuk beberapa hari ke depan, salah satu turis berasal dari Indonesia. Ia bernama rebekah, rebekah hanya sendiri di negara ini untuk melakukan pekerjaan di negara tsb dan terpaksa meninggalkan anak serta ibunya di tanah air.

Ia menginap di sebuah hotel yang jauh dari jalanan ramai, hotel tersebut memiliki dinding yang kumuh, dari luar seperti gedung tak terpakai. Setelah di dalam, hotel itu cukup lengkap dengan fasilitas lift untuk naik ke kamar atas. pintu lift sedikit berkarat. dan dinding di dalamnya banyak bercak kuning, hotel ini juga memiliki tangga darurat untuk menembus ke parkiran kendaraan, di hotel ini ada satu ruangan yang tidak boleh siapapun membukanya, pemilik hotel ini yang memberi peringatan bila terbuka itu urusan bagi si pembuka pintu.


Saat malam menunjukan bulannya Rebekah turun dari taksi dan selanjutnya berjalan menyusuri jalan gelap menuju hotel Star Peace, ia memasukan tangan kananya ke saku mantel sambil berjalan, suara anjing hutan terdengar dari telinganya. Ia bertemu tunawisma tua dan menghadang jalanya, tunawisma tua itu meminta rokok padanya melalui isyarat.

karena Rebekah telah berhenti merokok, ia pun memberinya uang sekitar 9$, tunawisma tua itu tersenyum dan menawarkan botol wine ber merk Chivas Regal kepadanya. Rebeka mengayunkan lima jarinya tanda menolak, tunawisma tua itu berjalan pergi sambil tersenyum lebar ke arahnya
terlihat gigi giginya yang kuning serta rusak.

Sesampainya di hotel Rebeka masuk ke dalam lift untuk menuju kamarnya di lantai lima paling akhir. saat keluar lift ia mendengar suara gaduh dari dalam ruangan yang tidak boleh di buka tsb, jarak ruangan itu hanya beberapa meter saja dari pintu kamarnya. Rebekah penasaran dan menuju ruangan tersebut, ia ingin mengetuk pintu ruangan itu tetapi di tahan seorg pelayan hotel.
dengan bahasa inggris ia bicara.
"jangan!. biarkan suara itu."
"tetapi berisik. apa yg terjadi di dalam?"
tanya rebekah penuh rasa ingin tahu yang amat sangat.
"Maaf. jangan di buka! ini larangan wajib."
"Saya tidak membuka! saya ingin..."
pelayan itu memutus pembicaraannya.
"Intinya jangan Sentuh Pintu ini!"
Bentak sang pelayan.
rebeka menganggukan kepala dengan ekspresi sedikit menyepelekan.
"Anda Boleh Masuk kamar sekarang bu!"
perintah sang pelayan hotel.
"Ok!"

Rebeka berjalan bertatapan mata dengan sang pelayan yang menatapnya sinis, saat Rebekah berjalan si pelayan judes masih memperhatikan wanita berambut ikal sebahu itu sampai masuk kamarnya.
lalu pelayan itu memeriksa gembok yang mengunci ruangan yang entah ada apa di dalamnya, setelah merasa aman pelayan itu pergi melalui lift.

Lantai lima hanya dua pengisi kamar, selain Rebekah ada pemuda tampan yang menyewa kamar di sebelah kamar rebekah, ia baru saja pulang dan keluar lift utk memasuki kamarnya dan ia mendengar kebisingan dari ruangan terlarang itu.

Pria itu tidak ingin tahu dan memasuki kamarnya, di dalam kamar Rebekah membuka laptop dan mengerjakan tugas pekerjaan. Pria yang menyewa di samping kamarnya sedang menggambar sketsa di sebuah kertas lebar sepertinya pria ini arsitek, suara gaduh dan teriakan berat seorang lelaki terdengar kencang di ruangan terlarang itu hingga Rebekah keluar dari kamarnya menuju ruangan tersebut, ia meletakan telinga kananya ke pintu ruangan terlarang itu.

Suara lubang kunci terdengar dari kamar pria tampan yang berada tepat di sebelah kamar rebekah,
ia membuka pintu dan langsung bertanya ke Rebekah memakai bahasa inggris.
"Apa yang kau lakukan di sana?"
Rebekah terkejut sambil memutar badanya ke arah pria tsb dan menjawab
"Oh Tidak!"
pria itu meminta maaf karena mengagetkannya.
"Maaf. kau terjejut ya!"
"Itu benar sekali."
"Sebenarnya ada apa di dalam kamar itu. kenapa ada suara tetapi di kunci dari luar?"
Rebeka menjawab penuh rasa bingung.
"Aku tidak tahu. aku penasaran dengan kamar ini dari tadi. apa kau mau membantuku membukanya?"
pria itu mengiyakan.
"Kenapa tidak. lalu gimana caranya?".
"Kau punya linggis?" Tanya rebeka.
"Kebetulan aku membawa peralatan Proyek dari pekerjaanku. ayo ke kamarku"
mereka Berjalan menuju kamar si pria itu.
saat di kamar Rebekah bertanya sambil memeriksa Kotak peralatan milik pria itu.
"Siapa namamu?"
"Aku Bill dari New York."
"Apa kau memiliki pekerjaan di sini".
" Benar. aku bekerja di briston.
di sana ada pembangunan apartemen."
"Kau kuli proyek?"
"Oh bukan. aku pembuat sketsa."
"Tuan ini arsitek?"
"Panggil aku Bill. ku mohon!"
"Baik Bill. sudah ku dapat linggisnya."
mereka pun berjalan keluar kamar Bill.
lalu Bill bertanya kembali.
"Namamu siapa nona?"
"Oh aku Rebekah. kau terlalu manis memanggilku Nona."
Bill tertawa kecil
"ok! baik Rebekah."
merekapun bercanda sambil cekikikan.
seketika suara teriakan menyeramkan terdengar dari dalam ruangan itu.
Merekapun berlari menuju kamar tersebut.
Rebeka membuka engsel baja yang amat keras dengan Linggis kecil.
tak bisa terbuka.
Rebeka mengetuk pintu itu sembari bicara.
"Siapapun di dalam katakan sesuatu! ku mohon!."
dari dalam ruangan tersebut Rebekah dapat balasan suara kencang dan tidak jelas.
Rebekah sempat Ragu untuk membukanya, lalu Bill merebut Linggisnya dan mencoba membuka pintu itu. Bill memaksa dengan sekuat tenaganya walaupun keras, Bill pun berhasil mencabut engsel kunci sampai kepala linggis patah, telapak tangan bill merah dan timbul darah beku, bill teriak sakit dan senang bahwa dia sanggup membukanya.

Ketika pintu ruangan itu di buka Rebekah, terlihat di ruang tamu yang kotor dan lembab serta banyak serangga, Tulang belulang kucing sampai tikus serta di lantai banyak bercak darah, lalu suara teriakan terdengar di ruang dalam lalu rebekah dan bill menuju ruangan tsb. Bill terhenti dan melihat dinding yang penuh coretan bertinta darah, rebekah melangkah ke ruang sebelah sendirian.

Saat rebekah melangkah di depan pintu ia terkejut melihat Seoarang lelaki bercelana hitam panjang compang camping berbadan tinggi besar, banyak jendolan di badan serta wajah dan kepalanya. Lelaki itu tampak mengerikan, kakinya membengkak dan hidungnya mengeluarkan darah.

Rebekah di beri senyuman olehnya, giginya menghitam dan keluar lendir. Rebekah muntah, seketika Lelaki mengerikan itu menuju ke arahnya dan menyikut dada Rebekah hingga terpental.
Bill berlari ke arah rebekah dan membalikan badanya yang tersungkur, Rebekah berteriak dengan darah di bibirnya.
"Awas Bill!."
Lelaki mengerikan itu menendang wajah Bill hingga kepalanya terbentur dinding ruangan dan wajahnya mengadu lantai, Bill pun Tak berdaya. Bill merangkak keluar ruangan itu, lelaki mengerikan itu mencekik Bill Dan mengangkat Bill dengan tangan duanya, lalu melemparnya keluar pintu Kamar Lelaki mengerikan tsb.

Bill pun makin tak berdaya, ia menyenderkan tubuhnya ke dinding depan pintu Ruangan tsb, di dalam ruangan itu rebekah berteriak minta tolong. Lelaki mengerikan itu keluar menghampiri Bill,
Suara bel Lift terdengar tanda seseorang keluar pintu Lift, seorang Pelayan wanita Keluar pintu Lift
dan tercengang sambil berekspresi sangat ketakutan melihat penampakan lelaki mengerikan itu saat pintu lift Sudah tertutup.

Pelayan itu kembali menekan pintu lift tetapi pintu lift tidak terbuka, lelaki itu menghampiri pelayan dan menjambak rambutnya serta badan si pelayan itu di banting ke sebuah dinding hingga darah keluar dari mulut dan hidungnya, saat pintu Lift Terbuka, lelaki mengerikan itu menyeret kepala pelayan itu menggunakan kaki ke dalam pintu lift yang terbuka, leher si pelayan terjepit pintu Lift yang tertutup, saat ruangan Lift menuju ke bawah, kepala si pelayan itu terpisah dari badanya yang berada di luar pintu lift dan darah mengucur deras.

BERSAMBUNG
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon