KKN Didesa Terpencil Part 5

Pagi ini jadwalku dan wicak memasak.pagi2 sekali aku dan wicak sudah ada didapur. Kami berencana memasak nasi goreng utk sarapan.
"Nis... Hubungan kamu sama siapa itu,,indra... Gmn sih?"tanyanya. Tumben ni anak kepo.
"Biasa aja.aku masih temenan aja sama indra."jawabku seadanya.aku yakin banyak yg mengira kalau aku dan indra pacaran.
"Oh gitu.."jawabnya sambil manggut manggut.
"Kenapa cak?tumben kamu nanyain ini"
"Gak papa..seneng aja,akhirnya kamu nemuin cowok kaya indra nis..setelah kejadian itu...eh..sorry.."katanya tak enak tiba2 membahas masa lalu ku.
"Nggak papa kok cak..aku juga udah lupain..dan udah mulai mencoba membuka hatiku buat orang lain,khususnya indra.lagian kak adam juga udah kasih lampu ijo.katanya indra laki2 yg baik.."kataku malah jadi curhat ke wicak.
"Aku juga liatnya gitu nis.. Dia kayanya serius bgt sama kamu.tapi kok kalian masih temenan,dia belum nembak ta?"tanya wicak.
"Belum..jangan cepet2 ah.. Biar aja.. Heehe"kataku sambil ketawa.
"Kamu aneh..biasanya cewek paling gak suka digantungin..ini malah gak mau diseriusin."ledek wicak.
Wicak dan aku sudah bersahabat dari kecil,dia tetangga dekat ku dulu.
Aku memang punya pengalaman yg cukup mengerikan saat masih smu dulu.dgn salah 1 teman kami,yg bernama burhan,dia 3 thn lebih tua dari kami.

KKN Didesa Terpencil Part 5

Dulu..kami sering bermain bersama,bahkan saat smu pun,kami masih sering nongkrong bareng di warung dekat pos ronda disekitar rumah.dan aku masih ingat dgn jelas,saat burhan dan aku akan membeli jagung bakar yg ada didekat rel kereta api,dia tiba2 membekap mulutku.lalu menarikku ke sebuah gubuk dan hampir saja dia melakukan perbuatan tdk senonoh,jika saja wicak dan deni tdk datang. Dan setelah kejadian itu,aku menjadi tertutup dan mengurung diri dikamar,sudah tdk pernah bergaul dgn teman2 di sekitar rumahku lagi. Aku pun menjadi dingin pada semua pria asing yg berusaha mendekatiku. Dan utk menyembuhkan luka itu butuh waktu yg tdk sebentar.
Tdk ada yg tau tentang kejadian itu,selain wicak,deni ,keluargaku dan keluarga burhan.mereka memohon agar tdk membawa masalah ini ke polisi,dan papah mengajukan syarat,mereka hrs pergi dari rumah mereka dan pindah jauh2 dari kami. Sejak saat itu,aku tdk pernah bertemu lagi dgn burhan.
"Wah..enak nih nis.."kata wicak.membuyarkan lamunanku.
"Iya nih,jadi laper ya cak."kataku sambil menatap masakan kami yg sudah kami taruh di meja makan.
"Ya udah aku panggil yg lain dulu ya.hbs ini aku mau proker..eh kamu ikut gak?liat pembuatan batas desa .."ajaknya. Ingin menolak,tapi rasanya wicak berharap aku ikut juga.
"Iya deh,lagian kegiatan ku cuma bentar aja sih nanti..selesai kegiatan,aku kesana saja deh.."kataku.
"Oke nisss.."kata nya semangat.
Kami lalu mengambil sarapan dan duduk bersama di ruang tamu. Saat sarapan,kami dikejutkan oleh seorang pria yg turun dari motor dgn membawa tas punggung.aku tdk tau siapa dia krn dia memakai penutup kepala dan masker. Semua menatap keluar,penasaran dgn pria itu.
Namun saat dia sudah ada di muka pintu,aku dgn mudah mengenalinya.matanya tdk asing buatku.
Aku mendekat..dan tersenyum senang.."indraaa.."ucapku.
Lalu beberapa teman ku ikut menoleh,mungkin memastikan apakah benar indra yg datang..
Dia lalu membuka masker nya dan tersenyum padaku juga. "Haiii.."sapanya.
Feri kemudian mendekat. "Haii broo!!akhirnya nyampe juga!!"katanya lalu tos dgn indra.
"Kamu kok kesini ?"tanyaku heran melihatnya.
"Pake ditanya lagi,,ya kangen lah nis sama elu!?"kata feri gemes.
Lalu feri menggandeng indra masuk.indra menyapa teman2ku yg lain.aku masih bengong melihat kedatangannya yg tiba2.
"Nis!! Bengong aja!!"kata ferli. Lalu menarikku duduk disampingnya. Indra duduk bersebrangan dgn ku. "Libur ndra?"sapa wicak.
"Iya,dapet cuti 3 hari nih..jadi iseng kesini deh"katanya enteng.
"Iseng apa kangen?"ledek indah.
"Dua nya juga boleh ndah.."jawab indra sambil melirikku.
"Cieeeee.... Eneng juga kangen bang.. Tiap hari ngelamunin abang.."kata feri melirikku juga. Kutabok dia dan kucubit keras lengannya. Dia mengerang kesakitan.
"Nginep kan ndra?"tanya wicak lagi.
"Mmmm...kalo boleh sih.."katanya ragu.
"Ya boleh lah,ya kan cak?kalo gak boleh elu mau tidur dimana?"tanya feri. Wicak mengangguk,mengiyakan.
"Kalo gak boleh ya bikin tenda didepan..udah ijin pak kades inih tadi"katanya cuek.
"Cak..serius boleh nginep sini?gpp ta?"tanyaku ke wicak yg sedang melahap nasi goreng nya.
"Ya serius lah..boleh aja kok,gak ada larangan juga kan?asal gak tidur sekamar sama kamu aja nis..hehehe..peaceee..."kata wicak sambil menaikkan 2 jarinya.
"Ngaco!!"aku lalu beranjak ke dapur,mengambilkan indra teh dan sarapan juga.
Saat didapur,acong yg sedari tadi diam saja sengaja menabrakku hingga teh yg ada ditanganku tumpah membasahi bajuku.
"Sori nis.."katanya pura2 merasa bersalah.
"Bilang aja sengaja!!"kataku ketus.
"Kamu mentang2 udah ada pacarmu jadi berani ngomong ketus gitu ya sama aku."katanya sinis.
"Apa??maksud kamu apa??kamu pikir aku takut sama kamu??selama ini aku diem krn aku males ngadepin kamu!!tapi kalo kamu keterlaluan aku juga bisa marah cong!!kaya barusan kamu sengaja kan??!!"hardikku.
"Aku kan udah minta maaf,aku gak sengaja kok!!"katanya ngeles.
"Nggak sengaja??jalan masih luas gitu tapi kamu malah mepet2 aku .sengaja kan !!"kataku masih emosi.
"Kamu tuh,ngeyel ya dibilangin.aku kan gak sengaja!!"acong masih menyangkal.
Kutinggalkan dia begitu saja.malas rasanya terlalu lama didekat dia.bikin aku naik darah. Aku kembali ke depan bersama yg lain. "Ndra..makan dulu,kamu belum sarapan kan?"kataku sambil menyodorkan piring yg berisi nasi goreng dan teh hangat kepadanya. Wajahku yg masih kusut dapat terbaca jelas oleh mereka yg ada diruang tamu.
"Baju elu kenapa nis?basah gitu?"tanya feri.
"Habis nabrak buaya tadi!!"kataku ketus sambil melirik acong yg baru sampai diruang tamu dan duduk disamping wicak.
"Buaya?mana ada buaya nis?ih ngaco deh kamu.."kata ferli planga plongo.
Aku lalu masuk kamar utk ganti baju.dan tak lama keluar lagi.sambil membawa proposalku.karena aku berencana akan ke balai desa bertemu pak kades.
Aku kembali duduk disamping ferli.mereka menatapku dan hanya diam tdk berani membuka obrolan.diruang tamu memang hanya ada wicak,acong,feri,ferli,dan indra saja.yg lain sudah pergi utk proker masing2.
"Kamu mau kemana hbs ini nis?"tanya indra.
"Mau ke balai desa dulu trus mau ada penyuluhan lagi sama ferli.kamu gmn?"tanyaku ragu.
"Ya ikutlah nis..gitu aja pake ditanya."ledek feri. Kutabok dia memakai proposal milikku. Dia ketawa ngakak.dia emang hobi bgt ngeledekin aku.
"Iya,aku ikut boleh kan.sekalian jalan2 juga.."kata indra.
"Ya udah gak papa.."kataku mengiyakan.
"Kkn kok disambi pacaran gmn bs kelar nanti"gumam acong.
Braaakk !! Aku memukul meja didepanku. Emosi benar benar sudah memuncak.
"Kamu!! Gak usah mulai lagi cong!! Udah berapa kali kamu bikin aku emosi pagi ini!!"kataku menunjuk acong dgn emosi.
Semua yg ada disana kaget dgn reaksiku. "Cong..udah deh.. Jangan mulai..yuk ah..kita pergi"ajak wicak sambil menarik acong keluar rumah.
Nafasku masih tersengal2 karena emosi .aku duduk lagi sambil mengatur nafas& emosi ku. Entah kenapa hari ini aku begitu sensitif,terutama setelah teringat burhan.dan aku juga sangat membenci acong.dia.... Aneh.
"Nis,,kamu gak papa?"tanya indra yg tau tau sudah jongkok didepanku sambil tangannya bertumpu pada lututku.
"Eh.. Nggak papa kok ndra.maaf ya.. Aku lagi kacau bgt pagi ini"kataku.
Indra hanya senyum menatapku. "Ohiya,,hampir lupa..aku bawain ini buat kamu"katanya lalu mengambil 2 batang coklat dan diberikannya padaku.
Mataku berbinar melihat nya,dia memang tau aku sangat menyukai coklat terutama jika emosiku sedang naik seperti ini.
Aku ambil lalu kubuka dan segera ku makan.yg sebatang lagi kuberikan ke ferli.
Bahagia rasanya ,melihat indra lagi disini. Dia mampu membuat mood ku menjadi lebih baik lagi,dia mampu menjadi sumber semangatku.dan aku memang membutuhkan nya disini. Yg jelas aku rindu indra..

-BERSAMBUNG-
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon