KKN Didesa Terpencil Part 6

Aku mulai berjalan ke balai desa bersama indra dan ferli. "Nis..kamu knp sih,sensi amat ni pagi?"tanya ferli.
"Biasa.. Si acong rese.. Masa tadi dia sengaja nyenggol aku pas didapur,ampe teh yg kubawa buat indra tumpah.."
"Trus ?"tanya indra.
"Ya udah pasti dilabrak nisa lah ndra.kaya kamu gak tau nisa kaya apa.hahahaha"ferli ketawa ngakak.
Aku hanya menaikkan sudut bibirku.
"Emang acong suka sama kamu dari kpn?"tanya indra menyelidik.
"Ciee...ciee... Ada yg kepo nih.."ledek ferli.
"Apa sih kamu fer.. Persis cowok kamu deh,sukanya ngeledekin aku."kata indra sambil memajukan bibirnya.
"Ih..ngambek"ledek ferli lagi.
"Au ah..gelap.."indra mulai bete.
Ferli makin ngakak melihat indra yg kesal.
"Udah fer..kamu nih.."kataku membela indra.
"Cie..dibelain..."
Kubungkam mulutnya agar dia diam.kumat ni anak rese nya. "Oke..oke.. Aku diem..janji"kata ferli setelah dia berhenti tertawa.
"Eh nis..tapi si acong kayanya cinta bgt deh sama kamu"kata ferli sambil melirik indra.
"Trus??aku hrs gmn?"tanya cuek.
"Kenapa sih kamu gak mau sama dia?"tanya ferli.
"Entahlah,, dia... Ngingetin aku sama seseorang.."kataku sambil mendesah dgn nafas yg berat.
"Maksud kamu?"tanya indra.
"Nggak penting ndra..yg jelas aku gak suka sama acong.. Sekarang dan utk selamanya.titik.."ucapku lalu membuat indra tersenyum penuh arti.
Sampailah kami dibalai desa. Indra menunggu diluar,sementara aku & ferli masuk bertemu pak kades.

Setelah urusan selesai. Kami menemui nindi dan indah yg stand by di balai desa. "Haiii..serius bgt ndah.."ucapku sambil mengagetkan indah dari belakang.
"Ih. Nisaaa..!! Ngagetin aja.. "Dia hanya menoleh sebentar lalu kembali fokus ke layar komputer dihadapannya.
"Eh,kalian udah denger kabar belum?"tanya nindi yg ada disamping indah.
"Kabar apa?"ferli penasaran.
"Katanya ada anak kecil yg masuk ke desa kramat itu lho..trus belum balik sampe sekarang.."jelasnya.
"Masa?kok bisa masuk sana sih?"tanyaku heran.
"Katanya dia kan lagi main sama temen2 nya,main petak umpet gitu.trus ada yg liat tu anak masuk ke desa itu kaya ada yg ngajakin gitu lho nis.."tutur nindi.
"Udah dicari belum?"tanyaku lagi.
"Udah,,tapi ya belum ketemu..ilang gitu aja"ucap nindi sambil bergidik ngeri.
Kok bisa ya?kalau benar seperti itu,kasian bgt anak itu..
"Eh udah yuk..mlh ngrumpi ..kita kan mesti proker juga nis"ajak ferli.
"Ohiya..ya udah..balik dulu ya..kalian ati ati"ucapku lalu kami pergi keluar.
Kulihat indra sedang duduk dikursi depan balai desa sambil melamun. "Hayo..ngelamunin apa ya.."ucapku membuat dia kaget.
"Nisa....ngagetin aja.. Eh,udah ta?"tanyanya.
"Udah,yuk.. Kita mau proker dulu ndra ke balai warga..kamu gak papa nungguin?lama lho?'
"Nggak papa kok nis.. Aku rela nunggu kamu,walau seumur hidup aku."katanya gombal.
Kucubit perutnya. "Gombal.."ucapku. Dia hanya senyum dan tdk melepaskan pandangannya dariku.
"Jiah,,berasa obat nyamuk nih.."kata ferli.
"Itu yg aku rasain kalo kamu lagi duaan sama feri!! Enak kan..."ledekku ke ferli yg manyun.
Lalu kugandeng ferli berjalan ketempat proker kami. Indra mengikutiku dari belakang.
Sampai di balai pertemuan warga,disana sudah ramai ibu2 yg akan ikut penyuluhan . Tanpa menunggu lagi,aku dan ferli masuk dan segera memberikan penyuluhan ke para ibu disini.
Warganya sungguh ramah dan sangat berantusias. Bahkan setelah selesai pun masih banyak yg mengajak kami ngobrol.
Saat aku melihat ke arah depanku,aku melihat anak kecil yg waktu itu aku temui disungai. Dia sama seperti kemarin,diam dan hanya melihat ku.
Aku mulai mendekatinya,namun kali ini dia tdk lari saat aku mulai mendekat.
"Dek.. Nama kamu siapa?"tanyaku sambil jongkok dihadapannya.
Dia hanya diam. "Rumahnya mana?"tanyaku lagi. Dia masih diam,lalu menunjuk ke arah belakangnya.dan tiba2 dia menarik tanganku,sepertinya dia ingin aku ikut. Entah dapat keberanian dari mana,aku malah menurut saja ditarik oleh nya.
Sampai ke depan desa kramat,dia berhenti lalu menunjuk ke dalam desa itu. Aku yg belum mengerti maksudnya masih bingung sambil berfikir.
Lalu tiba2 dia melepaskan tanganku dan berlari masuk ke desa itu. "Dek..dek.. Mau kemana??!!"panggilku. Namun dia tetap masuk kesana dan lama kelamaan tdk terlihat lagi.
Saat aku akan maju,tiba2 ada tangan yg menyentuh bahuku. "Ya allah..!!"pekikku.
"Nis,kamu ngapain sih disini?aku panggil dari tadi diem aja.."indra terlihat cemas melihatku.lalu tak lama ferli datang dgn lari tergopoh2.
"Kalian larinya cepet bgt sih!!"gerutunya dgn nafas tersengal sengal.
"Lari??aku jalan kok.."ucapku.
"Kamu lari nis..larimu cepet bgt.."kata indra masih menatap ku heran.
"Masa sih ndra?aku tadi ketemu anak kecil,yg waktu itu disungai itu lho fer.. Trus dia bawa aku kesini..katanya rumahnya dia ada di....si....ni..." aku langsung terbelalak.
"Kenapa nis??"tanya indra.
"Rumah nya disini??jadi dia.....???"
"Setan!!!duh... Nisaaa.. Masa kamu gak bisa bedain mana setan mana orang sih??!!" ferli mulai ketakutan.
"Aku gak tau beneran.. "Ucapku masih bingung dgn apa yg kualami tadi. Ku amati desa dihadapanku,dan anak kecil itu memang ada disana,namun kali ini dia tdk sendirian..ada seorang pria yg sama,yg ku lihat disungai kemarin.dia menyeret anak itu menjauh pergi..masih dgn tangan yg memegang celurit.
"Ya allaaaah.. Dek...adek... Heiii lepasin anak itu!!!"teriakku yg hendak masuk kedalam desa itu. Namun indra menahan ku,bahkan dia memelukku khawatir.
"Kamu liat apa sih nis??gak ada siapa2 disana..udah,,yuk balik aja ke posko.. "Kata indra dgn posisi masih memelukku.
"Itu ndra,anak tadi disana,dia sama... Astaga.. Ada apa sih disini??? Hiks..."mataku berkaca2,hatiku terasa sakit melihat pria itu memperlakukan anak kecil tadi.. Apa benar mereka makhluk astral?krn hanya aku yg melihatnya.ferli& indra tdk melihat.
"Nisa..hei.. Liat aku nis.. Kita balik ke posko ya.. "Kata indra lembut sambil menyentuh pipiku.
Aku mengangguk. Lalu indra menggandengku menjauh,sesekali aku masih menengok ke belakang.. Dan anak itu tdk terlihat lagi
"Nis,udah deh.. Jangan diliat lagi"kata ferli yg berjalan disampingku.
Dalam perjalanan ,indra terus menggandeng tanganku. Yah,,rasanya aku akan cepat tenang jika indra ada disisiku.
========
Sampai diposko,semua sudah ada dirumah. Mereka terlihat cemas,entah ada masalah apa.
"Kalian kenapa?"tanyaku begitu sampai ke dalam rumah.
Mereka tdk langsung menjawab,hanya memandangku dgn raut wajah yg ketakutan.
"Ada apa sih??"kali ini aku menaikan nada bicaraku naik satu oktaf.
"Yola nis.."ucap nadia.
"Kenapa sama yola?kesurupan lagi?"tanyaku menebak.
"Dia hilang.."ucap nadia.
"Apa??kok bisa??!!"ku pandangi mereka satu persatu.
"Aku gak tau nis,,tadi waktu lagi kegiatan sama aku,tau2 dia ilang gitu aja.."jelas nadia dgn mata berkaca2.
Kutekan kepalaku,sambil mondar mandir. "Nis,duduk dulu ya.."pinta indra. Aku lalu menuruti indra dgn duduk disamping indah. Indra lalu pergi kebelakang. Dan keluar dgn membawa segelas coklat hangat yg seperti nya sengaja dia bawa kesini.
"Minum dulu ya nis..biar kamu lebih tenang.."kata indra lalu kuminum coklat hangat buatan nya.dia tersenyum sambil membelai kepalaku lembut. Kulihat acong menatap kami sinis.
"Makasih ya ndra.kamu baik bgt..untung ada kamu disini.."ucapku, sengaja agar acong kesal.
Indra melirik ke acong dan paham maksudku. "Apapun aku lakuin buat kamu nis"katanya menambah acong kesal ,lalu acong pergi keteras bergabung bersama lukman dan agus.
Feri kemudian mengulurkan telapak tangannya ke indra ,kemudian mereka tos.
Aku hanya menaikkan sudut bibirku dan geleng2 kepala. Indra lalu mengedipkan sebelah matanya. Apakah mereka senang,telah membuat acong kesal?
Dalam sehari ada 2 orang yg hilang,yola dan salah 1 anak didesa ini. Kemana mereka.bagaimana bisa yola menghilang begitu saja?
Setelah makan malam bersama,aku duduk diteras bersama indra.yg lain ada didalam dgn kegiatan masing2.
"Mau aku bikinin teh nis?"tawar indra kepadaku.
"Mmmm... Aku aja sini yg bikin.. Masa kamu terus.."kataku tak enak.
"Gak papa.teh doang kok..bentar ya,aku juga sekalian pengen ke belakang" lalu indra segera berdiri dan masuk ke dalam.
Suasana desa ini,sungguh sunyi,hanya ada suara jangrik dan hewan malam.
"Nis..."sapa wicak.dia keluar membawa secangkir kopi lalu duduk disampingku.
"Hai..."jawabku lemas.
"Hmmm... Soal yola gmn ya nis?gmn pun,dia tanggung jawabku..aku ketua disini.."
"Bsk kita cari cak.. Aku pasti bantuin.."kataku sambil menepuk bahu wicak.
"Thanks ya nis.. Oh iya nis, Mmmm...nggak jadi deh..."kata wicak ragu.
"Ada apa sih??ayo bilang,jng bikin aku penasaran"kataku memaksa.
"Aku bingung hrs cerita/enggak sama kamu..tapi mungkin lebih baik,kamu tau nis,biar kamu waspada aja.."wicak terlihat hati2 sekali dlm memilih tiap kalimat.
"Oke... Sekarang ksh tau aku.. Apa yg bikin aku hrs waspada.."kataku sambil duduk menghadap wicak.
Wicak menarik nafas dalam utk mengisi paru parunya. "Aku denger kabar,,kalau.. Burhan... Kuliah di kampus kita juga.."kata nya pelan.
"Apa??serius??kamu kata siapa??"tanyaku.
"Beberapa hari sebelum kkn,aku ketemu sigit,,kamu inget kan sigit,,yg sering manjat pohon mangga mu.. "Katanya sambil menatapku dalam.
"Iya,aku inget sigit.terus...."aku makin penasaran.
"Ya kita ngobrol banyak nis,tiba2 dia bilang kalo burhan,kuliah juga di kampus kita.. Mungkin dia kakak tingkat kita sekarang.cuma aku coba cari dibeberapa fakultas,aku sama sekali gak nemuin burhan.bahkan aku juga nanya ke beberapa senior yg pergaulannya luas,mereka juga gak pernah denger ada mahasiswa yg namanya burhan..entah lah,apa sigit bener/ enggak..aku cuma kasih tau aja.."kata wicak serius.
"Mungkin sigit salah info cak?"
"Hmm..mungkin aja sih nis.. Ya udah gak usah di bhs deh..maaf ya nis,aku jadi ngingetin kamu sama burhan"ucap wicak lalu matanya terbelalak menatap ke belakangku.
"Eh ndra..ya udah,aku masuk dulu ya..cape bgt.mau istirahat"kata wicak gugup.
Indra diam sejenak. Duh,sejak kapan indra ada dibelakangku? apa dia mendengar semua obrolanku tadi sama wicak?
"Teh nya nis..oh iya,,sweeter kamu nih,dingin kan diluar..nanti kamu bersin2.."katanya indra sambil senyum.
"Makasih ndra.."lalu kupakai sweeterku.
Kami diam beberapa saat. "Nis..." "Ndra.." Kata kami bersamaan. Lalu kami ketawa.
"Kamu dulu deh nis.."
"Kamu aja ndra..kamu mau bilang apa?"tanyaku.
"Ladies first..."kata indra sambil memandangku.
"Oke...aku dulu nih..."kataku. Indra mengangguk
"Kamu kok bisa kesini ndra?"tanyaku. Indra ketawa.. "Kok ketawa???"tanyaku kesal.
"Sorri... Aku kangen sama kamu nis...jadi aku susul kesini.."katanya sambil terus menatap manik coklatku. Wajahku menjadi hangat,dan pasti muka ku merona karena malu.
"Ohh gitu.. "Ucapku sambil menunduk.
"Kok cuma.'oh gitu'.. Kamu sendiri kangen gak sama aku?"tanyanya dgn menampilkan ekspresi puppy eyes.
"Kasih tau gak ya..."sambil senyum2 aku menggoda indra.
Dia malah mencubit pipiku gemas. "Kebiasaan kalo ditanya malah ngeledek.."katanya.
"Biarin.. "Ucapku sambil mengusap pipiku bekas cubitan indra.
Saat aku melihat ke depan rumah,aku melihat sekelebat bayangan berbaju putih terbang dikebun seberang jalan.
Aku lalu menarik tangan indra. "Yuk ..masuk.."ajakku dgn wajah pucat.
"Kenapa??"tanya indra lalu menoleh ke sosok tadi terbang.
"Jangan diliat.."kataku lalu segera kututup pintu depan beserta korden nya juga...
-BERSAMBUNG-
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon