KKN DIDESA TERPENCIL {Side story PART 10}

Hah?ada apa?
Lalu aku menoleh kedepan.yg kulihat justru sebaliknya,nindi pingsan .namun tdk ada sedikitpun darah yg keluar dari tubuhnya.bahkan tubuhnya masih utuh.tdk berkurang sedikitpun. Macan itu hanya berputar putar disekitar nindi.
Teman temanku yg lain lalu mendekat ke padaku dan indra. Mereka sama terkejutnya seperti kami.
"Macan nya nembus nindi!!"kata feri kagum.
"Macan jadi jadian tuh kayanya.."ucap faizal sambil melongo.
Lalu macan tadi mendekati kami.kami malah mundur mundur.tapi tdk dgn ku. Bukan karena kaki ku sakit,namun aku merasa dia tdk jahat.
'Hati hati nduk.. Teman teman mu ada didesa itu.kalian jangan kesana sendirian.panggil warga desa yg lain.mbah pamit' kata macan itu.
"Hah??!! Macan nya bisa ngomong??"ferli kaget. Aku pun sama kagetnya.
"Siapa kamu?"tanyaku penasaran.karena dia tadi berbicara kepadaku,berarti dia mengenalku.
'Eyang sastro...' Lalu...wuuusssshhh
Macan putih itu hilang seperti asap.
"Kamu kenal nis?"tanya indra sambil menatap mataku dalam.
"Eyang sastro?? Eyang uyutku ??masa iya sih??" kataku masih tdk percaya.
"Mungkin aja kali nis.. Orang jaman dulu kan pasti mempelajari ilmu ilmu tertentu.banyak yg sakti gitu.kali aja bener itu eyang kamu" kata faizal.
"Kamu punya eyang namanya eyang sastro nis?"tanya indra.
"Punya.. Aku sering denger papah ku sama sodara papah yg lain cerita soal eyang sastro.cuma aku gak pernah ketemu.soalnya eyangku udah lama meninggal."ucapku.
"Ya udah,trus gmn nih? Mungkin sepertinya kita hrs minta tolong warga ..kita gak mungkin masuk ke desa itu sendirian.. "Kata indah.
"Ya udah,kita balik ke posko aja gmn?trus aku lapor pak kades minta bantuan buat cari temen temen yg lain." indra memberikan ide.
"Setuju.."ucap indah dan ferli bersamaan.
"Zal.. Kamu bopong nindi ya"pinta indra.
"Elu aja napa ndra?biar gue bopong nisa.. Nindi berat bgt pasti tuh.."kata faizal menolak.krn badan nindi memang agak berisi.

KKN DIDESA TERPENCIL {Side story PART 10}

Indra melotot ke arahnya.dan membuat faizal cengengesan lalu akhirnya menyerah . Segera dia membopong nindi kembali ke posko. "Yuk kita pulang"ajak indra lalu ikut membopongku juga.
Kulingkarkan tanganku dileher indra dan kubenamkan wajahku dekat keleher nya. Kudengar deru nafas hangat indra mengenai tanganku.
Selama perjalanan,kami tdk berbicara apapun.rasanya aku sudah cukup lelah menghadapi kejadian malam ini.
Tak lama kemudian kami sampai di posko. Indra lalu langsung membawaku ke kamar.dan meletakan ku di ranjang milikku.
Dia duduk didekatku sambil menatapku dgn senyuman nya. Aku masih meringis kesakitan karena kakiku yg nyeri.
"Aku ambil balsem dulu ya.. Biar aku urut dulu kaki kamu" ucap indra dan segera bergegas keluar dari kamarku. Lalu tak lama kembali lagi dgn membawa balsem ditangannya.
Dia lalu duduk di samping ranjangku dan melepas sepatuku lalu mulai memijit kakiku.
"Kamu sering bgt keseleo gini ya nis"guraunya.
Aku mengulum bibir menahan sakit dan tawa ku. "Kalo mau ketawa,ketawa aja lagi nis.jngan ditahan gitu.sebelum ketawa dilarang.."dia makin meledekku. Kucubit perutnya bertubi tubi.
"Aku seneng kalo liat kamu senyum gini nis"kata indra tanpa melepaskan pandangan matanya kepadaku. Wajahku menjadi hangat dan pasti merah merona saat ini.
"Ih.. Kamu malu ya?muka kamu merah lho nis"kata indra sambil menunjuk wajahku.
"Ah..indra... Udah deh.."rengekku.
Tok tok tok
Lalu feri masuk. "Ndra.. Yuk.ke rumah pak kades.."ajaknya.
"Oke.sebentar."kata indra sedikit menoleh ke feri.
"Aku pergi dulu ya nis.. Nanti aku balik lagi.."katanya sambil membelai kepalaku lembut. Ku raih tangan nya ,dan menatapnya. "Ati ati ya ndra..jangan lama lama"pintaku manja.
"Iya.. Sebentar kok.kamu jangan kemana mana..janji?"katanya sambil mengangkat jari kelingkingnya kepadaku. Lalu ku kaitan jari kelingkingku ke indra.
"Iya.. Janji.."ucapku.
"Nah..gitu donk..good girl.."katanya lalu pergi keluar dari kamarku.
=======
Aku hanya berdiam diri dikamar,karena sudah berjanji ke indra tdk akan kemana mana. Aku masih memikirkan tentang sosok eyangku yg tadi kutemui. Sepertinya memang benar itu adalah eyang uyutku.karena papah pernah bercerita tentang eyang uyut yg kadang suka menjenguk cucu cucu nya dalam bentuk seperti tadi.namun tdk bisa sembarangan orang melihat.
Aku masih tdk hbs pikir,apakah hal seperti itu benar benar terjadi? Kupikir,setiap orang yg sudah meninggal ruh nya akan kembali ke Allah.lalu tadi apa? Sampai sekarang pun aku masih belum mengerti.kata papah,' biarlah misteri tetap menjadi misteri'
Dan sekarang aku mencemaskan indra.dia pasti ikut warga utk mencari teman temanku yg lain. Kenapa kakiku hrs seperti ini sih? Jika kakiku bisa berjalan,pasti aku juga ikut mereka.aku tdk tenang membiarkan indra ada didesa itu,walau banyak orang yg menemaninya.
Kalau utk menghadapi manusia,aku tdk begitu khawatir.karena indra jago bela diri.tdk hanya 1 cabang bela diri saja yg dia tekuni.namun ada beberapa lagi. Namun yg dihadapi kali ini adalah makhluk astral,yg tdk bisa tumbang krn tendangan & pukulan.
Pikiranku terus ke indra.aku tdk tenang.kuputuskan keluar kamar dan berkumpul dgn yg lain. Dirumah masih ada faizal,indah,ferli dan nindi.namun nindi masih tertidur.
Aku berjalan dgn kepayahan karena kakiku masih nyeri. "Lho nis!! Kok keluar??"kata faizal lalu menghampiriku dan membantuku berjalan.
"Bosen zal dikamar.."kataku.
"Ya udah,kita disini aja.sambil nunggu yg lain balik.mudah mudahan mereka cepet ketemu"kata faizal.
Aku duduk disamping ferli yg sedang memeluk boneka kesayangannya. "Kamu kok disini zal?gak ikut indra tadi?"
"Tadinya aku mau ikut,tapi gak boleh sama indra.katanya aku suruh disini aja,jagain kalian..takut ada apa apa dirumah,masa gak ada cowok yg jagain dirumah.."jelas faizal.
"Nis,kaki kamu gmn?"tanya indah.
"Tadi sih udah diurut indra,agak mendingan sih,cuma masih agak nyeri dikit."kataku sambil ku lihat kaki ku.
"Eh... Mau teh gak nih?hawa nya dingin gini..biar badan anget"ucap ferli.
"Boleh fer.. Kamu mau bikinin?"tanyaku.
"Mmm... Boleh sih,tapi temenin donk... Zal.. Yuk!!' ajak ferli manja.
Faizal mendengus kesal. "Yuk.."katanya lalu ngeloyor pergi ke belakang dan diikuti ferli.
Tinggal aku & indah saja. "Ndah,nindi gmn?'
"Masih tidur.kecapean kayanya nis.."
"Sering sering ditengok ndah,jangan sampe kecolongan lagi kaya si yola"pintaku.
"Mmmm..iya juga ya. Ya udah aku liat dulu deh dikamar"lalu indah berdiri dan berjalan ke kamar.
Tik tok tik tok tik tok tik tok Bunyi detik jam dinding bagai alunan musik malam yg cukup menghibur.ini lebih baik daripada aku harus mendengar suara suara aneh.
Namun,semua seakan sirna hanya dalam beberapa detik kemudian. Krriiieeeet..kriiieeet...
Aku mendengar seperti ada yg mencakar cakar jendela.seperti suara dari benda tajam yg digores goreskan diatas kaca. Bunyinya cukup Cumiakan telinga.dan tentunya membuat bulu kudukku meremang.
Aku mencoba berdiri utk dapat melihat siapa sumber suara ini.karena aku yakin,ini berasal dari teras depan. Dgn langkah kaki yg sedikit kuseret,aku terus berusaha mencapai jendela yg tertutup korden. Kuintip sedikit.
Shiiit !! Kututup kembali korden itu dgn cepat.ada seorang wanita dgn pakaian putih,lusuh kukunya tajam sedang mencakar cakar jendela.dan jangan tanya wajahnya seperti apa.sudah jelas sekali sangat mengerikan tentunya.kepalanya retak sedikit remuk dan mengeluarkan bau anyir dan busuk yg belum pernah kucium sebelumnya. Wajahnya dipenuhi darah dgn bola mata yg hampir keluar dari tempatnya.
Aku lalu mundur mundur dan menabrak seseorang. "Nis!! Ngapain sih?untung aja gak tumpah ini.."gerutu ferli yg sedang membawa nampan berisi beberapa cangkir teh yg dibuatnya.
Aku menunjuk ke teras dgn kalimat tergagap. "Iii..ii...ittt...itttuuuu... Diii depan..."kataku lalu bersembunyi dibalik badan ferli.
Faizal dan ferli diam dan mendengarkan suara yg sedari tadi menggangguku. "Apa itu nis??"tanya ferli.
"Gak usah diliat ,aku yakin kalian bakal muntah kalo liat kaya apa bentuknya"kataku ketakutan.
"Heh!! Pada ngapain sih disini!!"kali ini indah muncul setelah mengecek nindi di kamar.
"Sssstttttt..."faizal mengisyaratkan indah utk diam. Indah langsung paham dan ikut bersembunyi dibelakang faizal.
Faizal hendak maju,namun ditahan indah.jujur, kami semua ketakutan. "Jangan zal..kamu gak denger tadi nisa bilang apa!!"kata ferli gemes.
"Trus kita hrs gmn donk??"faizal bertanya pada kami.
Mereka semua melihatku. "Biarin aja!!"ucapku.
Tak lama suara itu hilang dgn sendirinya. "Eh.. Berenti.." ferli heran sambil meletakan nampan yg dia bawa ke meja.
"Cek zal.."pinta ku.
" temenin donk.." katanya masih ngeri.
Akhirnya dgn ditemani indah,faizal melongok ke jendela. "Ilang sist.."ucap faizal masih menatap teras sambil celingukan.
"Kemana ya?"tanyaku heran. Masa iya dia tiba tiba pergi gitu aja.biasanya yg kaya begini susah suruh pergi sendiri.
Saat indah menoleh ke arahku,dia mematung,badannya bergetar,lalu di taboknya faizal yg masih sibuk mengecek keluar. "Apaan ndah!! Aku pastiin dulu,tu setan udah pergi!!"katanya tanpa melepaskan pandangan dari teras.
"Nis...sini deh.."ucap indah lirih.
Aku tau maksudnya apa. "Dibelakangku ya??"tanyaku. Mendengar aku berkata demikian,faizal menoleh cepat melihat ke belakangku.dia langsunh molotot.
Aku tdk berani menoleh sedikitpun,aku yakin sekarang dia ada di belakangku,melihat reaksi indah dan faizal yg ketakutan seperti itu. Aku ingin berjalan ke indah dan faizal.namun seakan akan badanku ini kaku ,tdk bisa digerakan.ferli yg melihat kebelakangku pun ikut diam, dgn keringat yg bercucuran diwajahnya.
"Fer... Kamu ke indah sekarang!!'pintaku.
Dia mengangguk dgn mata berkaca kaca,lalu pergi ketempat indah dan faizal berdiri.
Kucoba terus utk dapat menggerakan kaki ku,namun sia sia. Kaki ku seolah sudah terpaku ditempatku berdiri sekarang.
Entah knp semua doa doa yg sudah kuhapal sejak kecil pun rasanya benar benar tdk dapat kuingat.aku benar benar blank sekarang.
"Nisaaaaa!!!"teriak ferli tambah panik. Entah apa yg dia lihat.namun perlahan kupaksakan utk menoleh kebelakangku.rasa takut kini kalah oleh rasa penasaran yg sejak tadi kubendung.
Perlahan aku dapat melihat kebelakangku.dan benar saja,yg ada dibelakangku adalah sosok yg tadi ada diteras. Dia menyeringai sambil perlahan mendekatiku.namun rasanya aku kembali membeku.aku tdk bisa bergerak lagi walau hanya se centi sekalipun.
Bulir bulir air hangat mengalir dari kedua mataku. Dia makin mendekat ,tangannya terulur seperti ingin meraihku. Aku pasrah.. Mending bunuh sekalian aja deh..aku benar benar tersiksa.aku capek..
Tangan nya kian dekat,dan mulai tercium bau busuk dan anyir .tangan yg penuh luka ,darah dan kotoran membuatku mual..seperti agak lengket entah berasal dari mana.dan sangat menjijikan.
Nyeeesss
"Aaaarrrrrrrgggghhhh" dia teriak. lalu tiba tiba kembali beringsut mundur sambil memegang tangannya,tercium bau gosong beberapa saat.
Aku kaget dan heran.ku raba sekitar leherku,apa yg membuatnya kesakitan?
Kalung ??!
Sepertinya benar krn kalung dari indra yg sedang ku pakai.ini sudah beberapa kali terjadi.
Subhanallah..terimakasih ya allah..
Aku kembali menangis,namun bkn krn takut.tapi krn haru. Aku masih dilindungi oleh Allah.
"Nis..nisaaaa!!!"ku rasakan sebuah tangan merangkul ku dari belakang hingga ke bawah leherku.sosok itu hilang.
"Kamu gak papa.."katanya lembut ditelingaku.
Aku menoleh utk memastikan bahwa yg memelukku sekarang adalah indra. Kembali aku menangis melihat indra yg sudah ada dibelakangku.
Dan ajaibnya badanku sudah bisa digerakan.aku pun langsung memeluknya erat. Aku takut,aku takut krn keberadaan makhluk tadi.namun aku lebih takut indra tdk kembali.
"Udah nis.. Kamu gak papa kan?"tanyanya. aku hanya mengangguk menanggapinya. Rasanya kerongkonganku kering sehingga membuat suara ku berat utk kukeluarkan.
"Yg lain mana?udah ketemu?"tanyaku penasaran saat kulepaskan pelukanku .
"Ketemu..kamu jangan khawatir.mereka baik baik aja.."jawabnya sambil menghapus sisa sisa air mata ku.
Alhamdulillah ..

-BERSAMBUNG-
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon