KKN DIDESA TERPENCIL {Side story PART 13}

Pagi ini kuputuskan utk joging mengelilingi desa. Lama juga aku tdk olahraga.semenjak kkn disini rasanya aku tdk terlalu bersemangat utk lari seperti biasanya.
Apalagi dgn banyak nya kejadian teror yg kami alami.membuat tenagaku seakan terkuras habis.
Aku bersiap dgn memakai celana training panjang berwarna ungu dan kaus lengan panjang pink dgn sepatu olahraga putih yg kusiapkan jauh jauh hari. Kupakai earphone dan menyetel lagu favoritku,lalu mulai berlari mengelilingi jalanan desa ini.

KKN DIDESA TERPENCIL

Udaranya segar sekali.rasanya lama aku tdk menghirup udara yg bebas polusi seperti disini.aroma pedesaan yg begitu khas membuatku ingat akan kampung halaman nenek ku.suasana nya hampir sama.
Beeettt!!
Tiba tiba ponselku mati.dan otomatis aku berhenti utk memeriksa nya. 'Padahal semalam sudah ku charger sampai penuh,kenapa belum ada setengah jam udah abis aja ya batre nya'
Akhirnya kuputuskan utk menyimpan saja ponselku disaku celanaku.dan melanjutkan lari.
Sampai didekat sungai,kulihat ada beberapa ibu ibu yg sedang mencuci disana.akhirnya kuputuskan utk mendekat sambil mencuci wajahku.
"Pagi sekali mba..kok sendirian aja?"sapa salah 1 ibu itu.
"Iya bu,,yg lain masih tidur tadi."kataku lalu duduk di batu dipinggir sungai sambil memainkan air sungai yg jernih dan segar.memang aku pergi setelah sholat subuh tadi.
"Gmn mba?betah disini?"tanya ibu yg lain.
"Heehehe.."kujawab dgn senyuman.
Jujur,gak betah bu.rasanya pengen pulang aja.
"Maaf bu.. Boleh saya tanya sesuatu?"kataku pelan.
"Nanya apa mba?"
"Soal desa sebelah.."ucapku sambil ku pandangi mereka satu persatu. Mereka menghentikan aktifitas mereka dan tengak tengok seperti takut diawasi orang lain.
"Jangan bhs itu mbak.."kata ibu itu bisik bisik.
"Kenapa?"tanyaku penasaran.
"Nanti dia dateng mbak"pernyataan ibu itu makin buatku penasaran.
"Kalau mbak bener bener pengen tau,mbak ke rumah pak kus aja.. Rumahnya paling ujung ,deket sama desa sebelah.pak kus itu sodara nya pak slamet."
"Oh gitu .baik bu.makasih infonya."
Kuputuskan bermain air dulu sambil melepaskan sepatuku dan memasukan kaki ku ke air .dan ikut ngobrol bersama ibu ibu yg masih mencuci. Hingga tak terasa hari mulai siang,dan para ibu pun selesai mencuci. Aku pun ikut pulang,kembali ke posko.
======
Sampai diposko,sudah banyak orang disana.semua berpakaian serba hitam,dari postur tubuh dan penampilannya sepertinya mereka polisi.
Aku berjalan ragu memasuki posko karena beberapa pasang mata melihatku. "Nisaaaa??" suara ini ...suara indra. Dia muncul dibalik kerumunan orang disana.
Wajahnya panik sekali,seperti telah terjadi sesuatu. Dia berlari mendekatiku. "Kamu kemana aja?"tanyanya dgn raut wajah yg serius.
"Habis lari pagi.."jawabku enteng.
"Kok baru balik?ini udah siang.aku pikir kamu hilang."katanya sambil menatapku tajam.
"Mmm..aku tadi ke sungai dulu,ketemu ibu ibu jadi ngobrol deh."
"kata wicak kamu pergi dari subuh dan belum pulang pas aku nyampe sini..lain kali jangan pernah pergi sendirian nis!!."dia terlihat sangat khawatir.
"Aku gak papa kok.oh iya kamu nyampe jam brp?"tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Sejam yg lalu"katanya dingin,dan terus menatapku. Wah,dia marah beneran kali yah.
"Ohh.. Tau gitu kamu kemaren gak usah pulang aja ya..hehe"indra hanya diam saja.lalu memelukku tiba tiba.
glek
Astaga,nyaman sekali rasanya.walau baru kemarin dia peluk aku gini. aku memang merindukan nya. Dia memelukku erat sekali.
"Ndra!! Kita jalan sekarang?"tanya herman.
Indra melepaskan pelukannya.dan mengangguk ke herman. Dia lalu masuk kedalam posko sambil menggandeng tanganku.
Kami berkumpul utk membahas pencarian mayat pak slamet,lebih tepatnya tulang belulang nya.
Indra membawa sekitar 10 personil termasuk dirinya sendiri. Ditambah 6 dari pihak kami.
"Aku ikut"kataku saat mereka diskusi serius.
"Enggak!!"jawab indra tegas.
"Tapi aku mau ikut!!"aku ngotot.
"Aku nggak ijinkan"dia masih fokus dgn beberapa lembar kertas ditangannya sbg denah desa ini.
"Aku yakin,bantuanku akan berguna!!kamu ijinin/ enggak aku bakal ikut"lalu aku pergi dari ruang tamu menuju kamar dan mengambil peralatan mandiku. Mereka yg ada disana hanya menatapku tanpa berkomentar apapun. Aku bergegas mandi agar aku juga bisa ikut mereka.
====== Selesai mandi dan berganti baju,aku bergabung kembali bersama mereka.
Dan kami mulai pencarian. Kami terbagi menjadi 4 kelompok agar mempercepat waktu.
Aku sekelompok dgn indra,feri,faizal,herman.
"Kita kerumah pak kus dulu"pintaku.
"Pak kus siapa nis?"tanya faizal.
"Tadi kata ibu ibu disungai beliau sodara nya pak slamet.kali aja ada info soal pak slamet."kataku.
"Ya udah,ayok..."indra lalu berjalan paling depan.
Kelompok lain berpencar ke segala penjuru arah.
Sampai kami dirumah paling ujung dan yg paling dekat dgn batas desa.
"Ini nis??"tanya feri. Aku hanya mengangkat bahuku keatas.krn aku pun tdk begitu tau.hanya jika mengikuti petunjuk ibu ibu tadi ,ya bener.rumah ini.
Lalu aku masuk ke halaman rumah itu dan mengetuk pintu.
Tok tok tok "Assalamualaikum"sapaku.
"Wa alaikum salam"terdengar jawaban dari seorang wanita didalam.
Kriiieeeettt
"Ada apa ya mba?"tanya ibu dgn wajah keheranan setelah pintu dibuka.
"Maaf bu,betul ini rumah pak kus?"tanyaku.
"Iya,betul.. "
"Pak kusnya ada bu?"tanyaku dgn mata berbinar. Rasanya aku seperti mendapat sedikit harapan utk penyelesaian masalah ini.
"Suami saya sedang pergi keluar kota..baru pulang bsk mba..gmn?"
"Mmmm.gitu ya bu.. Ya sudah kalo gitu,saya bsk kesini lagi ya bu.."kataku sedikit kecewa.
"Oh gitu. Ya sudah,nanti saya bilang suami saya ya kalo sudah pulang."kata ibu itu ramah.
"Oh iya bu,terima kasih ya bu"kataku lalu pamit.
Kami berjalan lagi ke tempat lain. "Duh,nyari kemana ya?"ucap faizal.kami terus berjalan tanpa arah.
"Sungai??"kataku entah mendapat ide dari mana.krn pertama kali aku melihat pak slamet adalah saat disungai.
"Knp?kok disungai?"tanya indra.
"Pertama kali aku liat pak slamet itu disungai."jawabku. Feri lalu berjalan paling depan.
Tak lama kami sampai disungai.kalau diurut dari batas desa yg kami buat,sungai ini juga seperti batas desa ini dgn desa sebelah.
Bunyi suara riakan aliran sungai membuat suasana tdk terlalu sunyi. Aku berjalan mendekat ke pinggir sungai dan duduk di batu yg tadi pagi.
Sambil tanganku turun ke aliran air disampingku. Kubayangkan semua kejadian di desa ini dari awal kami datang hingga sekarang.segala macam teror,ketakutan dan kecemasan kurasakan lagi.
Beberapa kali aku mengangkat tanganku,krn ada sampah daun yg menyangkut. Namun saat terakhir kali kuangkat tanganku,yg kutemui adalah rambut yg sangat panjang.
Deg ! Ini seperti rambut mba kunichan deh ,yg kutemui di kamar mandi posko.kok siang2 udh eksis aja sih..
"Nisaaaa!!"pekik faizal sambil menunjuk ke sungai.
Saat ku toleh,aku mendapati seorang wanita ngambang disungai dgn pakaian putih dan rambut panjang.matanya hitam semua . Aku langsung berdiri menjauh dari sungai.
Kami mundur agak jauh. "Gila?siang siang udh nongol aja??"kata feri panik.
Sosok itu mengambang terus mengikuti aliran sungai.dan makin lama makin jauh.
"Daripada itu balik lagi,mending kita pergi dari sini deh!"kata herman.
Akhirnya kami pergi dan mencari ketempat lain,sampai sampai kaki ku lecet karena terlalu lama berjalan.
"Udah..istirahat dulu ya."pintaku sambil bersandar di pohon sambil mengatur nafasku.
Indra kemudian mendekat. "Cape ya.."tanyanya dgn senyum tipis di bibirnya.
"Iya,lumayan."
Indra tengak tengok lalu melihat ke arah batu besar yg tak jauh dari tempatku berdiri. "Yuk,duduk dulu."ajak nya.
Aku lalu berjalan ke batu itu. Setelah duduk,segera kulepas sepatu yg kupakai.dan benar saja,ada beberapa luka di jari jari kakiku.
Indra jongkok didepanku lalu mengambil sesuatu dari dalam tas nya. Sebuah botol minyak utk luka. 'Ini anak prepare bgt '
"Sini aku obatin"katanya lembut.
"Eh ..gak usah..aku sendiri aja."kataku menolak.aku agak sungkan sebenarnya.
Namun dia memaksa.dan aku pun tdk bisa berbuat apa apa. Rasanya badanku benar benar lelah.
"Kita balik aja ke posko hbs ini.lanjut bsk aja."kata indra kepada kami. Sepertinya dia mengerti kalau aku benar benar kelelahan.
Setelah 15 menit kami lalu kembali ke posko. Dan ternyata kelompok lain juga sudah kembali ke posko krn mereka pun tdk menemukan apa apa.
Malam ini kami beristirahat karena lelah yg sudah bergelayut ditubuh kami. Aku sudah masuk kamar sekitar setengah jam yg lalu bersama ferli.
tok tok tok
"Nis..buka tuh pintu,paling juga indra.."kata ferli yg sudah setengah terpejam,lalu segera menutup seluruh tubuhnya dgn selimut.
Aku beranjak membuka pintu dan benar kata ferli,kalau indra yg ada didepan pintu kamar kami.
"Heii.. Belum tidur kan?"tanyanya sumringah.
"Belum kok.ada apa ndra?."
"Mmm..gak papa si..cuma pengen liat kamu aja sebelum tidur."katanya merayuku.
Kucubit perutnya.menutupi rasa malu yg kurasakan.
Dia malah ketawa.lalu dipegangnya tanganku krn aku tdk berhenti mencubitnya sedari tadi. Mata kami saling bertemu.dan mendadak suasana menjadi kikuk.aku berusaha melepaskan tanganku yg dipegang indra.
"Ya udah,aku tidur dulu ya ndra.cape bgt nih"kataku mencoba menghindarinya.
"Iya nis..jangan lupa berdoa"kata indra lalu tiba tiba dikecupnya keningku,dan dia langsung ngacir ke ruang tamu meninggalkan ku yg masih syok oleh perlakuannya barusan.
Dasar indra!!

-BERSAMBUNG-
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon