KKN DIDESA TERPENCIL {Side story PART 15}

Pagi ini aku masih malas malasan di atas ranjangku.rasanya aku enggan utk beranjak,dan hanya ingin tiduran saja disini.
Pagi ini beberapa rekan indra hrs kembali kekantor.sehingga hanya tinggal 5 orang saja yg masih ada di posko.
Aku masih berfikir keras,aku harus mencari kemana?pak slamet... Kenapa beliau selalu terlihat mengerikan,padahal kalau bisa diajak komunikasi kan,siapa tau kami akan lebih cepat menemukan dimana jenazah nya.
Pak slamet tinggal didesa sebelah,otomatis beliau punya rumah kan ya? Ah iya!! Bener juga!! Rumahnya!! Mungkin ada dirumahnya... Sekarang aku tinggal mencari tau,rumah pak slamet itu yg mana.
Dgn semangat 45,aku segera meraih handuk yg ku letakan di jemuran kamar yg kubuat sendiri utk menjemur handuk.

KKN DIDESA TERPENCIL {Side story PART 15}

Saat keluar kamar,aku menabrak seseorang.namun kali ini bukan indra. Aku sampai jatuh kedalam pelukan acong.seketika aku langsung mendorongnya kuat kuat.
"Ati ati lo nis..untung aku pegang,kalo gak kamu bkal jatuh"kata acong lembut.
Kutatap matanya dgn sinis. "Mending aku jatoh daripada dipegang kamu!!"kataku kesal.
Dia tersenyum licik.aku lalu berlalu dari hadapannya dan segera menuju kamar mandi.
Sial bgt aku pagi ini,kenapa hrs ketemu nya dia sih!! Bikin bete aja!!
Aku lantas bergegas mandi.dalam waktu 10 menit aku sudah siap dan segera ke depan.
Kulihat indra dan teman2 ku yg lain sedang ada diruang tamu membahas masalah ini. Aku ikut bergabung dgn mereka sambil melirik tajam ke acong yg duduk disamping faizal.
"Kenapa nis??ngeliatinnya begitu amat"tanya faizal.
"Gak papa!"jawabku ketus sambil duduk disamping wicak.
"Gmn?gitu aja kan?kita mulai lagi,biar cepet ketemu!"kata indra yg sepertinya memimpin diskusi.
"Kalian mau cari kemana?"tanyaku.
"Mencar lagi nis,kita susuri sungai juga,kali aja ada di sungai"kata feri mewakili indra bicara.
"Mmm..boleh ksh saran?"
"Apa nis?"tanya indra.
"Kita cari didesa pak slamet"jawabku.
"Kan udah nis,gak ada.lagian desa nya gede bgt"kata wicak
"Kalo rumahnya pak slamet?udah?"tanyaku.
Mereka saling pandang lalu tersenyum. "Pinter lu!!"kata feri semangat.
Indra tersenyum sangat manis kepadaku.bikin aku panas dingin.
Kami lalu pergi ke desa sebelah. Setelah sebelumnya kami bertanya tanya kepada pak kus. Katanya rumahnya ada diujung desa mentok .mungkin itu akan lebih mudah utk kami mencari.
Kulihat pembuatan batas desa tinggal sedikit saja,dan pasti akan segera selesai.
Saat masuk ke desa sebelah.seluruh tubuhku meremang.kupandangi sekelilingku,namun tdk kudapati satu pun makhluk astral disana. Aku berjalan lagi mengikuti yg lain.
Kami memang belum pernah masuk desa ini lebih dalam,waktu mencari yola,hanya sampai tengah tengah desa saja. Dan seperti nya utk menuju rumah pak slamet butuh waktu dan perjalanan yg panjang.
Beberapa kali bulu kudukku meremang.perasaanku makin tdk enak. Sampai saat feri menyelutuk. "Lama bener sih?gak nyampe nyampe?hampir dua jam ini lho..kita muterin ni desa!!"gerutunya yg mulai gak sabaran.
Memang benar sih apa kata feri,kami sudah hampir 2 jam berjalan,kakiku juga sudah capek rasanya.namun,ujung desa ini terasa makin jauh saja.
"Kita istirahat dulu"kata indra. Kami lalu berhenti utk istirahat,aku duduk disebuah kursi bambu milik warga yg sudah berdebu namun masih kokoh .sambil memijat kaki ku yg lumayan pegal.
"Ini bener gak sih?desa ini gede bgt,melebihi desa kkn kita?"tanya faizal.
"Harusnya sih nggak zal..desa ini justru lebih kecil dari desa kkn kita.kata pak kades sih.."jawab wicak sambil berkacak pinggang dan melihat sekeliling.
"Kok kita gak nyampe nyampe??"tanya feri mulai kesal.
"Mungkin kita sengaja diputer puterin?"kataku spontan.
Mereka langsung menoleh ke arahku yg sedang duduk. "Bisa jadi nih..trus gmn donk..nis??"tanya lukman.
"Tanya wicak aja tuh.."kataku sambil melihat wicak.
"Mmm... Sebentar ya."wicak memejamkan mata. Walau gmn pun juga,wicak ini lulusan pondok pesantren,dan dia mempelajari ilmu kebatinan,hanya saja dia bukan indigo.dan kemampuannya masih terbatas.tapi jika hanya utk mencari jln keluar sepertu sekarang ini,aky yakin itu bukan masalah besar utknya.
Krn dulu aku ,wicak dan teman teman dekat rumah pernah mengalami hal seperti ini. Saat kami hiking di gunung s****t,kami sempat disesatkan.diputar putar hanya ditempat itu itu saja.akhirnya wicak yg turun tangan,dan beres sudah.
Feri ikut duduk disampingku. "Cape ya nis.. Gue aja yg cowok ngap gini.apalagi elu yg cewek.."katanya sambil mengatur nafas nya yg pendek.
"Untung ferli gak ikut.."kataku.
"Iyalah,kalo dia ngikut pasti minta gendong.gue yg modyaaaar.."katanya.
"Hahahahaha"aku ketawa ngakak.
"Nis,,ketawa sih ketawa..tapi tangan elu gak usah kemana mana napa!!kalo indra liat gmn coba?"katanya membuatku bingung. Kuamati lagi tanganku.perasaan tanganku gak ke mana mana?
"Tanganku yg mana?lah ini disini semua gini kok"kataku menunjukan kedua tanganku ke hadapan feri.
Wajah feri pucat,badannya bergetar. "Iii...iiiinnnniii.taangaan sii..siapa donk?"tanya feri sambil menunjuk tangan yg menempel di bahu kanan nya.
Glekk
Aku sampai menelan ludah melihat tangan yg ditunjuk feri. Tangannya hitam,gosong dan ada beberapa luka yg ada nanah nya. Tak lama tercium bau busuk,mungkin dari tangan itu.
Aku dan feri saling pandang dan mengangguk pelan. "Aaaaaaaaahhhhhh"kami teriak dan berlari ke teman teman yg lain.
"Apaan sih??"tanya lukman heran.
"Setan!!!"kata feri ketakutan.
"Mana??"tanya acong.
"Tuh..di rumah itu..hiiii..ngeri deh.. "Feri bergidik ngeri.
"Cak,masih lama??"tanyaku ikut tdk sabar.aku juga sama paniknya seperti feri tadi.hanya saja dia lebih heboh dan ngoceh terus.kalo aku justru sebaliknya.hanya diam namun pikiran dan hati ku bergejolak.
Indra berdiri dihadapanku.lalu membelai wajahku lembut. "Kamu gak papa kan?"tanyanya lembut.
Duh,malah makin dag dig dug.. "Gak papa"kataku gugup.
"Yuk..kita lanjut,insha allah kali ini lancar "ajak wicak lalu dia berjalan paling depan.kami mengikutinya.
Dan benar saja,hanya butuh 5 menit,kami sampai di sebuah rumah yg paling ujung,dan hanya rumah ini satu satunya yg paling ujung.
"Ini kali ya?"tanya wicak.
"Masuk aja."sahut indra lalu nyelonong masuk gitu aja. Enak bgt ya,jadi dia.. Dia kan gak bisa liat setan,jadi cuek aja dia masuk tanpa perasaan was was & takut. Kami ikut masuk juga.
Indra berhenti diteras rumah itu. "Ayo masuk,anggap aja rumah sendiri.."katanya santai.
Indra menyuruh teman teman nya yg lain memutari rumah ini,mencari disekitar rumah.
"Kita cari sekarang..."ajak wicak lalu masuk kedalam rumah itu lagi.
Kami susuri tiap ruangan.kami buka satu persatu,mulai dari lemari,bawah kolong meja,ranjang..kami periksa tiap sudut sedetail mungkin.
Namun,belum kami temukan tanda tanda keberadaan tulang belulang pak slamet. Aku berjalan lagi sampai ke belakang rumahnya yg berbatasan dgn kebun. Disana ada teman teman indra juga yg sedang mencari bahkan sampai semak semak. Kulihat herman mendekati sebuah sumur.aku pun ikut mendekat.
"Man..gmn?ada disini ta?"tanyaku.
"Mmm..gak tau nih nis.dalem bgt..kemungkinan sih ada.didalem rumah gmn?ketemu ga?"tanya herman.
Aku menggeleng sambil tetap menatap ke dalam sumur yg cukup dalam.
Indra tiba tiba sudah ada disampingku,ikut melihat kesumur juga. "Gmn nis?"
"Mmm.. Hrs liat kedalem ndra.tapi dalem bgt kan ini?hrs pake alat,tali atau apa gitu"kataku sambil tengak tengok.
"Mmm..bentar."indra lalu berlalu dan entah kemana.
Tak lama dia kembali lagi dgn satu gulungan tali yg seperti nya panjang dan berat.
"Dapet dari mana?"tanya herman.
"Tadi aku liat ada didalem rumah."
Indra mulai mengikat tali ke sebuah pohon besar dgn simpul mati.lalu melemparkan tali itu kedalam sumur.
Dan bersiap utk masuk kedalam. "Ndraaaa!!"kutahan dia. Dia mengangkat sebelah alisnya menatapku.
"Mmmm... Ati ati ndra.."pintaku.
"Iya.."katanya dgn senyum mengembang.
"Sebentar.."kutahan lagi tangannya.
Aku mendekati indra ,dan berhadapan dgnnya.sedikit berjinjit lalu..
Cuup
Ku kecup pipinya. Dia memegang pipinya sambil senyum senyum. "Makasih ya.."
"Kamu harus balik ndra!! Awas kalo gak!!"ancamku dgn mata berkaca kaca.
"Iya,kamu jangan takut.aku pasti balik.."
Indra lalu mulai masuk kedalam setelah sebelumnya pinggangnya diikat tali.dia mulai turun perlahan. Tali yg satu dipegang herman dan teman2 yg lainnya dgn erat.
Sudah sekitar 20 menit indra didalam.aku mondar mandir terus,kadang melongok kedalam sumur. Aku benar benar khawatir.
Sreeet..sreeet Tali bergerak gerak,pertanda indra minta dibantu utk menarik talinya ke atas.
Mereka segera menarik tali itu bersama sama.
Dan indra muncul ,lalu dibantu herman dan yg lainnya.
"Gmn ndra?"
Dia mengangguk sambil batuk batuk. "Di bawah ada tulang..dan... Sumur nya kosong kok gak ada airnya..jadi gampang buat ambil.cuma jangan kelamaan..oksigen terbatas."kata indra dgn nafas tersengal sengal.
Yg lain melihat kedalam sumur dgn berbekal senter. Aku mendekat ke indra dan langsung memeluknya. "Heii..aku gak papa kok nis"katanya lalu mengelus punggungku.
Aku lepaskan pelukan ku lalu mengambil air minum ditas gendongku.
"Minum dulu.."kataku. Dia meminum air yg kuberikan sambil tersenyum.
Sesuai kesepakatan,satu orang akan masuk kedalam dan mengambil tulang itu.dan yg masuk adalah herman.dia termasuk pemberani juga.
Dan hanya beberapa menit berjalan tulang belulang itu sudah kami angkut ke atas.
"Ini beneran punya pak slamet?"tanya feri sambil memandangi nya.
"Perlu kita cek juga sih kedokter.yg penting bawa dulu.dan segera lakukan penguburan dgn layak"kata indra serius.
Setelah semua urusan beres,kami lalu pergi dari sana.sebelum nya kami mampir kerumah pak kus dulu utk mengabarkan tentang penemuan tadi.
Kembali ke posko dgn rasa puas ,tenang dan bahagia. Semoga teror ini segera berakhir.
======
Esoknya tulang belulang itu dikuburkan dgn layak.dan setelah dicek ,itu memang milik pak slamet.
Dan hari ini indra juga harus pulang bersama teman teman nya yg lain.
Kami mengantar mereka sampai balai desa,tempat biasa mobil indra diparkir.
"Aku pulang dulu ya.."kata indra padaku.
"Iya,makasih ya ndra udah bantuin..kamu ati ati.."kataku.
"Ehheeemmm..kita gak liat kok,santai aja.. Ayok semua liat sebelah sanaaaa!!"ucap feri membuat aku dan indra senyum krn malu.
"Ya udah,kamu hati hati ya nis..semoga semua udah selesai.gak ada lagi teror.."ucap indra.
Cupp
Dia mengecup keningku sambil membelai pipiku.
"Ciieeeeeeeeeeee..."teriak teman temanku bersamaan. Indra hanya senyum.
Lalu Indra dan teman temannya segera masuk mobil dan pulang ke kota ..
Hati hati ndra..

-BERSAMBUNG-
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon