KKN DIDESA TERPENCIL {Side story PART 19}

Karena kegiatanku udah kelar,aku memutuskan anteng aja dirumah. Rasanya males kemana mana.. Tinggal beberapa hari lagi aku bakal pulang dan meninggalkan desa ini.
Hari ini semua temanku masih menyelesaikan kegiatan mereka diluar,sebenarnya ferli sudah selesai sama seperti ku ,hanya saja dia ngikut feri. Jadi tinggalah aku sendirian dirumah.
Aku memutuskan bermain game saja di kamar.
Krriiieeettt
Kudengar suara pintu depan dibuka. Siapa yg sudah pulang ya? Aku masih asyik dgn game diponselku dan tdk terlalu memperdulikan yg datang.
Namun,rasa haus yg melanda,memaksa ku utk keluar kamar utk mengambil segelas air.
Kriiieeet
Kubuka pintu kamarku ,aku terdiam sejenak sambil tengak tengok. Sepi..
Siapa yg sudah pulang ya?ah,mungkin ada dikamar. Aku lalu berjalan menuju dapur. Entah kenapa perasaanku was was.seperti sedang di awasi. Namun pasti bukan makhluk kasat mata,krn rumah ini sudah dipagar gaib oleh kak yusuf.dan ini masih kategori pagi jika mereka muncul.
Kuambil gelas dan air.kuteguk minuman itu hampir habis.
Tap tap tap..
Kudengar langkah kaki seseorang.kupertajam pendengaranku.
Langkah kaki siapa itu?
Muncul seseorang di muka pintu dapur.
Acong?
Jadi dia yg ada dirumah sekarang? Aku meletakan gelas ku dgn kasar hingga menimbulkan bunyi cukup nyaring. Lalu berjalan melewati acong disana.
"Niss.."dia memanggilku. Langkahku terhenti dan dgn malas malasan aku menoleh kearahnya.
"Apa!!"jawabku jutek.
"Akhirnya aku punya kesempatan juga berduaan sama kamu.."ucapnya dgn senyum menyeringai.
Deg !! Perasaanku tdk nyaman dgn kalimatnya barusan. Maksud dia apa?dia mau apa?
"Mau apa kamu?"tanyaku lantang.tdk ada sedikitpun rasa takut menghadapi dia.
"Aku mau kamu...aku kangen kamu nis..udah lama bgt ya kita gak ketemu..oh iya.. Makasih buat luka yg kamu buat.."katanya sambil meraba lehernya. Kupincingkan mataku agar dapat melihat luka yg dia maksud.
Tunggu!!. Luka dileher??
Seingatku,aku tdk pernah berkelahi dgn acong atau membuat keributan dgn nya selama ini.justru aku selalu menjaga jarak dgnnya.walau dia selalu mengikutiku selama dikampus.
Tapi luka dileher itu?
Astaga !!
Gak mungkin!! Dia pasti bergurau..
Aku menggeleng pelan sambil berjalan mundur.
"Gak mungkin!!! "Gumamku lirih.
"Gak ada yg gak mungkin nisaa...aku ada disini. Aku kembali buat kamu ."ucapnya. Aku makin mundur dan mulai dapat membaca maksud dari perkataannya.
"Gmn kabar papah kamu yg dulu ngotot mau memenjarakan ku??"tanyanya.
"Kamu... Burhan????!!!"tanyaku sambil melotot ke arahnya. Karena tdk mungkin aku lupa wajah burhan. Dan acong sama sekali tdk mirip dgn burhan.memang sih,aku selalu tdk suka dgn nya.
"Akhirnya kamu mengenaliku nis..aku kangen kamu nis.."ucapnya lembut.
"Gak mungkin kamu burhan!! Kamu bohong!!"teriakku.
"Masa kamu gak bisa ngerasain aku selalu ada disini nis..memang wajahku beda..aku pernah mengalami kecelakaan dan wajahku rusak ,akhirnya aku menjalani operasi plastik.. huh . Gmn?aku tambah ganteng gak ?"tanyanya sambil terus berjalan mendekatiku.
Glek ! Aku menelan ludah.aku bingung hrs melakukan apa mau teriak,mana ada yg dengar.rumah posko kami dgn tetangga termasuk jauh.

KKN DIDESA TERPENCIL

Aku melirik ke kamar.dan langsung berlari masuk ke kamar. Acong ikut berusaha masuk juga ke kamarku. Pintu kamar yg belum ku tutup sempurna,terus di dorong acong yg memaksa utk masuk.
"Pergi kamu cong!! Mau apa lagi kamu!!!"teriakku.
"Aku mau kamu nis!! "Katanya.
Bagaimanapun juga,kekuatanku tdk akan sebanding dgn acong. Dia lebih kuat dari aku.
"Tolongggg!!!!" teriakku.
"Gak ada yg bisa nolong kamu nisaaa..."acong tertawa puas.
"Ada!!! Ada Allah!! "Kataku yakin.
Braaakk!!!
Pintu telah terbuka dgn sempurna dan aku terjatuh ,punggungku mengenai meja di belakangku. Aku meringis kesakitan sambil memegang punggungku.
Acong mulai masuk ke kamarku perlahan sambil menyeringai penuh kemenangan. Aku beringsut mundur.kulempar semua benda yg ada disekitarku ke arahnya.
Dia hanya tertawa krn melihatku yg tdk berdaya. Aku mencoba berdiri.saat acong mendekat,kutahan tangannya dan ku tendang perutnya dgn lututku.
"Awwwww.."dia sedikit kesakitan namun dia masih dapat tersenyum.
Kulayangkan tinju ke arahnya,namun tanganku berhasil di raihnya dan dia mendorongku mundur hingga aku jatuh ke ranjang dgn posisi dia diatasku.kedua tanganku di tahan olehnya.kutendang kemaluannya dgn kakiku.
Dia jatuh dan mengerang kesakitan.aku berlari keluar dari kamar,namun acong masih bisa meraih pakaianku ,aku terus berusaha pergi dan robeklah bajuku hingga sebagian punggungku terlihat.
Kuraih pajangan yg ada ditembok kamarku,lalu ku hantamkan ke acong. Kepalanya berdarah.
Aku berlari pergi keluar dari rumah sambil menangis.
"Nisaaaaaaa!!!!!"teriak acong. Aku terus berlari sambil sesekali melihat ke belakang.
Happp !! Seseorang memelukku.aku teriak sambil memejamkan mata, krn tdk tau siapa yg ada dihadapanku.aku masih trauma,jika tiba tiba acong sudah ada di depanku dan bagaimana jika kini dialah yg memelukku.
"Nisaaa..nisaaa..ini aku nis...liat aku..."kata nya.ku buka mataku dan ternyata indra...
Aku langsung memeluk indra sambil menangis didadanya.
"Kamu gak papa kan nis??"tanya indra cemas.
"Ndra... Acongg...."kataku.
"Iya,aku tau.acong itu burhan.."jawabnya.
Kulepaskan pelukanku dan menatap nya bingung. Bagaimana dia bisa tau?
"Dari mana kamu tau??"tanyaku.
"Aku terus nyari burhan nis.dan akhirnya aku dapet info kalau dia operasi plastik..aku bahkan datengin dokter nya.dokter itu kasih foto burhan sebelum dan sesudah operasi.aku kaget begitu tau ternyata dia acong..aku langsung kesini"jelasnya.
Dibelakang indra datang juga beberapa anggota polisi sepertinya. "Langsung aja!!"kata indra ke mereka. Mereka setengah berlari menuju rumah posko kami.indra melepaskan jaketnya lalu memakai kan nya kepadaku. Dia juga mengelap air mataku.
Tak lama teman teman indra kembali dgn membawa acong yg berdarah darah. Mereka menyeret acong dgn kasar.
Dari kejauhan teman teman ku berjalan mendekat ,dan heran melihat acong yg dibawa paksa oleh polisi.
"Lho ndra..ada apa?kok acong diseret gitu?"tanya lukman bingung.
"Kita ngobrol dirumah aja ya.."kata indra pelan.
"Ndah.. Temenin nisa.."pinta indra. Indah mendekatiku lalu memelukku. Kami berjalan kembali ke rumah posko.
Setelah semua berkumpul,indra menjelaskan alasan dia datang dan kenapa acong mereka tangkap. Semua terkejut mendengar penuturan indra.bahkan wicak sampai menjambak rambutnya sendiri krn merasa tertipu selama ini.dialah yg paling dekat dgn acong.
"Gue nggak nyangka dia bisa sejahat itu"ucap feri.
"Yg sabar ya nis.."kata lukman.
"Kamu gak papa kan nis?ada yg luka gak?"tanya faizal.
Mereka terlihat khawatir atas apa yg dulu pernah menimpaku dan yg barusan ku alami.
Namun,aku lega.krn burhan sudah diamankan.indra juga akan memastikan kalau burhan akan dihukum seberat beratnya.
========
Malam nya,indra pamit pulang.krn dia belum mendapat cuti lagi.
"Aku pulang ya nis..kamu jaga diri baik baik.."ucapnya saat kami semua ada diteras utk melepas kepulangan indra
"Iya,makasih ya ndra.kamu juga ati ati.."kataku.
Dia mengangguk sambil tersenyum. "Semuanya tolong jagain nisa ya..aku pamit dulu.."pamit indra ke mereka semua.
"Iya ndra.ati ati.."
"Take care ndra.."
Itulah pesan pesan mereka ke indra.
Herman dan 2 orang teman indra sudah ada dihalaman utk menjemput indra.krn mobil mereka ada di balai desa.
"Kamu gak usah anter..hbs ini istirahat ya.."ucap indra. Lalu dia mencium keningku agak lama.
"Eheeeeemmm.."feri mulai iseng.
Indra melirik ke arahnya setelah melepas ciuman nya.
Feri yg merasa mendapat lirikan tajam dari indra bersuara,"Kenapa?tenggorokan gue sakit..serius..hehe"kata nya sambil nyengir.
Akhirnya indra pamit,dan kembali pulang.
Entah sejak kapan aku jatuh cinta sama indra.dan entah kenapa aku bisa jatuh cinta ke indra.aku tdk punya alasan yg khusus. Yg aku tau,aku merasa nyaman dekat dgn nya.dia selalu bisa membuatku tersenyum dan tertawa walau aku dlm keadaan terpuruk sekalipun.
I love you indra. Walau kamu belum pernah mengatakan apapun,tapi aku yakin kamu juga mencintaiku...

-BERSAMBUNG-
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon