KKN DIDESA TERPENCIL {Side story PART 20}

Setelah pak ustadz berbicara dgn pak kades,akhirnya desa sebelah mulai dibenahi.
Seluruh warga diminta partisipasinya utk membantu.
Bahkan beberapa warga dari desa lain pun ikut serta membantu kami.
Pak kades berencana akan membangun sekolah dan masjid disana.
Dan kami ada didesa ini hanya tinggal 3 hari lagi.waktu yg sebentar.
Namun rasanya berat utk meninggalkan desa ini.
KKN DIDESA TERPENCIL

Banyak sekali pengalaman baru yg kami dapatkan disini.
Malam ini,aku ada diteras dgn teman teman yg lain.
Kami membuat api unggun dan membuat jagung bakar sbg perayaan kecil kecilan krn kkn kami disini berjalan sukses.
Sekaligus sebagai salam perpisahan.sekalipun nanti kami pasti akan bertemu lagi di kampus,namun rasanya pasti akan berbeda.
Agus memainkan gitarnya sambil nyanyi nyanyi gak jelas.walau falseto nya gak nahan tapi kami cukup merasa terhibur.
Feri dan ferly saling berpelukan sambil suap suapan makan jagung bakar.
Wicak mendekekatiku sambil duduk disampingku.
"Gak nyangka ya nis,kita hampir sebulan disini.."katanya sambil menatap agus dan faizal yg berantem rebutan gitar.
"Iya cak..banyak bgt pengalaman baru juga.rasanya berat buat pulang.pasti aku bakal kangen sama suasana kaya gini,sama kalian juga.."ucapku haru.
"Sama nis.. Aku juga ngerasain hal yg sama.. "Sahutnya
"Oh iya,bsk kalian jadi ikut bantuin beresin desa sebelah cak?"tanyaku.
"Iyalah nis..pasti..kalo nolongin orang hrs tuntas donk.."katanya.
Sreeeeekkk.sreeeekkk
Didepan rumah kami,ada seorang nenek nenek yg berjalan pelan.
Aku menyenggol wicak.agar dia melihat nenek itu.
"Setan apa orang nis?"bisik nya.
Aku mengangkat bahuku.krn aku benar benar tdk tau .aku juga sering ketipu.kirain orang,eh ternyata bukan.
"Malem nek.. Mau kemana nek,malam malam begini?"sapa lukman sok akrab.
"Tu anak pake nyapa segala..gak dicek dulu gitu,orang apa bukan.."celetuk feri yg berada tdk jauh dariku.
Aku pun berfikiran sama seperti feri.
Kami hanya memperhatikan lukman dari tempat kami duduk.
Ini lukman baek bgt yah..
Kalo aku mah,secara logika,ini udah malem gaess..lagian ngapain coba,malem malem ada nenek nenek masih berkeliaran diluar.
Nenek itu berhenti berjalan.perlahan menoleh ke lukman.
"Mau pulang.."kata nenek itu datar.
"Memangnya rumahnya dimana nek?" duh lukman kepo bgt sih.sumpah.
"Disana... "Nenek itu menunjuk ke arah depan.
"Saya kok baru pernah liat nenek ya.."tanya lukman.
Dia beberapa kali memang selalu berurusan dgn para lansia utk prokernya.jadi dia lebih hafal ketimbang kami.
"Iya,nenek memang baru.. "Kata nenek itu dingin.
"Baru dari mana nek?baru pindah ya nek?"
"Baru bangkit dari kubur!!hehehehehe!!"
Tawa nenek itu mirip bgt kaya nenek lampir di film misteri gunung merapi jaman aku SD.
Kami yg mendengarnya langsung melotot.
Lukman diam membeku disana.
Lalu terdengar bunyi..
Kreeeekkk!!
Dan jatuhlah kepala nenek itu ke tanah.
Namun tawanya terus menggema ditelinga kami.
"Massuuuuuukkk!!"teriak wicak.
Kami lalu berebut masuk kedalam rumah.
Tapi lukman masih diam saja disana.
"Cak!!lukman!!!"sambil ku pukul lengan wicak krn panik.
Wicak garuk garuk kepala bingung,lalu tak lama berlari kedepan dan segera menyeret lukman masuk kerumah.
Pintu kami kunci ,korden juga kami tutup rapat.
"Ya allah..kok masih aja ya ada ginian.."rengek nadia.
Kulirik jam dinding diruang tamu.
Pantesan,ini sudah pukul 23.00
Memang sudah waktunya mereka keluar.kami saja yg kurang kerjaan.harusnya tidur.malah masih brisik diluar.
"Mending kita tidur aja yuk..udah malem nih.bak kan kita hrs kerja bakti kan?"kataku ke mereka.
Satu persatu mereka masuk ke kamar masing masing.
Aku pun juga masuk ke kamar bersama ferli.
Kucoba utk memejamkan mata.
Rasa kangen akan desa ini yg tadi ku rasakan ,hilang sudah.
Mending cepet pulang deh kalo gini.beneran.

Pagi pagi sekali kami memasak banyak makanan.rencananya kami ingin menyumbang makanan utk kerja bakti didesa sebelah.
Para pria sudah duluan kesana utk membantu warga.
Sekitar pukul 11 siang,masakan kami selesai.lalu kami berangkat ke desa sebelah dgn membawa masakan kami.
Disana sudah ada beberapa ibu ibu yg juga memberikan makanan ke warga yg kerja bakti.
Kami letakan berbagai sayur dan lauk pauk kami ditikar yg sudah di gelar disana.
Banyak sekali yg membantu.
"Akhirnya ya nis,desa itu gak lagi jadi desa angker..rasanya lega bgt,kita bisa bikin perubahan sebesar ini utk desa sebelah."ucap indah dgn mata berkaca kaca.
"Iya ndah.aku juga lega bgt..seenggaknya,tempat itu akan jadi lebih bermanfaat nantinya.."sahutku.
"Eh,kita jalan jalan bentar yuk kedalem.pengen liat utk terakhir kali nya deh.."ajak ferli.
"Ayok.."sahut nadia semangat.
Kami lalu masuk kedesa itu.hampir semua rumah rumah sudah rata dgn tanah.beberapa barang dan benda yg tersisa dikumpulkan dan akan dibakar.
Dari kejauhan aku melihat sebuah boneka beruang yg sudah kotor.
Kudekati dan kuambil.
"Nis,mau ngapain?"tanya yola menyelidik.
"Masih bagus ya..aku bawa pulang aja kali ya ,buat kenang kenangan"kataku sambil kutepuk tepuk boneka itu agar debunya hilang.
"Jangan nis!! Tinggal aja deh!!"katanya serius.
"Kenapa?dari pada dibakar,sayang tau.."aku masih saja ngeyel.
"Nisa.. Mending jangan deh.. Boneka kan bisa kamu beli aja ditoko.gak perlu bawa dari sini..feelingku gak enak tau.." yola lagi lagi memperingatkan ku.
"Kenapa sih ini?"tiba tiba indah muncul dibelakangku.
"Ini si nisa,masa boneka nya mau dibawa pulang.. Kalo tu boneka ada yg punya gmn?trus ngikut sampe rumah??"kata yola lalu pergi meninggalkan kami.
"Iya nis,bener kata yola.. Lagian kamu kan punya boneka bejibun.masih kurang??"indah sewot.
"iya iya.. Aku tinggal nih.."kembali kuletakan boneka itu ditempat tadi.
Sesekali aku menoleh utk melihat boneka itu sebelum pergi dari sini.
=====
Sekarang sudah pukul 15.00
Kami memutuskan pulang krn rasanya juga sudah capek bgt.
Warga juga banyak yg sudah pergi,krn bsk akan dilanjutkan lagi.
Sampai diposko,aku langsung ke kamar mandi dgn sedikit berlari,krn ingin buang air kecil.
Dari tadi nahan,sampai perut agak sakit.
"Nis!!!! Nisaaaaaaa!!" teriak indah dari depan.
Aku buru buru keluar dan menemui indah.
Dia heboh bgt.kenapa sih?
"Kenapa ndah?"tanyaku,kulihat dia dan ferli memandang ke kamar dgn wajah pucat.
"Kan udah aku bilang,bonekanya jng dibawa!! Kamu kok ngeyel sih dibilangin!!" gerutu indah kesal.
"Lah emang gak aku bawa.kan tadi aku balikin lagi??"kataku heran.
"Terus itu apa????"tanyanya lagi.
Ferli bergidik ngeri lalu ngacir ke teras.
Aku mendekat ke indah.
Deggg !!
Boneka itu sudah ada di atas ranjang ku.
Gak mungkin..aku inget bgt,kalo bonekanya udah aku taroh lagi.
Masa udah disini aja?
Gak mungkin jalan sendiri kan itu??
"Sumpah ndah..aku gak bawa ndah.."kataku melotot ke boneka itu.
"Duh kan... Mulai lagi nih..cak!! Wicaaaaaaak!!"teriak indah lalu mencari wicak keluar.
Tak lama mereka masuk lagi dan melihat ke kamarku.wajah mereka mendadak pucat.
"Nis..."wicak hendak bertanya namun langsung kupotong kalimatnya.
"Jangan tanya aku, knp tu boneka ada disini!! Krn aku gak tau!!"kataku kesal.
Aku berjalan keluar dan duduk di teras.
Kutekan kepalaku krn aku benar benar stres.ku pikir teror didesa ini sudah berakhir.lalu ada apa lagi?
Aku sudah lelah.benar benar lelah.
"Aku kerumah ustadz ya,kubawa boneka nya.."kata wicak lalu dia pergi ditemani faizal.
Terserah deh.
Sampai malam wicak belum juga pulang.aku khawatir sekali.kenapa dia pergi selama itu?
Namun tiba tiba dia sudah muncul dari pintu depan bersama faizal dgn wajah lebih berseri.
"Gmn cak??"tanyaku.
"Udah diamanin pak ustadz nis..kamu tenang aja."kata wicak.
Fyuuuuh
Kuputus kan utk sholat isya dulu dan kubacakan doa utk warga desa sebelah,agar mereka tenang disana.
Selesai sholat aku packing barang barangku krn bsk kami akan pulang.
Ferli agak rempong malam ini,krn bawaan nya yg banyak bkin dia pusing buat bebenah.
Akhirnya pulang juga.
Kangen indra deh.dia lagi ngapain ya sekarang?

+BERSAMBUNG-
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon