KKN DIDESA TERPENCIL {Side story PART 9}

KKN DIDESA TERPENCIL {Side story PART 9}-Malam ini sinar bulan terlihat indah sekali.
bulan purnama.
Dan langit seolah bersih dari awan hitam.sehingga bintang pun terlihat jelas dilangit.
"Nih... Aku bikinin kopi.."tiba tiba indra keluar dgn 2 cangkir kopi ditangannya.
"makasih..."kuambil cangkir kopi buatan indra.lalu kukecap sedikit sambil tetap memandang ke langit.
"Nis.."
"Yaaa..."
"Mmm... Maaf,kalau aku boleh tau.. Siapa burhan?"tanya indra ragu.
Dan pertanyaan nya itu langsung membuatku diam dan berpaling dari langit yg indah itu.lalu menatapnya.
Aku sempatkan menelan ludah karena rasanya apa yg akan kuceritakan padanya adalah hal yg paling menyakitkan utkku.
"Dia.... Tetanggaku dulu.temen main ku sama wicak juga"kataku.kembali ku hirup aroma kopi ditanganku dan ku minum agak banyakan.
Indra masih diam dan terus menatapku.
Kembali trauma akan kejadian itu muncul dalam memori otakku.membuat hatiku sakit, tapi kutahan sebisa mungkin agar air mataku tdk ikut keluar.
"Aku pernah punya kenangan buruk dulu ndra..saat aku masih smu . dulu aku sering bgt main sama temen2 didaerah komplek rumahku..banyak bgt anak2 yg seumuranku.kami sering main bareng bahkan saat kami udah gde..kami tetep sering kumpul.
saat itu,aku pengen bgt beli jagung bakar,dan tempatnya agak jauh dari rumah,ketemulah sama burhan dijln yg katanya dia juga punya tujuan yg sama.akhirnya aku pergi sama burhan beli jagung bakar itu..kebetulan kami harus melewati tanah lapang yg emang cukup sepi dan horor..
Tiba tiba... Burhan membekap mulutku,dia menarikku secara paksa sampai ke sebuah gubuk yg biasa dipakai buat istirahat orang yg menggembala sapi utk makan rumput disana..
Gak perlu aku jelasin apa mau burhan kan ndra.. Dia sampai ngancem aku pake pisau yg dia bawa ,tapi aku tetep berontak dan aku serang dia balik,bahkan aku tusuk lehernya sampai berdarah darah..Untung wicak sama deni lewat dan denger aku teriak teriak..mereka yg nolongin aku..coba kalo mereka gak dateng.."
"Masya allah..sorry nis..aku gak tau kalau ceritanya ampe gitu. Maaf..."katanya menyesal.
"Gak papa kok ndra..."
"Trus gmn selanjutnya..kamu gak papa kan tapi?"tanya indra.
"Alhamdulillah,aku gak papa..burhan belum sempet melakukan lebih jauh..cuma rasanya entahlah,itu pertama kalinya aku mengalami hal mengerikan kaya gitu dan hampir bunuh orang.."ucapku.
Kutahan sebisa mungkin air mata yg sudah menggenangi mataku.

KKN DIDESA TERPENCIL

Indra menggenggam tanganku erat,dia jongkok didepanku sambil menatap wajahku.
"Jangan sedih nis.. Maaf ya,kalau aku malah ngingetin kamu soal ini..aku cuma penasaran aja,karena beberapa hari ini kamu sering teriak histeris sambil menyebut nama burhan.."
"Gak papa kok ndra.. Aku juga gak tau kenapa jadi sering ke inget burhan.apalagi kata wicak... Dia kuliah juga di kampus ku.."kataku membuat mata indra membulat dan tangannya bergetar.
"Apa??semester brp dia??kamu pernah ktmu dia belum?"tanyanya agak heboh.
"Belum pernah ndra.wicak juga udah cari. trus nanya juga ke kakak tingkat,gak ada yg namanya burhan.entahlah..mungkin salah informasi.."
Tap tap tap
"Eh sorii... Ganggu yah.hehe"wicak tau tau muncul dgn membawa secangkir teh hangat.sepertinya dia juga ingin duduk diteras seperti kami.
"Gak papa kali cak.. Ngobrol aja kok"kata indra lalu berdiri dan duduk ditempat semula.
"Hmm..pacaran juga gak papa kali ndra.tar aku pindah aja ke kebon..sambil ngopi+ ngerokok.hehe"dia mulai iseng nih.
"Ngaco kamu.."kataku sambil menyeka air mata yg sudah jatuh.
"Eh..kok nangis?"wicak heran.
"Gak papa.."ucapku santai.
"Kalian lg berantem ya?eum..
Duh aku masuk aja deh.kalian selesein dulu aja masalah kalian."katanya lalu berdiri.
Namun kutahan.
"Yg berantem sapa juga!! Tadi aku hbs cerita soal...burhan."
Otomatis wicak kembali duduk dan wajahnya jadi serius.
"Kamu udh cerita ke indra nis?"
"Udah.."lagi lagi nada suaraku bergetar.
Walau itu sudah lama dan selalu aku bilang kalau aku udah gak papa.tapi tetep aja,rasa sakit itu muncul tiap aku mendengar,menyebutkan nama burhan.
"Kamu blg,kalo burhan kuliah bareng kalian juga cak?"indra nanya ke wicak serius.
"Iya menurut info yg kudenger gitu ndra.cuma gak tau juga sih,soalnya sampe sekarang aku belum nemuin burhan.masa iya aku pangling sama mukanya yg mesum itu?tapi tmnku yakin burhan kuliah dikampus kita."
Kami lalu diam dgn pikiran masing masing.
"Kamu gak punya fotonya cak?"indra makin kepo sama burhan.
"Mm...ada.. Aku simpen di galeri nih."lalu dibuka nya ponsel wicak dia mencari satu persatu foto di galerinya.karena banyak,jadi agak lama utk menemukan foto yg dimaksud wicak.
"Banyak bgt cak foto yg kamu save.bakal lama nih?"tanya indra yg gak sabaran ikut melihat ponsel wicak.
"Bentar kali pak..naaahhh..ini nih.."kata wicak dgn mata berbinar,lalu menunjukan foto burhan ke indra.
Indra mengamati dgn seksama foto itu.terlihat dahinya berkerut.
"Mmmm..kok gak asing ya...familiar gitu lho.."ucap indra masih sambil menatap foto itu.
"Pernah ketemu ndra?"wicak jadi penasaran knp indra berkata seperti itu.
"Gak tau..tapi aku ngerasa gak asing sama wajah ini.sorot matanya itu lho...kirimim ke ponselku ya..sapa tau aku inget nanti"
Wicak mengangguk.
Wuuuussshhh
Ada angin yg cukup kencang menerpa wajahku.kuedarkan pandanganku ke sekitar rumah.
Pandanganku tertuju pada seseorang yg sedang berdiri di belakang pohon tak jauh dari rumah posko kami.
Ku picingkan mataku agar dapat lebih jelas melihat nya .sepertinya tdk asing.
"Yolaaaa???!!"pekikku sambil berdiri.
"Hah??yola?mana?"tanya wicak celingukan .
Mereka pun ikut berdiri dan melihat ke tempat yg ku tatap sekarang.
"Eh iya,..bener tuh..ngapain dia disana?"tanya indra.
"Bukannya dia didalem tadi?aku aja baru san liat dia lagi tidur di kamarnya.."kata wicak ragu.
"Coba cek ke kamarnya cak!!"pintaku.
Wicak lalu berlari ke kamar yola.dan membuat beberapa teman kami yg sedang duduk diruang tamu bingung melihat tingkah wicak..namun mereka hanya diam sambil mengamati saja.
"Elu kenapa cak?"tanya feri heran.wicak diam saja.wajahnya pucat.dan panik tentunya.
Aku dan indra masih saja berdiri dan tdk melepaskan pandangan dari sosok yola didepan.
"Nggak ada nis!!! Itu bener yola!!"teriak wicak dari dalam rumah.
Aku dan indra saling melempar pandangan.indra lalu menganggukan kepalanya.dan kamu berdua lalu berlari mendekati yola.
Namun yola malah berlari menjauhi kami.
Kudengar teman teman yg lain ikut keluar rumah.karena melihat kehebohan yg kami ciptakan.
Yola berlari menjauh.aku dan indra berusaha mengejarnya.beberapa teman kami pun ikut menyusulku dan indra.
"Gila..cepet bgt tuh anak lari?!!"kata feri sambil ngos ngosan.kami berhenti sebentar utk mengambil nafas,karena lari yola benar benar kencang.bahkan indra saja yg jago lari bisa kalah oleh nya.
"Iya,lari apa terbang ya?"lukman ikut keheranan dgn gerakan yola yg cepat.
"Dia emang terbang guys.,"pekik acong.
Ku amati lagi dgn seksama.walau yola sudah berlari menjauh namun masih dapat terlihat dari tempat kami berdiri dan memang dia seperti melayang jika diperhatikan dgn seksama,kakinya tdk menyentuh tanah..
"Wah..gak beres nih!!kok dia bisa keluar dari kamar sih??"wicak terlihat frustasi sampai menjambak rambutnya
"Iya,padahal pintu belakang dikonci lho."celetuk agus.
"Lewat Jendela juga kagak mungkin kan?"kata faizal menambahkan.karena jendela ditiap kamar hanya ukuran kecil.dan tdk bisa muat utk orang dewasa seperti kami.
Saat mereka berdiskusi tentang bagaimana yola bisa keluar dari rumah,aku tercekat dgn pemandangan didepanku.
Aku melihat ada segerombol orang orang yg berjalan sempoyongan dan banyak sekali ,mereka berjalan menuju kami.mereka penuh luka.ada yg berjalan dgn kepala yg hampir putus,bahkan ada yg membawa kepalanya sendiri.mirip film zombie yg selama ini ku tonton.
Mataku membulat,tanganku dingin dan bergetar.hatiku berdesir karena ketakutan.
"Balik kerumah!!"kataku pelan.
"Eh gak jadi ngejar yola nis?"tanya wicak.
"Liat didepan cak.."kataku makin takut dan langsung menarik indra pergi dari sana.
"Gila!!! Apaan tuh!!"pekik feri.
Mereka semua kaget dgn apa yg ada dihadapan kami.
"Lariiii!!"perintah wicak.
Kami semua berlari menuju rumah posko.karena memang posisi kami sudah agak jauh dari rumah posko kkn, kami terus berusaha berlari sekencang mungkin ,berharap 'mereka' tdk dapat menyamai langkah kami.
Indra terus menggenggam tanganku seolah tdk ingin melepaskannya.aneh,kenapa mereka tdk hilang saat aku menyentuh indra?
teman teman yg lain mengikuti kami dari belakang.
Gerombolan orang tadi pun ikut lari seolah mengejar kami.
Sampai di teras segera aku buka pintu dan menunggu yg lain masuk juga.
"Tutup!!!kunci!!!"perintah indra setelah mereka semua masuk.
Kami menutup semua korden,pintu dan jendela.
Nadia,ferli,indah dan nindi yg tdk tau apa apa hanya memandang kami bingung.
"Ada apa sih?"tanya ferli.
"Mending masuk kamar aja sayang... Bahaya.."kata feri mendekat ke ferli.
Braak brakk brakk
Pintu seperti di pukul pukul keras dari luar.bahkan jendela juga.
Kami mundur menjauh.
Indra menahan pintu dgn menarik kursi sehingga membuat pintu akan sulit dibuka.
"Ya ampun siapa sih itu??mereka kenapa gedor gedor gitu??"tanya indah.
"Mending gak usah diliat,sumpah.."kata faizal sambil bergidik ngeri..
Kami semua benar benar ketakutan malam ini.dan bingung harus berbuat apa.
Ya tuhan..lindungilah kami..
Jangan sampai mereka bisa masuk.aku tdk bisa membayangkan apa yg akan terjadi nanti jika sampai rumah kami dimasuki oleh mereka yg ada diluar.
Indra menggenggam tanganku erat dan menatapku dalam.
"Kamu jangan takut..ada aku disini nis..aku gak akan biarin mereka lukai kamu.."katanya sambil membelai wajahku.
Aku mendekat ke indra,bahkan terkesan menempel pada dada bidangnya.rasanya aku merasa aman jika bersama nya.
braaaaakk!! !!!
Kami semua menoleh ke belakang,karena sepertinya suara itu berasal dari belakang.
Kami yg seperti terpojok lalu saling mendekat dgn yg lain.
"Apaan tuh??"
"Siapa yg dibelakang??"
"Jangan jangan mereka bisa masuk kedalem..."
"Aku takutt...gmn donk"
Aku pusing,bingung ,takut ,khawatir..semua campur jadi satu.
"Biar ku liat.."ucap indra datar.
Kutahan tangannya ,menatap matanya lalu menggeleng pelan.
"Gak papa nis.. Sebentar aja ya.."katanya sambil membelai kepalaku.
"Tapi ndra... "Indra malah langsung mencium keningku dan berjalan kebelakang.
"Aku ikut ndra.."kata wicak.
Mereka berdua ke belakang utk mengecek.namun,belum sampai langkah mereka menjauhi kami,di belakang sana,kami melihat seseorang.
dia berdiri diam sambil menatap kami dingin.dan yg lebih mengejutkan,ditangannya terdapat sebuah golok panjang yg seperti cukup tajam.
"Mampus!!! Siapa dia!!"pekik agus.
"Indra!! Wicak!! Mundur!!"perintahku.
Mereka lalu mundur perlahan,hingga kami kembali berkumpul seperti tadi.
Indra berdiri dihadapanku bermaksud menutupiku dari sosok dihadapan kami.
Bahkan aku tdk tau,dia itu manusia/makhluk astral.
"Gmn nih guys.. Bisa mati kita kalo diem aja..."rengek feri ketakutan.
"Masuk kamar!!"perintah indra.
Segera kami berlari beramai ramai masuk ke kamar..kami berpencar masuk ke dua kamar yg bersebelahan.
Kamarku dan kamar nadia.karena jika semua jadi satu ruangan takutnya terlalu penuh sesak,krn kamar memang tdk terlalu besar.
"Tutup!!!konciiii!!!"pekik ferli panik.
Pintu lalu dikonci oleh feri.indra juga menyeret kursi dan menaruh nya di belakang handle pintu.setidaknya ini bisa membuat pintu tdk mudah dibuka.
Dug dug dug!!
Pintu seperti ada yg menggedor gedor dari luar.
Kami lalu mundur menjauh.
"Tenang aja.dia gak akan bisa buka pintu. "Kata indra yakin.
Dia lalu menoleh ke arahku yg berdiri dibelakangnya.
"Duduk dulu nis..kamu pasti capek.."ajak indra lalu menarikku ke ranjang miliku
Aku lalu duduk bersama indah.
Dikamar ku ini,ada aku indra,indah,feri,ferli ,nindi dan faizal.
Entah sudah berapa lama kami diam.rasanya kami malas sekali utk mengucapkan sepatah katapun.
Dug..dug..dug
Kali ini suara berasal dari jendela.
Kami semua menoleh ke arah jendela.indra lalu mendekat dan mengintip sedikit dgn membuka korden.
Sreet
Ditutupnya lagi oleh indra.dia diam dgn wajah pucat.feri dan faizal yg melihat reaksi indra kemudian ikut mendekat.
"Kenapa ndra?"tanya faizal.
"Liat aja sendiri"ucap indra.
Mereka berdua yg sudah dilanda penasaran lalu mengintip seperti indra barusan.
Reaksi mereka pun hampir sama seperti indra.
Aku juga menjadi penasaran,akhirnya berdiri bermaksud ingin melihat juga.apa yg ada diluar sana.
Namun indra menahan tanganku.lalu menggeleng pelan.
"Ada apa sih? Aku pengen liat ndra"kataku memaksa.
Namun indra langsung berdiri dihadapanku berusaha utk menghalangiku.
"Jangan nis..lebih baik kamu gak usah liat ya,please.."pintanya memelas.
Karena indra sudah berkata demikian,aku mengurungkan niatku utk melihat keluar.
Braaaakkk !!!
"Aaaaaahhhhhhhh"
Terdengar suara keributan dari kamar sebelah.kami yg ada dikamar ini,melotot satu sama lain.banyak sekali bayangan yg terlintas dipikiranku tentang apa yg terjadi diluar.
Bagaimana nasib teman teman kami yg lain?
"Aaaaahhhhhhh!!!!"teriakan lagi.
" Lukmaaaaaaann" teriak mereka.
Ada apa dgn lukman?
"Kayanya kita harus keluar.. Kita harus liat diluar..mereka kenapa!!"kataku panik.
"Bener juga.. Gmn pun kita disini bersama sama,kita harus hadapi semua bareng bareng juga !!"kata feri sependapat dgnku.
"Oke..ayo kita keluar"kata indra.
Indra menarik kembali kursi menjauh dari pintu.lalu dibuka lah pintu kamar pelan.
Krrriiieet
Pintu berderit,lalu indra keluar diikuti kami dibelakangnya.
Suasana tampak sepi.kemana mereka?
Saat kami melihat ke pintu depan kami agak terkejut,karena mendapati pintu itu terbuka lebar.
Faizal mengecek ke kamar nadia,dan ternyata kosong.
Tdk ada siapapun disana.
"Apa mereka keluar?"tanya indah.
"Ayo kita liat"ajak indra memimpin didepan.
Kami mengekor dibelakang indra,aku berjalan dibelakangnya persis bahkan memegang ujung bajunya.jujur,ini kejadian paling menyeramkan yg ku alami seumur hidupku.
Aku tdk tau siapa lawanku kini.
Apakah manusia atau makhluk astral.dan sosok yg tadi dibelakang sangat mengerikan.
Sampai diluar,kami terus berjalan utk mencari keberadaan teman teman kami yg lain.
Kami terus berjalan mencari dimana keberadaan mereka.
"Kira kira mereka kemana ya?"tanya indah disela sela keheningan kami.
"Mungkin....ke desa sebelah?"tanyaku ke mereka.
Yah,kupikir hanya disana lah satu satu nya tempat yg angker didesa ini.
Dan aku yakin mereka kesana.namun bagaimana bisa mereka semua pergi meninggalkan rumah.
"Ya udah,kita cek kesana"kata indra tegas.
"Gila!! kita kesana malam malam begini?"tanya faizal ngeri.
"Mau gmn lagi zal.. Kita hrs cari temen temen yg lain kan?" ucap ferli.
"Biar aja mereka hilang. Ngapain pake dicari segala sih?"tiba tiba nindi yg sedari tadi diam mengatakan hal demikian yg lantas membuat ku menoleh kepadanya.
Aku sedikit kesal,kenapa nindi bisa berkata hal itu.dia seperti tdk punya perasaan. Dgn membiarkan teman teman kami hilang dan terkesan masa bodo dgn apa yg mereka alami.
Kulihat nindi agak lain.dia terus menunduk sambil berjalan.terkadang dia seperti tersenyum licik.
Aku berjalan mensejajari indra.lalu kuraih tangannya.dia menoleh sambil menatap ku dgn menampilkan kerutan didahinya.
"Nindi"bisikku.
Perlahan indra menoleh ke belakang tempat nindi berada..
Dia juga sepertinya merasakan keanehan dalam diri nindi.
"Nin.. Kamu kenapa senyum senyum gitu?" tanyaku.
"Nggak papa. Emang gak boleh ya senyum?" tanyanya aneh.
"Ya gak tepat aja waktunya nin.. "Ucap indra.
Kami terus melirik ke arahnya.
Tiba tiba nindi berhenti,dia masih menunduk kebawah.
"Ggggggrrrrrrrrr" dia menggeram sambil menyeringai.
Kami lalu mundur menjauhi nindi.
" wah.. Kenapa lagi nih anak???!!" tanya feri bingung.
" ya udah jelas, dia kesurupan tuh.. "Ucap faizal yg langsung paham kondisi nindi.
"Duh, ada ada aja sih!!"rengek ferli yg sedang bersembunyi dibalik tubuh feri.
"Siapa kamu!!!" tanyaku lantang.
" siapa aku? Itu tidak penting!! Kalian pengganggu.. Kalian pantas mati!!" ucap nindi dgn suara berat.
" kami menganggu? Mengganggu siapa? Justru kalian yg terus meneror kami!!" kata faizal ikut bicara lantang. Wah,berani juga nih faizal.
"Hhhhhrrrrrrrrgggggg!!!" nindi menggeram dgn keras sampai membuat bulu kuduk ku meremang karena takut.
"Ihhhh... Serem" faizal malah mundur dan bersembunyi dibalik tubuh ferli.
"Ya elah zal.. Kirain mah kamu berani.. Eh malah ngumpet juga!!"cibir ferli.
"Heh!! Jangan deket deket cewek gue!! Jauhan napa!! Pake pegang pegang lagi lu!!" feri kesal .
"Ya ampun fer.. Lagi gawat gini elu masih aja cemburuan!!" faizal agak bete.
"Ya elu sih..... Nga....!!!"feri yg akan mulai berdebat lalu ku jitak kepalanya.
"Aduh!! Nis!! Main jitak aja sih!! Sakit tauk!!"kata feri kesal sambil mengelus kepalanya yg tadi ku jitak.
"Nggak ada waktu buat cemburu !! " ucapku kesal.
Nindi lalu mendesis seperti ular.
Kami ngeri dan berusaha menjauh.
"Mending kita lari aja deh.." saran indah.
"Setuju.."
Tanpa basa basi lagi, kami langsung lari.
Nindi melihat kami sambil menyeringai.lalu ikut berlari mengejar kami.
Duug...
Buuugg!
Aku tersandung akar pohon yg menyembul keluar sehingga aku terjatuh ketanah.
Indra yg mengetahui hal itu berhenti lalu kembali utk menolongku.
"Nis!!!"teriaknya.
Lalu dia menarik tanganku agar aku dapat berdiri .namun ternyata kaki ku terkilir akibat terjatuh tadi.
"Awwww... Sakit ndra.. Aku keseleo kayanya" kataku sambil melihat kaki ku.
Nyeri rasanya.sepertinya aku tdk bisa berlari lagi kali ini.
"Ayok..aku papah.."kata indra.
"Gak usah..kamu pergi aja.. Biar aku disini buat menghambat nindi.."
"Enggak!!! Kamu gila??!! Aku gak akan ninggalin kamu disini!!!" teriaknya keras.
Namun,nindi sudah ada didepan kami dgn senyum kemenangan .
Aku dan indra sudah tdk punya kesempatan utk lari.
Aku terus mundur dgn posisi masih duduk ditanah.
Ya allah..tolong..
Tiba tiba..
'Ggrrraaaaauuuuummm'
Ada seekor macan putih melompat dari atas ku.dan menghadang nindi.nindi kaget dan mundur satu langkah.
Dari mana macan itu?macan ini sepertinya ingin melindungi kami.lalu macan itu maju seperti hendak menerkam nindi.
"Aaaahhhh" aku teriak sambil menyembunyikan wajahku didada indra.indra lalu memeluk ku utk menenangkan ku.
"Ndraaa... Nindi gmn ?dia bisa mati kalo dimakan macan "kataku ketakutan dgn masih bersembunyi pada indra.
"Nis,,kamu harus liat nis.."pinta indra.
Hah?ada apa?

-BERSAMBUNG-
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon