The Corpse : (MAYAT) - Part 05

Puluhan lalat entah dari mana asalnya merebuti mayat Feby.mDengan penuh rasa bingung  Deby mengusir lalat menggunakan kain penutup jenazah.
Serangga menjijikan itu pergi.
Selesai mengusir lalat mereka bertiga sibuk dengan tugasnya.
satu ekor lalat kembali,  lalu masuk ke rongga mulut mayat Feby.
Deby sibuk menyiapkan kotak peralatan bedah,Chicko menaruh Jasad yang terkena penyakit jantung ke dalam ruang pendingin. Suster Jihan mengambil sarung tangan karet di laci.
Tanpa di sadari perut mayat deby berkembang kempis.
Ketiga orang ini kembali berhadapan mayat Feby.
Deby serta yang lain memakai masker.
Suster Jihan bingung autopsi mayat ini dari mana. Karena pakaiannya belum terlepas.
Ia bertanya
"Pakaiannya belum terlepas,gimana mau di autopsi?"
Deby memberikan ekspresi bingung melalui matanya.
Chicko yang sok tahu ingin melepas pakaiannya.
"Dari kemarin belum di lepas?, Biar gw yang lepas!"
Deby mencegahnya.
" Jangan Chicko! Nanti kamu yang celaka. Apapun yang ada di tubuh mayat ini. sudah menyatu di dirinya sendiri."
Suster Jihan dan Chicko sangat tak mengerti apa yang di katakan Deby.
Tak memperdulikan pencegahan Deby. Chiko mencoba membuka paksa dress yang di pakai mayat itu.

The Corpse : (MAYAT)  - Part 05

Hal mngejutkan menimpanya ia terlempar membentur lemari kaca hingga lemari pecah dan barang di dalamnya jatuh keluar.
Wajah Chicko menahan sakit.
Suster Jihan terbelalak kaget.
Deby berteriak.
"Chikoo! Kamu gak ngerti apapun."
Chicko kembali bangkit dan
percaya semua perkataan Deby.
Lampu di ruangan bergetar serta pula berkedip.
Tetesan uap air keluar dari lampu.
Sala satunya meledak.
Mereka bertiga sangat takut hal tidak di inginkan segera terjadi.
ruangan di kamar mayat menyisakan tiga lampu yang menyala.
Pintu ruang pendingin berisi mayat korban yang kakinya terlindas truck terbuka.
Mayatnya terlempar keluar. Chicko terdiam dengan jantung yang nyaris copot ia berlari ke arahnya.
Tetapi apa yang terjadi selanjutnya sunggu mengerikan.
Mayat Feby tertawa menyeramkan matanya yang hitam terbuka lebar.
Urat cokelat di sekujur tubuhnya berdenyut.
Mayat Feby yang sangat menyeramkan terbangun dan duduk di meja bedah. chicko dan yang lain ingin lari keluar pintu.
Pintu mendadak tertutup.
Suasana sangat menegangkan.
Mayat Feby berjalan lamban ke arah mayat korban kecelakaan truck. Feby menindih mayat tersebut lalu membuka mulut si mayat korban kecelakaan itu dan memuntahkan sesuatu ke dalam rongga mulutnya.
Mayat yang semula terbujur kaku membuka matanya.
Tubuh mayat korban kecelakaan truck itu berubah seperti Feby.
wajahnya lebih menyeramkan.
kedua mayat itu bangkit dan menuju Deby serta kedua temannya.
mayat korban truck meraih sebuah pisau bedah dari kotak peralatan.
Mayat Feby yang mengincar Chicko di hentikan dengan teriakan Deby dan berkata
"Keluar dari tubuh Feby, tempatmu di neraka."
Mayat feby berkata dengan suara berat menyeramkan.
"Tubuh dia milikku!"
Mencoba mencekik Deby.
Suster Jihan yang panik berlari mengambil gunting dan menancapkan ke leher Mayat feby.
gunting pun tertancap.
Di tarik oleh mayat Feby,
Darah hitam muncrat dari lehernya hingga mebanjiri lantai.
Mayat feby membuka mulut dan keluar puluhan serangga menjijikan terbang ke arah mulut mayat KT/korban kecelakaan truck .
Mayat KT berjalan dengan menyeret kakinya yang nyaris putus.
Ia ingin menusuk Chicko.
Chicko berlari mengambil tabung semprotan api.
Ia memukulkan tepat di kepala Mayat KT hingga lepalanya hancur. Tubuhnya masih bergerak dan menyayat lengan Chiko dengan pisau bedah. Chicko memberi perlawanan merebut pisau bedah itu dan menyobek dada Mayat KT hingga darahnya muncrat ke wajah Chicko.
Suster Jihan yang panik melihat mayat Feby menggulung wajah mayat Feby dengan kain penutup Jenazah.
Suster Jihan teriak histeris.
"Deby bantuin gue pegang mayat ini! Chicko ambil spirtus bakar mayat mayat ini".
Chicko berlari ke pintu laci.
Saat hendak memegang tangan mayat Feby.
Suster Jihan dan Deby terpental membentur pintu ruang pendingin.
Suster Jihan mengeluarkan darah dari mulutnya.
Ia lemas.
Deby berlari mengambil gergaji mesin kecil dan memotong kepala mayat Feby.
Darah menyembur keluar.
Kamar Mayat banjir darah.
Pintupun terbuka.
Suster Jihan bangkit Chicko meletakan mayat Feby dan Mayat KT di meja roda. mereka bertiga membawa kedua mayat itu turun lift menuju ruang pembakaran
Mayat.
Chicko membuka pintu ruang pembakaran dan menghidupkan apinya,
Api siap melalap dua mayat menyeramkan itu.
chicko memasukan tubuh mayat KT ke dalam ruang pembakaran.
Deby melempar kepala mayat Feby yang terbalut kain penutup jenazah.
Badan mayat Feby bangkit lalu mencekik leher Deby.
Suster Jihan menendang perut Mayat Feby cekikannya begitu kuat. Deby mendorongnya ke ruang pembakaran sambil berkata.
" Pergilah Iblis Sialan!"
Serta meludahi tubuh Mayat Feby yang kepalanya sudah  terpotong dan terbakar.
Cekikannya di leher Deby terlepas
Tubuhnya masuk kedalam ruang pembakaran.
Pintu ruang pembakaran di tutup rapat oleh Chicko.
Ketiga orang itu selamat dari jasad yang di kuasai iblis.
Deby menangis sambil memeluk Suster Jihan.
Suster Jihan berkata.
"Kita bertiga selamat Deb!"
Chicko mengelus kepala Deby.
Matahari terbit.
Deby bangun dari tidurnya memikirkan hal mengerikan yang terjadi kemarin.
Pintu di kamarnya ada yang mengetuk tiga kali.
Deby terbangun dan memakai celana panjang.
Berjalan membuka pintu kamarnya.
Ia tidak menemukan siapapun.
Hingga ia berbalik badan dan berhadapan dengan wajah mayat Feby yang menyeramkan sambil memberi senyuman menakutkan,
Deby menjerit histeris.

_The END_
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon