Cerita Horor Kuchisake Onna Part II

Shinji yang tak kunjung kembali ke penginapan membuat ketiga temannya cemas dan takut akan keadaan Shinji terelebih lagi Shinji melewati perempatan yang dilihat oleh Shinzo ada Kuchisake Onna disana. Jam sudah menunjukan pukul 19:30 kurang dari 3 jan selepas kepergian Shinji. Mereka langsung berinisiatif untuk mencari Shinji, dengan gerimia yang belum reda tak menghentikan mereka untuk mencari Shinji. Dibantu oleh berberapa warga mereka mulai mencari Shinji dimulai dari perempatan yang diyakini mereka sebab mengapa Shinji belum kembali. Tak berselang lama merekapun menemukan Shinji yang tekapar ditanah dengan dua bagian tubuh yang sudah pucat dan dingin serta organ tubuhnya dikerubungi lalat.


Ketiga mahasiswa tersebut menangis sejadi-jadinya melihat teman yang paling cerewet tewas mengenaskan. Menurut pendapat warga yang ikut menemukan Shinji mengatakan bahwa Shinji tewas akibat perbuatan Kuchisake Onna yang bertanya dirinya cantik atau tidak dan naasnya Shinji pasti mengatakan bahwa Kuchisake Onna buruk rupa. Setelah menemukan mayat Shinji, Shinzo menelpon keluarga Shinji di Tokyo untuk menjemput mayat Shinji dan membawanya kembali ke Tokyo, kemudian ayah Shinji sangat sedih dan berkata kepada warga Shinjuku "Aku akan kembali untuk menyelidiki kematian putraku". Setelah mayat Shinji dibawa Shinzo sangat terpukul akibat peristiwa yang merenggut sahabat karibnya itu.

Tiga hari Shinzo, Kawashima dan Kenta larut dalam kesedihan. Sampai ketika mereka dikunjungi oleh Nyonya Hiruko dokter dari rumah sakit jiwa yang sengaja dipanggil oleh pemilik penginapan untuk memeriksa kestabilan kejiwaan dan hasilnya mereka harus dirujuk kerumah sakit jiwa untuk direhab agar kejiwaan mereka tidak semakin terganggu akibat trauma atas kejadian yang merenggut temannya.
Setelah mereka diarahkan keambulan. Penjaga penginapan berbalik untuk mengecek kamar tiga mahasiswa demgan niat melihat ada atau tidak barang yang tertinggal, bukannya melihat barang yang ketinggalan malah penjaga
Penginapan tersebut melihat tubuh manusia yang terbelah menjadi dua bagian (Kenta). serta dua orang dengab mulut robek (Shinzo&Kawashima). Mayat ketiga mahasiswa itupun kaku dan dingin serta membasahi lantai kamar dengan darah, seketika oenjaga penginapan menjerit sejadi-jadinya.

Mendengar jeritan tersebut para pegawai rumah sakit jiwa yang ingin berangkat berlari masuk kedalam penginapan tersebut. Sampai dikamar sumber suara teriakan mereka juga terkejut melihat tiga mayat yang tadi mereka gotong ke ambulan dalam keadaan baik secara jasmani malah tewas mengenaskan didalam kamar, lantas mereka bertanya "siapa yang kita gotong ke ambulan" dengan penuh rasa ketakutan merekapun langsung berlari begitu juga Nyonya Hiruko ia pergi dengan penuh rasa ketakutan menuju ambulan bersama rekan-rekannya dan meninggalkan penginapan tersebut.

Pemilik penginapan juga berlari dan berteriak minta tolong, sampai warga datang dan kemudian warga menyarankan ia untuk memanggil orang pintar yang bernama Tuan Isaki untuk melihat kondisi ketiga mayat mahasiswa tersebut. Setelah memanggil Tuan Isaki, pemilik penginapan menpersilahkan Tuan Isaki untuk melihat kondisi tiga mayat mahasiswa tersebut. Kemudia Isaki menyimpulkan bahwa mereka tewas pada malam hari ketika mereka terus memikirkan temannya yang tewas dibunuh oleh Kuchisake Onna sehingga hal itu membuat mereka depresi berat dan dengan mudah dirasuki oleh hantu Kuchisake Onna yang telah mengintai mereka sejak pertama kali mereka datang dan kemudian mereka saling membunuh satu sama lain tapi tidak secara bersamaan (bergantian).

Mendengar penjelasan Tuan Isaki yang susah untuk dimasukkan kedalam logika membuat penjaga penginapan untuk tidak membuka penginapan lagi agar tidak ada korban jiwa yang berjatuhan lagi di penginapannya.

Bersambung...
Share This :

Related Post



sentiment_satisfied Emoticon